Menikah Dengan Janda

Menikah Dengan Janda
Akhirnya Menikah Juga


__ADS_3

Ilham mengendarai mobil dengan senyam-senyum sendiri. Mungkin kalau tidak sedang ada di jalan Ia akan ketawa terbahak-bahak karena saking bahagianya. Kalau Ia sedang berada di tanah lapang, yakin Ia pasti akan jungkir balik seketika itu. Sayangnya dia ada di dalam mobil saat ini, kalau ketawa dia tidak akan bisa fokus menyetir mobil.


Apa yang membuat Ilham seperti orang gila itu? Ya, Papanya memberi restu pernikahan dirinya dengan Mira. Tampaknya kata-kata Ilham yang dirasa cukup dewasa oleh Hadi itu dapat meluluhkan hatinya. Hadi menjadi sadar, selama ini Ia tidak memikirkan kebahagiaan anaknya. Hadi malah kagum dengan anaknya karena ternyata tumbuh menjadi pria yang dewasa. Mempertahankan apa yang hendak dicapai. Tidak menyerah dengan cinta sejatinya.


Betapa senangnya saat melihat sudah sampai di depan rumah Mira, Ilham pun langsung keluar dari dalam mobil dengan tidak sabaran bahkan Ia seperti melayang terbang ke arah pintu. Langsung mengetuk pintu dengan keras sekali.


Tidak lama kemudian, Mira menyembul dari balik pintu agak tersentak kaget pula karena Ilham saat ini langsung senyam-senyum sendiri dan wajahnya berbinar-binar. Apakah Ilham akan terus mengunjungi rumahnya tiap waktu? Padahal belum ada beberapa jam dan pasti dia banyak kerjaan di kantor, namun kenapa tiba-tiba sudah ada di depanya saat ini?


“Aku mempunyai kabar gembira untukmu,” kata Ilham cepat.


Kabar gembira?


“Kamu berhasil menggoda Ibu-Ibu penjual jamu?” tebak Mira. Karena pernah suatu hari, keduanya sedang berjalan bersama dan Ilham menggoda Ibu-Ibu penjual jamu. Mira tau, kalau dia hanya bercanda, hanya untuk membuatnya tertawa saja.


“Bukan,” jawab Ilham sambil menggeleng.


“Kamu berhasil menggoda Mbak-mbak di warung?” tebak Mira lagi. Sudah berapa kali Ilham kepergok menggoda Mbak-Mbak warung, sampai mbak-mbak warungnya terlanjur baper dengan Ilham. Akhirnya, dia sudah tidak lagi berani menggoda sembarangan. Ia berjanji hanya akan menggoda Mira saja.


“Bukan, ayo tebak lagi.”


“Kamu berhasil mengambil hatinya anak kecil karena Ibunya cantik, kan?” tebak Mira lagi.


“Aku bukan seperti itu, Mira! Aku hanya melakukan kepada Rafa saja. ” Sergah Ilham.


Kalau yang ini, Ilham memang belum pernah melakukanya. Hanya dengan Rafa saja.


Setelah berfikir dengan keras, Mira melorotkan bahu, menyerah karena tidak bisa menemukan kabar gembira yang membuat Ilham bisa senyam-senyum seperti itu.


“Oh, ya, Bagimana keadaan Papamu? Apakah sudah membaik? Kamu sudah ke rumah sakit?” tanya Mira tiba-tiba teringat dengan Papanya Ilham karena Ia belum mengetahui keadaan terbarunya.


“Iya, Papa sudah sadar dari keras kepalanya!”

__ADS_1


“Kau yang belum sadar dari keras kepala! kamu selalu saja gegabah!” Lanjut Mira tidak mau kalah.


Ilham lalu meminta untuk dibuatkan minum rasa cinta kepada Mira. Ah! Mira sampai lupa kalau sedari tadi mereka berdua berdiri di ambang pintu. Karena bingung, Mira hanya membawakan jus jambu yang sempat Ia buat ketika habis mengantar Rafa ke sekolah.


“Benar-benar rasa cinta!” Kata Ilham saat baru saja meminum jus jambunya.


“Kamu mau menyampaikan kabar apa tadi? Aku sudah penasaran sekali! ” Kata Mira sudah tidak sabar.


“Papa,”


“Memberi,” Sambil menurunkan dagunya.


“Ilham! serius, aku mohon, jangan satu-satu, aku jadi bingung kalau begitu! ” Mira berdecak sebal.


Ilham malah terkekeh, “Baiklah, Papa memberi restu hubungan kita, ”


“DAN” sambil tersenyum tertahan.


“Besok lusa kita akan menyiapkan pernikahan, besok lusa kita akan menjadi suami istri.”


“Ilham kamu serius? Kamu tidak sedang bercanda, kan?” Lanjutnya gelagapan.


“Enggak Mira, kali ini aku tidak mau bercanda lagi, aku sudah capek sekali menunggu ini dan betapa senangnya diriku, akhirnya bisa menikah denganmu. Tadi aku baru saja menengok Papa ke rumah sakit dan Papa memberi kita restu, aku seperti menjadi orang yang paling bahagia, Mira, maka dari itu aku langsung melesat ke rumahmu untuk segera memberitahumu kabar gembira tentunya.” Ilham menjelaskan dengan wajah dan nada serius pula.


Boleh kah aku berteriak sekarang juga? Baiklah, aku akan berteriak kalau Ilham sudah pergi. Aku bahagia sekali!


Sesaat lamanya keduanya saling menatap, Ilham benar-benar menunjukan ekspresi serius karena Ia mau Mira percaya kali ini. Dan Mira masih mencari-cari mungkin saja Ilham mau bercanda. Namun wajahnya saat ini meyakinkan sekali. Ditambah dengan Ilham menggenggam tangan Mira.


“Apa kita menikah sekarang saja, aku sudah tidak sabar menikah denganmu soalnya.” Kata Ilham memecah keheningan.


“Ilham, Papamu kan sudah merestui hubungan kita, jadi, kita bisa mempersiapkan ini, aku juga belum memberi tahu kabar kepada kedua orang tuaku.”

__ADS_1


“Aku tidak ingin terjadi apa-apa, maka dari itu, kalau kamu ingin menikah dengan cepat, aku sudah siap.”


“Sabar, aku akan menunggumu, aku menurut saja padamu,” jawab Mira sembari mengusap punggung tangan Ilham. Matanya menjadi berkaca-kaca.


“Apakah lusa tidak terlalu cepat?” tanya Mira kemudian.


“Tidak, habis ini aku akan mengurus semuanya, kita kan memang sudah mempersiapkan ini jauh-jauh hari, bukan?”


“Baiklah, aku juga akan segera mempersiapkanya dan aku akan segera menghubungi kedua orang tuaku.”


Mata Mira mendadak menghangat lalu kembali berkaca-kaca, saking bahagianya Ia sampai menangis.


“Kok malah menangis begitu?! Jangan menangis dong, seharusnya kamu senang karena kita akan segera menikah!”


“Aku bahagia sekali, Ilham.” Jawab Mira dengan suara parau.


“Kalau begitu, aku akan pergi dulu, aku belum bicara dengan Mama, habis ini aku akan mempersiapkan segalanya!”


Mira mengangguk lalu mengantar Ilham ke depan. Ilham sudah pergi dari halaman rumahnya. Alih-alih langsung menjerit karena Ilham sudah pergi. Kini, Ia hanya bisa tersenyum sambil terus berkaca-kaca.


.....


Kabar yang tidak mengenakan, desas desus, gossip orang-orang di kantor, cuitan di twitter seperti sudah lenyap dari atmosfer kehidupan.


Lalu kabar mengejutkan kembali menyerbak secepat kilat bahwa pernikahan Boss muda mereka akan segera dilaksakan. Pernikahan seorang CEO dan Janda menjadi topik perbincangan panas. Wanita-wanita di kantor yang diam-diam menaruh hati pada Boss mereka menjadi patah hati. Bahkan Gea sudah percaya diri sekali kalau Boss-nya mau berkenalan denganya, karena waktu itu Ilham sempat meminta nomor handphone-nya yang ternyata untuk diberikan kepada Angga. Tetapi dugaanya salah besar.


Namun kini mereka bungkam, karena ceramah panjang lebar oleh Ilham di depan mereka. Membuat mereka takut, tutup mulut dan menuruti perintahnya. Ilham tidak mempedulikan lagi semua omongan orang yang mencela dan mencemooh dirinya.


Ilham sudah mondar mandir pula dari tempat satu ke tempat lainya guna menyiapkan persiapan pernikahan.


Sedangkan Hadi sudah keluar dari rumah sakit. Walaupun keadaanya belum terlalu pulih, namun beliau akan sering check up ke rumah sakit nantinya.

__ADS_1


Mira pun sama sibuknya. Ia sudah menghubungi kedua orang tuanya dan mereka akan segera meluncur dari desa. Begitu pula dengan mertua dari mendiang suaminya dulu. Betapa senangnya mereka, akhirnya mereka sudah tidak khawatir lagi dengan Rafa karena sebentar lagi Rafa akan mempunyai Ayah. Dan Mira sudah tidak lagi menjadi seorang Janda muda.


Tinggal menunggu hari esok, hari bersejarah bagi Ilham dan Mira, kini keduanya sedang mengobrol di telepon dengan bahagia.


__ADS_2