Menikah Dengan Janda

Menikah Dengan Janda
Bulan Madu (3)


__ADS_3

Sopir yang mengantar mereka berdua sudah pulang dari kemarin. Hal ini juga Ilham yang meminta, agar tidak ada yang menganggu keduanya selama menikmati masa-masa bulan madu.


Kegiatan pagi ini adalah mengunjungi kota kecil yang terletak tak jauh dari desa ini berada.


Karena mobil dan sopir tidak ada. Maka mereka harus menyewa mobil dan sopir dari sang pemilik villa ini.


Kini Ilham dan Mira sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kota yang akan mereka kunjungi. Dengan balutan pakaian santai dan kedua mata mereka yang terbungkus oleh kaca mata hitam. Sedang mobil sudah terparkir apik di depan villa.


Ilham dan Mira lalu masuk ke dalam mobil. Seketika sang sopir melajukan mobil dengan kecepatan sedang, hal ini digunakan keduanya sambil menikmati pemandangan yang begitu memanjakan mata dari dalam mobil.


.......


Sesampainya di tempat tujuan, Ilham dan Mira langsung mondar mandir dari tempat satu ke tempat lainya. Berkeliling mengunjungi berbagai spot kota kecil dengan berjalan kaki.


Setiap ada makanan ringan yang begitu menggiyurkan lidah. Keduanya pasti berhenti dan membeli makanan.


Kini dalam genggaman tangan keduanya sudah banyak makanan dan minuman yang seperti kesusahan membawanya. Ini karena ulah Ilham yang menuruti semua apa kata Mira. Padahal Mira tidak bermaksud seperti itu.


Keduanya lalu menghempaskan tubuh di bangku taman. Di sekelilingnya banyak pohon-pohon yang berjejer dengan rapi, di depanya sesekali kendaraan berlalu lalang. Sebuah kolam ikan dan air mancur tampak menjadi pusat di tengah kota ini.


“Kamu beneran suka kan sama tempat ini?” tanya Ilham memastikan.


“Suka sekali sayang, tempat ini asyik sekali. Sampai aku tidak tau, harus berterima kasih kepadamu dengan cara apa lagi.”


“Kamu tidak perlu bilang makasih, sayang. Cukup melayaniku di ranjang saja, semuanya sudah terbayar.” Bisik Ilham, terkikik setelahnya.


“Heh?! Kamu ini? Nanti bisa kedengeran orang-orang!” Mira langsung melotot tajam ke arah Ilham.


Buru-buru memandang berkeliling, memastikan tidak ada orang yang tengah berada di sekitar mereka.


“Bercanda sayangg!” Ilham lalu mengusap puncak kepala sang istri.


“Memangnya kamu tidak ingin pergi bulan madu ke luar negeri? Apakah di sini saja, udah cukup?” tanya Ilham lagi.


“Tidak perlu! lagi pula kasihan Rafa kalau kita tinggal ke luar negeri!”


“Benar juga apa kata kamu,”

__ADS_1


“Sampai lupa kalau aku sekarang sudah menjadi seorang Ayah,” lanjut Ilham dengan rahang mengeras.


Mira pun menggeleng kepala. Keduanya lalu menikmati makanan ringan yang sedari tadi belum tersentuh sama sekali. Sambil mengambil foto di tempat tersebut.


.......


Seharian itu, mereka berdua telah menghabiskan waktu bersama dengan kegiatan yang cukup menguras tenaga. Tapi seru!


Kini saatnya mereka harus kembali ke penginapan. Lelah baru terasa ketika sore sudah menjelang. Karena tadi saking bahagianya mondar-mandir ke berbagai tempat.


Mobil yang mereka tumpangi pun sudah meluncur ke penginapan. Kira-kira 30 menit kemudian, mereka telah sampai. Keduanya langsung mendaratkan lelah di ranjang begitu sampai di kamar. Bersama dengan angin sore yang membelai wajah keduanya dari pintu dan jendela yang dibiarkan terbuka.


Jam menunjukan pukul 15.30. Ilham sudah bangun dari tadi.


Dia ingin berenang bersama istrinya. Tetapi giliran Mira yang kini masih tergeletak di ranjang.


Ilham pun membawa tubuh istrinya menuju kolam renang dengan paksa. Sayang sekali kan kolam renangnya tidak digunakan!


“Apa yang kamu lakukan, sayang?” pekik Mira terkejut bukan main, saat menyadari tubuhnya sudah berada di gendongan Ilham.


“Kita akan berenang bersama, sayang!” Jawab Ilham dengan langkah bergegas membawa tubuh Mira menuju kolam renang.


“Tenang saja kalau masalah itu! Nanti aku ajari!”


Ilham langsung terjun ke dalam kolam begitu sampai sana, langsung meliyuk-liyuk bak seekor ikan. Sedang Mira hanya duduk di tepi kolam renang sambil memperhatikan suaminya itu yang tengah bersenang-senang di dalam air.


“Kamu tidak mau mencoba?!” seru Ilham dari ujung sana.


“Tidak ah!” sahut Mira.


Ilham pun menyelam kembali, menuju ke tempat Mira berada. Menjelang mendekati sang istri, pria itu menciprat-cipratkan air kolam ke arah Mira. Tak ayal, Mira langsung menjerit lalu berdecak sebal.


“Kamu ini lucu sekali, kalah sama Rafa!” Ucap Ilham sambil terkekeh. Lalu menyibak rambutnya yang basah. Bersamaan dengan air yang ikut terangkat.


“Memangnya kamu tahu kalau Rafa bisa berenang?” Balas Mira masih agak sebal dengan kejailan Ilham tadi.


“Tau dongg! Dia pernah kuajak berenang di laut!”

__ADS_1


“Hah? Di laut?” Mira mengernyitkan kening.


“Iya bersama bajak laut!” balas Ilham dengan kedua alis terangkat tinggi.


Ilham lalu mendekat ke arah Mira, kedua tanganya langsung melingkar di tubuh Mira, menatap lekat dari bawah kolam.


Mira lalu membelai muka dan mengusap rambut Ilham dengan lembut. Menatap kedua bola mata suaminya. Merasa bahagia memiliki seorang suami seperti Ilham.


“Makasih ya kamu udah mau sayang sama Rafa, aku selalu khawatir kalo Rafa tidak bisa mendapatkan kasih sayang seorang Ayah lagi.”


“Tapi semuanya ada pada dirimu. Aku tidak salah lagi, udah memilihmu!” lanjutnya.


“Walaupun kadang kamu itu menyebalkan, tapi aku sangat mencintaimu, Ilham. Aku benar-benar mencintaimu.”


Ada sebuah senyum tipis di bibir Ilham setelah mendengar gombalan Mira. Namun senyum tipis itu berganti menjadi seringai. Ilham langsung menarik tubuh Mira dari tepi kolam renang.


Seketika tubuh Mira langsung terjun bebas ke dalam kolam, Sedang Ilham semakin menahan tubuh Mira dengan kedua tangan dan tubuhnya dengan erat agar tidak terlepas. Alhasil, tubuh mereka menempel tanpa jarak.


“Aku kan sudah bilang! Aku tidak mau berenang!” decak Mira.


“Aku bukan mau mengajakmu berenang, tetapi aku ingin mencumbumu di sini!” Ilham langsung mendaratkan bibir ke bibir Mira. ******* bibirnya.


Seketika kedua telapak tangan Mira sudah memegangi kedua rahang suaminya.


Bukanya mengajarkan istrinya berenang. Tetapi keduanya malah bermesraan di kolam renang!


.......


Setelah bermesraan di dalam kolam renang tadi, lalu kemudian keduanya mandi, keduanya langsung berganti pakaian. Malam sudah menyapa, semakin indah saja dengan bintang yang bertebaran di angkasa.


Lampu-lampu juga sudah menyala, warnanya berpendar kekuningan di sepanjang kolam renang. Keduanya saling tatap dengan senyum tertahan. Sedangkan makan malam sudah tersaji dengan berbagai menu di atasnya.


“Tak terasa, besok kita udah mau pulang aja ya, terasa singkat sekali di sini!” Ada helaan napas berat setelahnya. Ilham lalu meraih kedua telapak tangan Mira dan menciumnya.


“Maafkan aku ya, sayang. Tidak bisa lama-lama di sini,” balas Mira dengan suara lirih.


“Aku mengerti kok sayang, kamu pasti khawatir sama Rafa kan?”

__ADS_1


Mira mengangguk pelan. Ilham sebenarnya ingin berada di tempat itu lebih lama lagi. Menghabiskan moment-moment romantis hanya berdua saja. Tetapi ini adalah resiko menikah dengan seorang Janda yang memiliki anak. Pasti istrinya itu sangat khawatir.


__ADS_2