Menikah Dengan Janda

Menikah Dengan Janda
Berangkat Bulan Madu


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang sudah lama ditunggu-tunggu. Sudah lama dinanti-nanti. Hari ini pula akan menjadi hari-hari indah diantara hari-hari lainya. Hari ini akan menjadi hari ber sejarah bagi Ilham dan Mira.


Apa salah bagi seorang yang baru menikah, langsung ingin mendamba hubungan suami istri?


Itu yang Ilham rasakan saat malam pernikahan. Apalagi Ilham adalah seorang perjaka. Sudah sangat mendamba hal itu lama sekali.


Namun malam pertama tidak sesuai apa yang diharapkanya. Bayangan malam pertama yang bakal sangat amat indah di benaknya. Ternyata salah!


Istrinya itu belum siap untuk melakukan hubungan suami istri saat itu juga. Banyak alasan yang terlontar dari mulut istrinya.


Hingga Ilham tidak habis pikir. Kenapa istrinya tidak kunjung siap?


Seorang perjaka yang mendamba hal itu sudah sangat lama. Walaupun semasa remaja dia adalah anak malam, biasa nongkrong bersama teman-teman geng motornya, biasa mengunjungi bar. Tetapi belum pernah sama sekali junior Ilham sampai masuk ke dalam sebuah lubang kenikmatan.


Banyak sekali wanita penggoda yang ingin bermesraan dengan dirinya. Tapi Ilham tidak mau melakukan hal itu. Ia ingin melakukanya bersama sang istri kelak.


Tetapi kemudian takdir berkata lain, Ia malah mendapatkan istri seorang Janda. Dan Ia pikir, Istrinya jauh akan lebih paham dan berpengalaman tentang begituan.


Hal ini membuat Ilham sempat berfikir. Jangan-jangan Mira tidak mencintai dirinya atau menyesal telah menikah denganya atau belum bisa melupakan mendiang suaminya dulu?


Hingga seorang teman memberinya nasihat untuk dapat mengerti keadaan psikis Mira yang tidak mudah ditinggal oleh seseorang yang dicintainya. Maka dari itu, Ilham mencoba mengerti, mengajak bicara baik-baik dengan sang istri.


Sedang Mira yang masih menyimpan kenangan bersama sang suami dulu. Rasa sakit dan trauma dengan suaminya dulu, tidak bisa disembuhkan dalam waktu singkat.


Walaupun rasa cintanya sudah tergantikan sepenuhnya oleh Ilham. Tetapi kalau masalah hubungan suami istri. Entah mengapa dirinya belum ada kesiapan sama sekali waktu itu.


Ada perasaan takut pula yang menjalar dirinya. Takut jika tidak bisa memuaskan sang suami. Rasa takut itu kemudian menyebabkan kesalahpaham antara dirinya dan suaminya.


Namun, semua kekhawatiran itu kini akan segera terjawab sudah hari ini.


Mereka berdua berharap dengan bulan madu ini akan menjadi jalan atas pertanyaan-pertanyaan yang bersarang di benak. Dapat membuka lembar baru, menghadirkan kisah cinta di atas ranjang dengan suasana dan seseorang yang baru pula.


Ilham berharap kejutanya itu dapat membuat istrinya bisa melupakan kenangan yang dulu. Bersama dirinya di atas ranjang akan menghadirkan cinta baru kepada dirinya.

__ADS_1


Ilham juga berharap, Mira sepenuhnya akan mengingat semua moment romantis saat honey moon.


Semua barang bawaan sudah disiapkan jauh-jauh hari. Mereka berdua juga sudah siap lahir batin. Dengan senyum merekah di kedua bibir masing-masing dan perasaan bahagia yang seperti tak mampu untuk keduanya ungkapkan.


“Silahkan kopinya Pak Ilham!” kata Sri sembari meletakan secangkir kopi yang masih mengepul panas di depan Ilham.


“Ah, iya, Sri. Terima kasih.” balas Ilham tanpa menoleh ke arah Sri. Pria itu tengah terpaku pada layar smartphone.


“Mbak Mira sedang apa Pak? Kok belum kelihatan?” tanya Sri kemudian.


Ilham meletakan smartphone dan menatap Sri. “Dia sedang bersiap-siap sepertinya,”


“Oh ya Sri. Saya titip Rafa dan Rumah ya, selama saya dan Mira berbulan madu, kamu bisa tanyakan kabar Rafa kepada keluarga saya untuk mengetahui keadaan Rafa.” lanjut Ilham.


“Baik, Pak! Bapak tenang saja dengan masalah itu. Bapak dan Mbak Mira fokus saja dengan bulan madunya.” Balas Sri dengan anggukan kepala.


Sri memang sudah tau kalau Rafa akan dititipkan di keluarganya Ilham selama majikanya itu berbulan madu.


Sri lalu ijin kembali ke belakang. Sedang Ilham mengaduk kopinya sembari menunggu sang istri keluar kamar. Agak lama juga dirinya sudah menunggu. Ingin mengecek ke kamar, namun urung.


“Kamu lama sekali sayang, apa yang kamu lakukan di dalam?” tanya Ilham sambil melingkarkan satu tangan di pinggang Mira.


“Aku tadi sedang bersiap-siap, Kamu tau kan! wanita kalau dandan bisa berjam-jam lamanya.” Terang Mira.


“Kamu tak perlu dandan berlama-lama seperti tadi. Kamu tidak usah dandan saja, sudah cantik. Kamu itu adalah wanita tercantik di dunia ini.” Ucap Ilham, menegadah menatap Mira dengan senyum merekah.


“Kamu ini, gombal saja!” desisnya.


Tak ayal, keduanya lalu terkikik bersama.


.....


Mira dan Ilham tengah berada di jok belakang mobil. Sedang Pak Usman, sopir yang akan mengantar mereka ke tempat bulan madu, tengah fokus menyetir. Melajukan mobil menuju ke rumah Ilham lebih dulu.

__ADS_1


Ilham yang minta untuk ke rumahnya lebih dulu. Ingin berpamitan kepada kedua orang tuanya, sekaligus mengetahui keadaan Rafa. Tentu saja Mira sangat senang, Ia ingin meminta hal itu sebenarnya. Tapi rasanya tidak enak dengan suaminya.


Sekitar 20 menit, mereka telah sampai. Mira dan Ilham turun dari mobil secara bersamaan begitu mobil berhenti. Lalu keduanya berjalan ke dalam rumah dengan bergandengan tangan.


.......


Mira ingin melihat Rafa setidaknya sebelum dirinya pergi bersenang-senang dan tentu saja akan bercinta dengan Ilham di sana.


Mira langsung mencium dan merengkuh tubuh buah hatinya sangat lama begitu mendapati anaknya itu tengah berada di kamar bersama Raihan. Sedang bermain.


Bocah itu sepertinya sangat betah di rumah Nenek dan Kakeknya.


“Raihan, makasih ya, udah mau main sama Rafa. Rafa kalau di rumah enggak ada temanya, jadi, betah sekali kalau di sini.” Ujar Mira sambil mengelus puncak kepala Raihan.


“Tidak apa-apa kok, Tante,” jawab Raihan sambil meringis.


Menurut laporan sang Mama, keduanya heboh sekali sampai tidak segera tidur sampai larut malam. Hingga wanita paruh baya itu sampai menyuruh keduanya berkali-kali untuk tidur.


Ada kalanya mereka bertengkar karena mereka masih anak kecil. Tetapi pertengkaran itu tidak berlangsung lama. Keduanya dengan cepat kembali berbaikan.


Mira lalu beranjak dari sana. Buah hatinya langsung melanjutkan bermain begitu dirinya turun dari lantai atas. Benar-benar sudah tenang meninggalkan Rafa.


Kini saatnya Mira dan Ilham berangkat. Mereka sengaja tidak berpamitan kepada Rafa.


“Selamat berbulan madu sayang, semoga lancar di sana.” Kirana merengkuh tubuh Mira. Setelah beberapa saat, pelukan itu terlepas.


“Jaga istrimu baik-baik di sana Ilham!” seru Kirana kepada Ilham.


“Iya-iya Ma! Pasti!”


Mira dan Ilham melambaikan tangan ke arah sang Mama dan Papa sekali lagi. Hadi juga ikut berada di samping Kirana melepaskan keduanya pergi.


Mira dan Ilham lalu segera masuk ke dalam mobil. Kedua tangan itu saling bertaut kembali, seperti tak akan pernah lepas.

__ADS_1


Mobil telah melaju menuju ke tempat yang sangat indah. Mira menaruh kepala di bahu Ilham. Ingin merasakan kebahagiaan yang tiada tara.


__ADS_2