
Ilham akhirnya dapat mengerti mengapa istrinya itu tidak langsung menginginkan hubungan suami istri. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan. Malam pertama yang sangat didambakan olehnya -terpaksa harus tertunda. Dan Ia masih menunggu malam itu.
Napsu yang sudah menggebu-gebu semenjak hari pernikahan kini harus Ia tunda dulu. Ah! Jadi sudah tak sabar menantikan moment bahagia berbulan madu.
Hari ini Ilham sudah mulai bekerja kembali. Dia mengambil cuti selama empat hari dan nanti dia akan mengambil cuti lagi untuk berbulan madu.
Saat ini, jari jemari tangan Mira sedang berada di dada Ilham, jemarinya sedang membuatkan dasi di sana. Setelah itu jemarinya yang lembut berpindah ke bahu Ilham yang bidang. Menyeka bagian itu. Menandakan sudah selesai membuatkan dasinya.
Dengan balutan jas, rambut yang rapi disisir ke belakang, rambutnya tampak klimis berkilaun. Ilham terlihat sangat tampan.
Kedua tangan Ilham langsung terjulur meraih kedua tangan Mira dan menggenggamnya saat kedua tangan Mira hendak turun dari dadanya. Mira tidak memberontak. Kedua punggung tangan itu mendekat ke mulut suaminya dan Ilham segera menciumnya. Senyum tipis langsung tercetak di sana.
“Aku jadi tidak ingin berangkat bekerja kalau seperti ini.”
“Kamu itu manja sekali, sudah sana, kamu berangkat bekerja, kamu sudah mengambil cuti selama empat hari, kan? dan kamu akan mengambil cuti lagi, kan?”
“Untuk?” tanya Ilham lebih mendekatkan kepala, memancing pembicaraan yang membuatnya akan senang pastinya.
Mira diam untuk beberapa saat hingga akhirnya berkata. “Berbulan madu,”
Senyum tipis langsung tercetak di bibir Ilham. Mendengar itu perasaanya menjadi senang sekali.
“Baiklah, aku akan berangkat bekerja sekarang, jaga diri kamu baik-baik di rumah, kalau ada apa-apa, telepon aku, ya.” Kata Ilham sambil melepaskan genggaman tangan.
Mira mangguk-mangguk.
Ilham berkacak pinggang, kedua rahangnya mengeras. Tidak jadi mengambil kunci mobil. “Lakukanlah sesuatu untuku dulu suapaya nanti aku semangat bekerja saat di kantor,”
“Apa memangnya? Aku harus melakukan apa?” tanya Mira dengan kening berkerut.
“Dulu, kalau suamimu hendak berangkat bekerja, apa yang kamu lakukan, sayang?” Ilham mendekatkan tubuh, satu tangan terjulur -mengangkat dagu sang istri.
__ADS_1
Mira diam untuk beberapa saat, “Aku mencium tanganya dan sumaiku mencium keningku.” Jawab Mira kemudian.
“Kamu harus melakukan yang berbeda dari itu, ayo jadikanlah aku yang berbeda, jadikan lah aku spesial untukmu.” Tantang Ilham menatap Mira tepat di kedua bola matanya.
Kedua tangan Mira terlipat di depan dada, jari kananya mengetuk-ngetuk bibir. Dia berfikir keras.
“Ah!” seru Mira, seperti baru saja mendapatkan ide baru.
Mira langsung berjingkat, mengerucutkan bibir lalu mendaratkan ciuman pagi ke pipi Ilham. Sontak kedua mata Ilham membulat dengan sempurna.
“Semoga harimu menyenangkan sumaiku,” ucap Mira setelah itu.
Kali ini senyuman Ilham melebar, semangat bekerjanya menjadi menggebu-gebu dari biasanya. Getaran hatinya jadi semakin menjadi-jadi. Setelah itu, Ilham mencium kening Mira. Setelah itu keduanya keluar dari kamar.
“Aku akan pulang lebih awal untuk membicarakan bulan madu,” kata Ilham sambil berjalan keluar kamar.
“Baiklah, aku akan menunggumu,” jawab Mira mengikuti Ilham keluar kamar.
Rafa sedang bermain di depan ruang tengah. Tak lupa Ilham mengecup kening dan pipi Rafa sebelum dirinya berangkat bekerja.
“Mbak, lihatlah mbak Mira, sekarang sudah mempunyai suami lagi, kalian tampak bahagia sekali.” Suara Sri terdengar dari dalam dan kini Sri sedang berdiri di samping Mira.
Sri tiba kemarin malam, Sri sungguh senang sekali akhirnya majikanya itu sudah berkeluarga kembali. Sri bisa merasakan kebahagiaan di antara keduanya dan juga Rafa. Anak itu benar-benar bahagia memiliki Papa baru seperti Ilham.
“Iya Sri, setelah melewati proses yang cukup berat pastinya,” jawab Mira setelah diam beberapa saat.
“Wajar lah, mbak, tapi sekarang mbak Mira sudah bahagia pasti, Pak Ilham itu sungguh penyayang sekali, pasti mbak Mira senang sekali mempunyai suami seperti Pak Ilham.”
“Iya Sri, aku sangat senang sekali.” Jawab Mira dengan senyum mengembang. Tidak perlu malu lagi.
Sri kembali ke dalam untuk bersiap-siap mengantar Rafa ke sekolah. Sedangkan Mira menikmati teh hangatnya di ruang tamu sambil mulai menggulir layar ponsel.
__ADS_1
Ilham sudah melarang Mira untuk bekerja. Alhasil dia hanya menganggur di rumah. Untung saja dia masih berkutat dengan dunia menulis. Sehingga waktunya tidak terbuang dengan sia-sia.
Kenapa sekarang aku malah cepat-cepat menginginkan bulan madu? Bahkan sekarang, aku sudah tidak sabar menantikan hal itu?
Kesunyian menyeruak di ruang tamu saat tidak ada Ilham di rumah. Baru ditinggal pergi sebentar saja rasa kangen langsung menyelimuti dirinya.
…….
“Gimana keadaan kantor selama aku mengambil cuti?” tanya Ilham sambil berjalan ke arah ruanganya. Yoga tampak mensejajarkan langkah di samping Ilham.
“Semuanya aman terkendali, Pak, aman terkendali dalam pengawasan saya.” Jawab Yoga dengan kedua alisnya terangkat tinggi-tinggi.
Ilham menoleh dan menghentikan langkah. “Kau memang bisa diandalkan,” Balas Ilham menepuk nepuk bahu Yoga.
Ilham masuk ke dalam ruanganya, mengendurkan dasi, menjatuhkan diri di kursi kerjanya. Tanganya langsung terjulur -meriah laptop dan tab-nya. Telah siap bekerja di pagi yang cerah ini.
Suara ketukan pintu terdengar setelahnya, membuat Ilham menghentikan pekerjaanya, menoleh sembari berseru untuk menyuruh seseorang yang baru saja mengetuk pintu untuk masuk.
“Permisi Pak, ada dokumen yang harus Bapak tanda tangani, kebetulan sekali Pak Ilham sudah masuk kantor kembali.” Kata seorang wanita dengan balutan blazer hitam.
Ilham langsung mentandatangani dokumen yang ada didepanya. Tak lama Ilham menyerahkan kembali pada wanita itu.
“Selamat atas pernikahan Bapak,” Kata Wanita itu kemudian sebelum keluar dari ruangan. Ilham mengucapkan terima kasih dengan senyum tipis di bibirnya.
Setelah lama duduk di kursinya, Ilham meletakan tab di atas meja. Memilih bersandar pada kursi dengan menatap langit-langit ruangan. Rasa kantuk sedang menerjangnya.
Ilham yang awalnya keras kepala, yang hanya berfoya-foya menghabiskan uang Papanya, bersenang-senang dengan para wanita, tidak mempedulikan masa depanya.
Namun semenjak mengenal Mira, Janda anak satu itu. Hidupnya jadi berubah total. Dia jadi lebih dewasa dalam menyikapi masalah. Tentunya karena Mira sudah mengajarkan banyak hal kepada dirinya.
Semuanya berubah dengan cepat. Hingga Ilham tidak menyadari perubahan itu. Dirinya yang dulu hanya bersenang-senang dengan teman-temanya, nge-band, kopdar, pergi ke club malam. Hidupnya masih bebas seperti burung yang terbang bebas di angkasa. Kemana saja.
__ADS_1
Tapi sekarang, dia sudah mempunyai istri bahkan sudah menjadi seorang Ayah. Waktunya dia gunakan sepenuhnya untuk bekerja dan memfokuskan perhatian seluruhnya pada istri dan anak.
Terkadang kalau penat melandanya, Ilham ingin menyerah. Ingin kembali ke masa-masa itu. Tapi dia segera menghadirkan bayangan Mira, wanita yang paling dia cintai.