Menikah Dengan Janda

Menikah Dengan Janda
Pesta Pernikahan


__ADS_3

“Kamu beruntung sekali, Mira, menikah dengan pria tampan seperti Ilham. Ibu setiap hari berdoa supaya kamu cepat-cepat mendapatkan jodoh lagi, kalau pun harus menikah dengan Duda pun, tak mengapa, lah ini malah kamu mendapatkan perjaka! Ibu tidak menyangka, Ibu senang sekali, Mira.” Kata Bu Dasti matanya berkaca-kaca, menatap lekat putrinya yang sedang mengenakan gaun pengantin cantik sekali.


“Iya, Ibu, awalnya Mira juga tidak menyangka kalau bisa menikah dengan Ilham!''


‘’Sepertinya Ilham benar-benar mencintaiku, Bu.” Lanjut Mira.


“Iya, yang Ibu lihat juga seperti itu, anaknya sopan sekali, tampan pula dan suka bercanda, oh ya, bagimana dengan Rafa? Yang Ibu khawatirkan adalah calon suamimu apakah dia sayang dengan anakmu!”


“Ibu tenang saja, dia sangat sayang pada Rafa, Mira yakin, Bu.” Jawab Mira sambil mengusap punggung tangan Ibunya.


“Syukurlah kalau begitu,” terdengar helaan napas dari Bu Dasti.


Mira seketika teringat dengan Rafa karena sedari tadi Ia tidak melihat Rafa ketika pernikahan berlangsung. Bu Desti berkata kalau tidak usah mengkhawatirkan Rafa saat ini. Karena seharian itu, Rafa bersama dengan keluarga yang sangat mencintainya ditambah dengan keluarga baru.


Seketika itu, Mira pun dapat menghela lega.


“Ibu ingin pesan kepadamu, mengenai mertuamu dari mendiang suamimu, Fahmi. Kau harus tetap menjaga hubungan baik dengan mereka, ya, bagimana pun juga, mereka adalah orang tuamu.”


“Pasti Ibu, Mira akan tetap menganggap mereka sebagai kedua orang tua, Mira, kok.”


Setelah berbincang cukup lama, akhirnya Bu Dasti pun keluar dari ruangan itu. Tidak lama kemudian, Wanda menyembul dari balik pintu dengan wajah berseri.


“Oh my God, you are so beautiful, baby!” pekik Wanda sambil memegangi pipinya.


“Kamu cantik sekali, Mir, lihat dirimu seperti seorang gadis yang baru menikah saja, aku sampai heran sendiri, mengapa kamu bisa awet muda, sih!” Kata Wanda sambil berdecak kagum, kedua tanganya menyilang di depan dada, lalu duduk di bangku di depan Mira.


Mira hanya tersenyum sambil memandang dirinya di cermin dan gaun pengantin yang saat ini melekat pada tubuhnya.


“Kamu terlalu berlebihan, Wanda! ” Balas Mira kemudian, sambil memutar tubuh kembali.


“Bagimana bisa, padahal aku dan Gigih yang bertunangan lebih dulu, mengapa kamu yang menikah lebih dulu sih?! ” Wanda terkikik.


“Bukanya kamu senang kalau aku segera menikah? Sekarang aku tidak mau lagi, ya, mendengarmu mencomblangkan diriku dengan laki-laki pilihanmu, oke?!”

__ADS_1


Wanda hanya terkekeh pelan. Tiba-tiba air muka Wanda mendadak berubah. “By the way, aku sudah tau semua kelakuan Pak Efendi dan aku benar-benar tidak menyangka sama sekali dengan hal itu.‘’


‘’Kamu jahat sekali, Mir, tidak bercerita kepadaku!” Lanjut Mira sembari menghela napas berat.


“Kamu tau sendiri, bukan? Pak Efendi adalah Bossmu, aku tidak mau membuat reputasinya jelek hanya karena aku! Setiap manusia tidak ada yang sempurna, Wan.”


Wanda terdiam untuk beberapa saat. “Kamu sungguh baik sekali, Mir, mungkin, kalau aku Laki-laki, aku pasti akan jatuh cinta denganmu.”


Mira hanya menggeleng kepala. Keduanya pun berbincang sebentar hingga keduanya harus beranjak dari situ karena sebentar lagi acara akan dimulai.


.....


Mira menatap satu persatu orang-orang yang sedang menghadiri acara pernikahanya, banyak sorot mata yang terus memperhatikan dirinya, membuat tangan dan kakinya bergetar. Ia agak tidak percaya diri karena takut kalau semua orang akan menjelekan statusnya sebagai seorang Janda.


“Kamu tidak perlu cemas, ada aku di sampingmu dan kamu sudah menjadi istriku sekarang, jangan dengarkan omongan orang lain!” Bisik Ilham tepat di telinga Mira. Ilham langsung menggenggam tangan Mira.


Mira mendongak, menarik napas panjang dan dalam. Benar, pria di sampingnya saat ini adalah suaminya. Kenapa Ia harus takut? Genggaman Ilham memberikan getaran di hatinya. Menguatkan diri untuk siap menghadapinya.


Orang-orang sudah memadati kursi-kursi yang terjejer rapi sedari tadi. Orang-orang berlalu lalang menikmati jamuan yang sudah disiapkan. Orang-orang juga terus bergantian mengucapkan selamat atas pernikahan keduanya.


Ilham tidak menginginkan pesta pernikahanya terlalu mewah, yang terpenting Ia sudah menikah dengan Mira. Kendati demikian, orang-orang memadati tempat tersebut sampai penuh sekali. Walapun Ilham baru saja menjadi CEO, tetapi tamu-tamu penting justru berdatangan silih berganti. Yang sebagian besar adalah tamu Ayahnya.


Rafa seharian itu tidak terlalu memperhatikan kalau sebenarnya Mama dan Papa Ilham sedang melangsungkan pernikahan. Tampaknya anak kecil itu telah dibuat senang sekali dengan makanan yang enak-enak. Seharian itu Ia bermanjaan dengan nenek dan kakeknya dan bermain dengan Raihan.


“Janda menyebalkan, bagimana bisa menikah dengan Ilham?!’’


“Janda tidak tau diri, seharusnya dia sadar diri dong!”


“Aku juga heran dengan Ilham, mengapa bisa jatuh hati pada seorang Janda, sih!”


“Mereka berdua tidak seperti berbeda status, ya, mereka sangat cocok sekali!”


“Lihatlah, pengantinya cantik dan tampan, sungguh pasangan yang sempurna.”

__ADS_1


Di kerumunan orang-orang itu ada pula yang mencemooh, namun ada pula yang mengatakan kalau Mira dan Ilham cocok sekali.


Akhirnya membuat Wanda sempat mengerahkan tenaganya untuk melabrak mereka. Kalau tidak dipisahkan oleh Gigih ; tunanganya. Mungkin saja akan menyebabkan keributan di pesta pernikahan yang sedang berlangsung.


Sementara itu, di sebuah tempat perjamuan, seorang wanita dengan balutan dress berwarna ungu tampak meminum jus jeruk dengan tatapan kosong. Wanita itu adalah Natasha. Tidak percaya kalau Ilham benar-benar akan menikah dengan wanita itu.


“Jangan kau kacaukan pernikahan Ilham! Salah kau sendiri, kau berani berselingkuh dengan Ilham!” Bisik Angga di telinga Natasha, sambil meraih minuman di atas meja.


Natasha tersentak kaget dengan kedatangan Angga secara tiba-tiba ada itu. lalu menatap Angga dengan sebal dan berkata. “Memangnya tidak ada kerjaan lain apa?! Sampai aku harus merusak pernikahan mereka.”


“Baiklah, kau memang jago berakting,’’


‘’Kalau kau berani menghancurkan mereka, kau akan berhadapan denganku, paham?” Ancam Angga.


Tidak ada sahutan dari Natasha, dia lebih memilih menikmati jus jeruknya lagi sambil menatap mereka berdua yang sedang bahagia.


Hari sudah semakin sore, beberapa orang sudah mulai meninggalkan gedung itu. Sebentar lagi acara akan segera usai.


Sedangkan untuk hiburan hanya ada penampilan dari band-nya Ilham dulu. Ilham sampai dipaksa untuk menjadi vokalis, karena tidak ada persiapan sama sekali, Ilham hanya menyanyikan lagu dengan sembarang. Atmosfer pernikahan menjadi sangat indah ketika Ilham bernyanyi karena tentunya hatinya sedang berbunga-bunga.


Setelah tampil, Ilham kembali menghampiri Mira, lalu berdehem dengan agak keras.


“Kamu sungguh cantik sekali, sayang!” Bisik Ilham tepat di telinga Mira nyaris mencium telinganya.


Namun Mira langsung menghindar dan berkata. “Terima kasih,”


“Terima kasih sayang begitu dong, atau terima kasih suamiku yang tampan, begitu!”


“Iya nanti aku akan bilang seperti itu kalau sudah tidak ada orang di sini, ya.”


“Bagimana kalau kamu bilangnya saat malam pertama saja?” Balas Ilham.


Mira segera menoleh ke arah Ilham yang saat ini sedang tersenyum. Untuk beberapa saat Ia terdiam sambil menelan ludahnya susah payah.

__ADS_1


__ADS_2