Menikah Dengan Janda

Menikah Dengan Janda
Kehidupan Natasha


__ADS_3

Bodoh-bodoh! Kenapa dirimu bisa sebodoh itu Natasha, tidak ada yang perlu kau sesali lagi. Kau sudah mengambil keputusan, kau tidak boleh seperti ini. Ilham itu sudah menikah sekarang!


Cewek itu menyalahkan dirinya atas penyesalan yang tidak ada gunanya. Bahwa itu adalah bentuk dari galau yang saat ini sedang melandanya. Wajar saja dia masih kepikiran dengan mantan pacarnya, karena baru saja putus dengan Ilham. Apalagi setelah mendengar Ilham sudah menikah? Wah, rasanya galaunya menjadi naik ke level paling tinggi.


Semenjak Ayahnya pergi meninggalkan keluarganya karena bisnisnya bangkrut. Dan sekarang keluarganya jatuh miskin. Sebenarnya ekonomi keluarganya pas-pasan. Tetapi semenjak bisnis Ayahnya bangkrut keterpurukan itu menjadi terasa nyata sekali.


Menjadi wanita malam adalah pilihan terakhirnya. Memang dia sebenarnya tidak mempunyai pilihan sama sekali. Yang dia pikirkan untuk saat ini adalah mencari uang sebanyak mungkin. Putus kuliah adalah pilihan yang dirasa tepat. Sehingga dia bisa mencari uang yang banyak dan bisa menghidupi keluarganya.


Rasanya dia mau berteriak saja karena kondisi keluarganya saat ini. Tapi ada daya dia yang harus menanggung beban hidup keluarganya. Dia yang saat ini harus menopang ekonomi keluarga.


Kedua adiknya yang masih bersekolah harus dia perhatikan demi melangsungkan pendidikanya. Sedangkan Ibunya sering sakit-sakitan dan tentunya butuh obat untuk kesembuhanya. Mau tidak mau Natasha harus menggantikan peran sebagai seorang Ayah.


Wah, Natasha rasanya ingin menjerit saja mengalami hal berat seperti itu. Pekerjaan model sudah dia tinggalkan. Daripada urusanya tambah ribet saja dengan rival, lebih baik dia keluar saja.


Sekarang, yang harus dia lakukan adalah mencari uang yang banyak, tidak mempedulikan harga diri, tidak mempedulikan laki-laki, hidup bebas sebebas-bebasnya seperti terbang di udara.


......


Kelima anak cowok sedang duduk melingkar di bangku panjang, saling bercengkrama ria, di sela-sela jemarinya terselip sebatang rokok yang asapnya mengepul terbang bebas.


“Akhir-akhir ini, aku tidak melihat Natasha ada di kampus!”


“Ya aku juga sama, tidak melihatnya.”


“Dia sudah tidak berangkat akhir-akhir ini memang!”


“Kenapa?”


“Aku tidak tahu, aku kan bukan Ibunya dia.”


Langsung disambut dengan cekikikan teman-teman setelahnya.


“Ilham pun sekarang sudah tidak kumpul-kumpul lagi bersama kami, tidak menyangka sekarang dia sudah menjadi orang sukses dan mempunyai istri.”


Dulu Ilham sering mengajak Natasha ke warung itu dan nongkrong-nongkrong di warung itu sembari menunggu kelas. Jadi ketika tidak ada mereka lagi seperti ada yang kurang saja.

__ADS_1


“Kau kapan menikah Zam? Kau itu sudah sangat tua sekali, kau seharusnya sudah mempunyai anak lima!”


“Apa yang kau katakan itu ngawur sekali!”


“Mau aku patahkan kepalamu?!”


“Eh, ampun boss, galak sekali!”


Lagi-lagi mereka terkikik, tertawa dan bercanda sampai heboh sekali. Angga sedari tadi tidak menimpali obrolan mereka. Cowok itu lebih memilih menatap lurus ke depan dengan pikiranya sendiri.


Kenapa dengan Natasha? Mengapa cewek itu tidak muncul lagi? Apa dia sedang mempersiapkan kejahatan untuk menghancurkan rumah tangga Ilham?


Ya, kedua orang itu sudah seperti musuh bebuyutan saja jika bertemu. Berdebat tanpa mengenal waktu dan tempat. Sama-sama keras kepala memang.


Tidak ada Natasha yang bisa diajak ribut sekarang, keberadaanya yang tidak ada di kampus akhir-akhir ini mengundang tanda tanya besar.


......


Buat apa aku menanyakan alamat rumahnya Natasha? Baiklah, aku menanyakan alamat rumah Natasha karena aku hanya ingin berdebat denganya! Kalau seandainya dia mau melakukan kejahatan kan, aku bisa menghentikanya.


Setelah keluar masuk ke gang sempit nyaris hendak menabrak bocah yang lewat. Menabrak apa saja yang ada di balik perumahan itu karena benar-benar sempit sekali. Akhirnya Angga menghentikan motor di depan sebuah rumah kecil -sampai tak yakin kalau rumah itu adalah rumahnya Natasha.


Tapi tidak salahnya untuk mencobanya terlebih dahulu. Ketukan kepalan tangan pun sudah mendarat di pintu rumah itu. Sudah tiga kali tidak ada sahutan dari dalam. Angga pun memilih menunggu di depan dengan memandang ke sekeliling.


“Ada apa mas?” suara dari dalam mengagetkan lamunan Angga. Cowok itu langsung balik badan dan mendapati seorang wanita yang sedang berdiri di ambang pintu dengan muka melongo. Natasha.


“Kau?” Natasha terbengong, kaget.


“Mau apa kau kesini?”


“Pergi dari sini!” Natasha sudah akan menutup pintu lagi, tapi langsung ditahan oleh Angga.


“Jangan terlalu percaya diri kau, aku tidak sengaja datang kesini tau!”


“Kubilang pergi sekarang!” Natasha mengusir Angga. Dia sudah akan menutup pintu dari dalam. Tapi satu tangan Angga langsung terjulur ke dalam dan alhasil jarinya terjepit oleh pintu yang di dorong oleh Natasha.

__ADS_1


“Oh sial! Tanganku, hei, buka pintunya sekarang Natasha!” pekik Angga.


Natasha agak kaget juga dengan apa yang sedang dilakukanya. Buru-buru dia menarik pintu kembali. Seketika Angga langsung menarik tanganya dan mengibas-ngibaskan jari jemarinya. Meringis kesakitan setelahnya.


Natasha langsung berdehem, merasa dirinya tidak bersalah sama sekali. Angga yang main menjulurkan tangan sendiri.


“Kau tinggal di sini?” tanya Angga kemudian.


“Memangnya selama ini kita saling bertanya? Saling mengenal? Tidak kan?” Suara Natasha langsung judes. Memang keduanya sudah tidak akrab lagi semenjak Natasha putus dengan Ilham.


“Iya memang!” Jawab Angga enteng. Tidak mau kalah.


“Yasudah, apa yang kau lakukan di sini, pergi sekarang!” Natasha sudah akan menutup pintu kembali. Tapi lagi-lagi tangan Angga terjulur, kali ini mencekal lengan Natasha.


“Apa? Kau sentuh aku? Berani sekali kau!”


“Kita belum selesai bicara dan kau malah mau pergi begitu saja, tidak bisa begitu dong.”


“Apa lagi? Aku sudah tidak ada urusan denganmu!”


Apa aku bertanya saja, ya? Kenapa dia tidak masuk kuliah?


“Kenapa kau tidak terlihat di kampus, akhir-akhir ini?” akhirnya terucap juga dari mulut Angga.


“Terlihat? Kau pikir aku hantu apa?” Natasha mendadak sensitif sekali.


Sepertinya wanita itu sudah kesal setengah mati dengan Angga. Apa yang dikatakanya seakan harus dipertimbangkan lebih dulu. Angga langsung terkekeh menganggap perkataan Natasha barusan itu lucu sekali.


“Memang kau itu hantu! Mahluk astral!” Jawab Angga masih ada sisa ketawa.


Ini tidak lucu sama sekali Natasha!


Tidak usah kau ladenin.


“Sekarang kau pulang! Cepat! Atau aku akan memanggil Pak RT untuk mengusirmu?!” Ancam Natasha dengan pelototan mata super tajam. Agar Angga cepat pergi dari rumahnya.

__ADS_1


Tubuh Angga langsung didorong dengan paksa oleh Natasha, Angga pun menyerah, dia sudah naik ke atas motor dengan mendengus. Setelah kepergian Angga, Natasha kembali masuk ke dalam dengan memegangi pelipis.


__ADS_2