Menikah Dengan Janda

Menikah Dengan Janda
Pulang


__ADS_3

Ternyata seperti ini, susahnya mencari uang! Gumam Ilham.


Walaupun terkadang sungguh berat menjalaninya. Namun Ilham mampu bertahan hidup selama satu bulan lebih dengan jauh dari rumah. Yang biasanya makan enak di rumah, sekarang Ia harus rela makan seadanya. Yang biasanya Ia menggunakan mobil untuk mengajak kencan para gadis, sekarang Ia hanya menggunakan motor. Hanya dengan motornya yang menemani kemana-mana dia pergi.


Kini, uangnya sudah habis dan Ia belum kunjung mendapatkan job. Sedangkan Ilham masih mempunyai hutang kepada Angga. Walaupun Angga tidak menagihnya, namun Ia merasa tidak enak dengan Angga.


Bar, angkringan, Ilham sudah tidak pernah lagi mengunjungi tempat itu. Ia sudah tidak lagi berkumpul bersama teman-temanya, Ia juga sudah tidak lagi mengikuti kopdar ke luar kota.


Cinta Mira merubah diri Ilham sepenuhnya. Namun, sekarang Ia belum bisa meyakinkan Mira kalau dirinya benar-benar mencintainya dan ingin menjalin hubungan dengan serius yaitu ; menikah.


Namun, tampaknya Mira masih belum percaya. Entah dengan cara apa lagi, Ilham harus menunjukanya.


.....


Di Taman Kanak-kanak.


“ Rafa, Papa Ilham akan mengajak Rafa ke rumah Papa Ilham. ” kata Ilham. “ Papa punya adik, namanya Raihan, Rafa bisa bermain bersama dia, di rumah banyak sekali mainan. Rafa mau tidak? ” Ilham meneruskan sambil berjongkok.


Rafa sekarang memanggil Ilham dengan sebutan Papa. Hal ini, memang Ilham sendiri yang memaksa Rafa untuk memanggil dirinya Papa. Untungnya, Rafa mau memanggil Ilham dengan sebutan Papa. Bahkan, Rafa sepertinya sangat senang sekali.


“ Rafa mau Papa Ilham! ” Balas Rafa kegirangan.


Ilham pun segera menggendong tubuh Rafa dan menaruhnya di depan. Ilham mengangguk ke arah Sri dan segera melajukan motornya.


Ilham terpaksa pulang ke rumah karena Kirana menyuruhnya pulang. Katanya ada sesuatu yang ingin dibicarakanya.


.....

__ADS_1


Ilham telah sampai di depan sebuah rumah yang sedikit Ia rindukan. Ia tidak menyangka telah meninggalkan rumah ini selama satu bulan lebih.


Kirana langsung bergegas keluar saat mendengar ada suara deru motor yang sangat familiar di telinganya. Ketika mendapati Ilham sedang turun dari motor. Kirana langsung mendekat dan menautkan kedua alisnya karena Ilham bersama seorang anak kecil mengenakan seragam Taman Kanak-kanak dan di bahunya tersampir tas punggung.


“ Ini siapa, Ham? Anak siapa? ” tanya Kirana.


“ Ini anak Ilham, Ma! ” jawab Ilham. “ Rafa, salim sama Nenek! ” lanjut Ilham sambil menggandeng tangan Rafa.


Rafa pun meraih punggung tangan Kirana dengan ragu. Kirana yang masih terbengong tetap meraih tangan Rafa dan tersenyum kepadanya.


“ Nanti Ilham jelaskan semuanya, Ilham akan membawa Rafa menemui Raihan terlebih dahulu. ” Kata Ilham, lalu segera melangkah masuk ke dalam rumah.


Kirana hanya mengangguk, dirinya masih diliputi oleh rasa penasaran dengan anak kecil dalam gendongan Ilham saat ini.


Ilham langsung membawa Rafa menaiki tangga menuju kamarnya Raihan. Namun di dalam kamarnya tidak ada. Ia pun menuju ke kamarnya, mungkin saja Raihan sedang ada di kamarnya. Karena biasanya adiknya itu suka sekali jika berada di kamarnya. Ternyata Raihan memang ada di dalam, sedang menulis sesuatu di buku.


“ Kak Ilham! ” Raihan terlonjak saat mendapati Ilham berdiri di depanya. Lalu, pandanganya teralihkan kepada anak kecil yang mengenakan seragam TK yang sekarang ada dalam gendongan Kakaknya.


“ Ini anak Kakak, ” jawab Ilham sambil terkikik.


“ Anak Kakak? ” Raihan menautkan kedua alisnya.


“ Rafa, ini Raihan. ‘’ katanya. ‘’ Panggilnya apa, ya, ‘’ Rahangnya mengeras seraya berfikir, ‘’Kak Raihan aja. ” Lanjutnya setelah menemukan panggilan yang pantas untuk Raihan.


Ilham lalu menurunkan Rafa dan Raihan langsung memegangi bahu Rafa dengan lembut.


“ Raihan, ajak Rafa bermain, ya. ” Kata Ilham, lalu berkata kepada Rafa kalau dirinya hendak ke bawah. Rafa pun menurut.

__ADS_1


Seketika itu, Raihan langsung mengajak Rafa ke kamarnya untuk mencari mainan yang di simpan dalam lemari kecilnya.


.....


Kirana yang sungguh penasaran sekali dengan anak kecil yang digendong Ilham itu segera menyergap pertanyaan ketika Ilham sudah turun dan duduk di sofa ruang tengah. Ilham menimpali dengan bercanda, kalau anak yang digendong itu adalah anaknya.


Setelah melihat Mamanya itu terlihat kesal, akhirnya Ilham menceritakan hal yang sebenarnya. Bahwa anak itu adalah anak seorang Janda yang suaminya telah meninggal karena kecelakaan mobil. Ilham juga menjelaskan kalau wanita yang dicintainya itu adalah Janda yang baru saja Ia ceritakan.


Jelas saja kirana kaget bukan main mendengar cerita Ilham barusan. Ternyata yang membuat Ilham berubah adalah seorang Janda.


“ Kamu yakin kalau kamu mau menikah dengan Janda itu? Apakah kamu tidak menyesal, banyak sekali para gadis yang suka denganmu dan bahkan mau menikah denganmu. Tetapi, kamu kenapa malah memilih Janda?! ” Kirana masih terlihat shock.


“ Ilham yakin, Ma, tidak ada keraguan sama sekali. Ilham sudah benar-benar mencintai Janda itu, selama ini Ilham sadar, Ilham hanya menggoda para wanita tanpa ada yang serius. Dan sekarang, Ilham ingin serius dengan Janda itu. ”


Kirana menarik napas panjang-panjang. Kirana sudah pasrah, sebenarnya Ia tidak setuju kalau Ilham menikah dengan Janda. Namun, mau bagimana lagi, cinta memang tidak bisa dipaksakan. Ia menurut saja dengan kemauan anaknya. Yang terpenting Kirana ingin yang terbaik untuk Ilham.


Sepertinya keinginan Kirana untuk segera memiliki cucu akhirnya terjawab sudah. Ia langsung memiliki cucu bernama Rafa kalau Ilham dan Janda itu akhirnya menikah.


Kirana lalu menjelaskan mengapa Ia menyuruh Ilham untuk pulang. Kirana menyuruh Ilham untuk meminta maaf kepada Papanya, lalu bersedia untuk bekerja di kantor dan tentunya mengutarakan keinginan untuk menikah. Dengan begitu, pasti Papanya akan setuju.


Ilham tampak menimbang-nimbang perkataan Mamanya barusan. Selama ini dirinya memang selalu keras kepala, tidak mau menerima nasihat dari siapa pun.


Sekarang Ia sedang dilanda asmara kepada Mira. Ia benar-benar sudah mencintai Mira dan ingin menikah denganya. Apakah dengan Ia kembali ke rumah, lalu bekerja di kantor, mungkin saja akan lebih mudah untuk segera menikahi Mira? Dan mungkin Mira akan menerimanya karena dirinya sudah mempunyai pekerjaan tetap.


“ Pikirkan baik-baik, Ilham, jika kamu jauh dari rumah, bagimana kamu akan mengurus pernikahan?Kalau kamu di rumah, Mama akan mengurus pernikahanmu dan tentu saja calon istrimu akan siap menikah denganmu. Karena kamu sudah mempunyai pekerjaan tetap. Lagi pula, calon istrimu kan sudah mempunyai anak, kamu harus bertanggung jawab terhadap anak itu. Kalau kamu bekerja di kantor, kamu akan lebih mudah memenuhi kebutuhan anak dan istrimu. ” Kirana menasehati Ilham panjang lebar. Kirana berharap Ilham dapat melakukan itu semua.


“ Baiklah, akan Ilham pikirkan baik-baik perkataan Mama barusan. ” Jawab Ilham setelah beberapa saat.

__ADS_1


“ Sekarang, kamu makanlah! Kamu sungguh terlihat sangat kurus sekali. ” Suruh Kirana. “ Mama ingin bertemu dengan calon cucu! ” Lanjutnya sembari bangkit dari kursi.


Sedangkan Ilham hanya menggeleng kepala.


__ADS_2