Menikah Dengan Janda

Menikah Dengan Janda
Ngambek


__ADS_3

Ilham memarkirkan motornya di garasi. Kemudian, Mira turun dari atas motor begitu mesin motor sudah mati. Sedangkan Ilham masih berdiri di atas motor sembari melepas helm.


Ilham menautkan kedua alisnya karena mendapatkan istrinya itu masih cemberut sedari tadi. Ilham sebenarnya mau ketawa, namun hanya Ia tahan. Kalau tidak Ia tahan, mungkin saja istrinya itu akan marah besar.


Tadi setelah dirinya mencari mesin ATM terdekat dan kembali ke sana kurang lebih selama 15 menit an. Dilanjut ngobrol dengan teman-temanya sekitar 20 menit an. Setelah itu, baru keduanya beranjak dari sana.


Selama perjalanan dari tempat tongkrongan menuju ke rumah, Mira tidak bersuara sedikit pun di atas boncengan. Wanita itu terus mengatupkan mulut rapat-rapat. Hal itu membuat Ilham menjadi gemas saja dengan kelakuan istrinya.


“Heiii!” sapanya begitu Mira hendak nyelonong saja ke dalam. “Kenapa masih cemberut begitu?” lanjutnya.


Mira menghentikan langkah, menoleh ke arah suaminya dengan wajah yang masih cemberut.


“Kamu tadi mengerjaiku?” balasnya langsung dengan nada suara tinggi.


Lagi-lagi Ilham hanya bisa menahan tawanya agar tidak meledak saat itu juga.


“Maafkan aku sayang, tadi aku hanya sebentar saja tauk! Tidak ada 5 menit kan?”


“15 menit!” potong Mira dengan suara kembali meninggi.


Mira jadi heran sendiri. Kenapa bisa marah-marah seperti itu?


Tadi dia selalu melongok arloji, menunggu suaminya itu kembali. Rasanya seperti Ilham tidak akan kembali saja. Walaupun di sana ngobrol panjang lebar dengan Ibu pemilik warung, tapi tetap saja wanita itu merasa kalau suaminya sedang mengerjainya.


Kenapa tidak diperbolehkan ikut?


“Segitunya menungguku sampai menghitungnya segala,” goda Ilham.


“Sudahlah, aku mau masuk dulu, mau cuci muka!” Suara Mira terdengar judes.


Mira lalu bergegas masuk ke dalam rumah melalui pintu garasi yang terhubung dengan ruang keluarga. Namun beberapa detik kemudian, Mira kembali nongol dari sana.


“Kenapa kamu masih duduk di situ? Kenapa tidak masuk?”


Alhasil, senyum tipis langsung terbentuk di bibir Ilham. Nah! Istrinya kembali menunjukan perhatian walaupun lagi marah.

__ADS_1


Ilham lalu turun dari atas motor. Berjalan masuk ke dalam rumah dengan bergegas. Istrinya itu terlihat hendak akan melangkah menuju kamar. Namun Ilham langsung berhambur dan memeluknya dari belakang.


Alhasil, Mira agak terkejut dengan apa yang dilakukan oleh suaminya kepadanya. Ilham lalu mencium tengkuk istrinya sembari melingkarkan kedua tangan ke tubuh Mira.


“Apaan sih! Lepaskan! Aku mau cuci muka!” berontaknya.


“Hustt...,” lirihnya tepat di telinga Mira. “Biarkan aku seperti ini dulu untuk beberapa saat.” Ilham memejamkan mata.


Mira hanya bisa pasrah dengan perlakuan itu. Menunggu suaminya melepaskan rengkuhanya.


Tak lama Ilham melepas kedua tanganya dari tubuh Mira. Langsung tuh Mira bergegas masuk ke dalam kamar.


.......


Mira masuk ke dalam kamar setelah tadi habis dari dapur. Mendapatkan Ilham tengah terbaring dengan posisi tengkurap. Dengan tubuh yang tidak berbalut dengan kaus. Serta hanya mengenakan celana pendek saja. Sepertinya suaminya itu sudah terlelap.


Mira menghela berat. Jadi merasa kasihan kalau melihatnya begitu. Lalu Ia meraih selimut dan membentangkanya menutupi seluruh tubuh suaminya sampai punggung.


“Selamat malam suamiku,” lirihnya tepat di telinga Ilham. Tapi suaminya itu tidak merespon apa-apa. Mungkin memang beneran sudah tidur!


Buru-buru Mira meraih ponsel, mencari kontak sang Mama, tetapi detik berikutnya, Mira mengurungkan niatnya.


Mira berfikir sejenak. Apa tidak akan mengganggu sang Mama menelponya malam-malam begini? Mungkin saja Mamanya itu sudah tidur.


Mira tentu saja mencemaskan Rafa. Takut bocah itu akan menangis di sana lalu minta dianter pulang seperti kejadian waktu dirinya dan Ilham baru saja menikah.


Tetapi tidak ada kabar dari Mamanya. Pasti kalau Rafa kenapa-kenapa. Mamanya itu akan langsung mengabarinya. Mira pun meletakan ponsel kembali. Berusaha untuk menenangkan diri.


Wanita itu lalu naik ke atas ranjang dan membaringkan tubuh di samping suaminya. Detik berikutnya, Ia menoleh, masih mendapatkan Ilham tidak bergerak sama sekali. Lalu tatapanya kembali ke langit-langit kamar.


Pada saat dirinya sedang melamun. Tiba-tiba saja ada dengusan yang terdengar di telinga Mira. Ilham tengah mendekatkan tubuh dan langsung memeluk Mira.


“Kamu belum tidur?” tanya Mira berusaha menatap wajah suaminya.


“Sudah tidur,” jawabnya nyaris dengan suara lirih.

__ADS_1


Kok bisa jawab? Aneh! Apa dia ngigau? Gumam Mira dalam hati.


“Besok setelah selesai meeting, aku akan segera pulang dan kita akan segera berangkat bulan madu.”


Seketika Mira membulatkan mata dengan sempurna di balik dada suaminya yang tanpa kaus itu.


Bulan madu? Kini jantung Mira jadi berdetak kencang. Sebenarnya Ia sudah amat sangat siap. Tapi entah kenapa gugup selalu melandanya ketika sang suami membahasnya.


Tapi apa pun itu. Ia harus siap sepenuh hati. Memberikan mahkota berharga kepada suaminya. Berharap dapat melupakan masa-masa indah dengan mendiang suaminya dulu. Lalu dapat membuka hati dan menjalankan kehidupan rumah tangga yang baru dengan Ilham.


“Aku sudah siap suamiku, aku akan melakukan tugasku sebagai seorang istri. Maaf aku, jika aku pernah membuatmu kecewa.” Lirih Mira.


“Aku juga berusaha untuk mengerti perasaanmu sayang, jika kamu ingin melakukanya sekarang. Akan aku lakukan!”


Lagi-lagi Mira jadi salah tingkah sendiri dalam pelukan suaminya itu.


”Tetapi kalau kamu belum siap, aku juga tidak akan memaksa. Tetapi ketahuilah, aku sudah sangat ingin melakukan hubungan suami istri, sayang. Kamu tau kan? Jadi aku berharap, kamu sudah siap pada saat kita bulan madu.” Lanjutnya panjang lebar, setengah sadar dan setengah tak sadar.


“Aku-aku siap suamiku. Aku akan membuang jauh-jauh kenangan dulu. Dan aku harap, semuanya akan tergantikan olehmu sepenuhnya.” Balas Mira tanpa menatap suaminya.


Mira menunggu respon Ilham berikutnya. Namun beberapa menit kemudian, hening menyelimuti keduanya. Suasana kamar juga ikut jadi sunyi senyap.


Lantas, Mira kembali berusaha untuk dapat melihat wajah suaminya. Tapi kedua mata Ilham terpejam.


Jangan-jangan dia ngigau lagi? Masa sih ngingau? Ah! Menyebalkan! Dengus Mira dalam hati.


Mira akhirnya memejamkan mata dalam dada suaminya dengan perasaan agak kesal. Namun dia cepat-cepat menghadirkan bayangan bulan madu yang sepertinya akan jadi moment yang bersejarah.


.......


Hari ini Ilham ingin cepat-cepat selesai meeting. Sedangkan Mira juga terlihat sangat bahagia sekali karena setelah suaminya itu selesai meeting. Mereka berdua akan segera pergi berangkat bulan madu.


Saat ini Ilham sudah siap hendak berangkat ke kantor dengan semangat. Mencium kening Mira dan berganti ******* bibir istrinya dengan jail tanpa meminta ijin terlebih dahulu. Memang sudah sering keduanya lakukan. Sebagai bentuk rasa sayang.


Setelah nanti meeting selesai. Ilham akan segera pulang dan mempersiapkan bulan madu. Menghabiskan waktu beberapa hari ke depan, hanya dengan sang istri.

__ADS_1


Mobil Ilham telah menghilang dari pandangan. Mira pun kembali ke masuk ke dalam untuk bersiap menjemput Rafa. Namun tiba-tiba saja Kirana sudah menelponya.


__ADS_2