Menikah Dengan Janda

Menikah Dengan Janda
Tidak Ada Pilihan Lain


__ADS_3

Seorang cewek tengah berjalan dengan langakah agak bergegas memasuki sebuah hotel. Sebelum dia benar-benar masuk ke dalam sana, dia clingukan terlebih dahulu, memastikan bahwa tidak ada seseorang yang Ia kenal melihatnya. Setelah dirasa oke, dia melangkah masuk.


Namun ada seorang cowok yang mengernyitkan kening di depan lobi hotel itu, rahangnya tengah mengeras. Menerka-nerka seperti mengenal perempuan yang barusan lewat.


Setelah nama perempuan itu terlintas di benak laki-laki itu, Angga langsung bangkit dari duduknya dan bergegas masuk ke dalam hotel.


Beruntung saja, wanita itu tengah bertanya kepada resepsionis. Kemudian cewek itu meninggalkan resepsionis, setelah urusanya selesai.


Begitu Natasha pergi dari sana, Angga langsung membuntuti langkahnya dengan pelan. Sesekali harus menghentikan langkah karena cewek itu sempat menghentikan langkah juga dan menoleh ke belakang.


Natasha tampak berhenti di depan sebuah pintu, lalu satu tangan terangkat, mengetuk pintu kamar hotel itu.


Angga memperhatikan dari jarak yang agak jauh, namun dia masih melihat dengan jelas objek yang sedang diamatinya itu.


Tak lama, keluar seorang pria dengan setelan kemeja biru, mempersilahkan Natasha untuk masuk. Natasha pun mengangguk lalu melangkah masuk ke dalam kamar.


Lantas, pria itu menutup pintu hotel setelah sebelumnya sempat memandang berkeliling.


Angga langsung berspekulasi di tempatnya berdiri. Tidak mungkin kalau pria itu adalah Ayahnya Natasha, spekulasi yang amat konyol.


Atau pacar? Paman?


Sepertinya pikiran Angga masih terlalu polos sehingga sampai berspekulasi seperti itu. Hingga beberapa detik kemudian, kedua mata cowok itu tampak terbuka lebar.


Apa jangan-jangan, pria itu adalah lelaki hidung belang? Ya, sudah pasti itu.


Lalu apakah Natasha akan menjual diri? Wah, Angga langsung lemas seketika itu juga. Tulang-tulang yang berada dalam tubuhnya seperti dilolosi satu persatu-satu.


Apa yang menyebabkan cewek itu menjual dirinya kepada lelaki hidung belang?


…….


“Kamu sangat cantik sekali,” ujar pria itu. Satu kancing teratas sudah terbuka. Lalu berjalan mendekati Natasha.


Natasha tidak menghindar, tetap berdiri di tempat, jari-jemari kasar pria itu sudah menelusuri tiap inci dari lehernya sampai turun ke dada.


Bahkan pakaianya sudah akan dilepas oleh pria itu. Napas yang menderu juga keluar dengan kasar dari mulut pria itu. Jari-jemari pria itu berganti menelusuri ke rambut Natasha yang lurus dan bergelombang.

__ADS_1


Pria itu lalu melepaskan kancing kemeja yang saling terkait. Melepaskan kemeja dan melemparkan dengan kasar ke atas ranjang.


Lalu kembali mendekati Natasha, kini kepala pria itu menelusuri tiap inci lehernya dengan erangan menyertainya.


Natasha langsung bereaksi, dia tidak bisa diam saja seperti ini. Apalagi kalau sampai air matanya meleleh. Jelas saja dia akan membenci diri sendiri.


“Aku sudah tak tahan untuk segera melakukan ini, sayang.” Kata pria itu disertai dengan erangan yang tambah keras.


Ini adalah pilihan Natasha sendiri. Tidak ada paksaan dari pihak mana pun. Bahkan dia sendiri yang memilih terjun ke jurang menyesatkan ini.


Pria itu dengan ganas sudah melucuti semua pakaianya. Hingga kini tubuhnya tanpa helai kain sedikit pun.


…….


Angga menunggu Natasha keluar dari hotel, kedua tangan cowok itu terlipat di depan dada. Sesekali melirik ke arah pintu masuk hotel.


Angga sadar bahwa itu bukanlah urusanya. Toh, selama ini dia tidak peduli dengan Natasha semenjak cewek itu putus dengan Ilham.


Tetapi ada desakan dari dalam yang menyuruh untuk menunggu Natasha keluar dari hotel.


Hingga pada lirikan ke 16, Natasha tengah keluar bersama dengan pria tadi. Dengan senyum merekah di setiap bibir mereka masing-masing. Mereka tengah berjalan menuju mobil.


“Angga? Ngapain kamu di sini?!” ujar Natasha terkejut dengan sosok Angga yang sudah berdiri di depanya. Mulutnya ternganga.


“Harusnya aku yang tanya sama kamu, apa yang sudah kamu perbuat tadi!” suara Angga malah meninggi. Tiba-tiba ada rasa sakit di dalam hati.


Pria di dalam mobil hanya menatap Angga dengan sekilas. Tidak tertarik. Seakan tidak mau ikut campur ke dalam masalah mereka berdua, pria itu sudah memundurkan mobil dan segera beranjak dari sana setelah sebelumnya sempat menekan klakson dengan keras.


Natasha tetap terdiam, tidak bisa langsung merespon pertanyaan yang Angga lontarkan. Natasha tidak menduga kalau bertemu dengan Angga di tempat ini.


“Kamu tuh kok jadi suka sekali sih ikut campur sama masalah aku? Aku tekankan sekali lagi ya, ini bukan urusanmu dan kamu tidak perlu tau apa yang aku lakukan tadi,” ucap Natasha tak kalah meninggi.


“Kamu menjual tubuhmu sama pria itu?” Angga tidak habis pikir, menggeleng kepala.


“Kamu sepertinya udah gila ya, menjual tubuhmu ke laki-laki hidung belang.” Lanjut Angga.


“Aku memang udah gila! Kenapa memangnya?” pekik Natasha, entah kenapa kedua matanya memanas.

__ADS_1


Cewek itu buru-buru menjulurkan tangan ke dalam tas dan mengeluarkan ponsel dari sana. Seketika tatapanya terpaku pada layar ponsel. Segera memesan ojek online.


Namun Angga langsung merebut ponsel dari genggaman tangan Natasha.


Alhasil, Natasha terkejut sekali dengan itu. Berusaha merebut kembali ponselnya, tetapi tenaganya sangat lemah. Apalagi tadi habis melakukan enak-enak. Beberapa bagian tubuhnya masih terasa sakit.


“Aku akan mengantarmu pulang,” ucap Angga sambil berlalu dari sana, mengambil motornya dan memberhentikan motor tepat di depan Natasha.


“Naik!” suruh Angga memaksa.


“Tidak mau!” balas Natasha. Judes.


“Naik atau HP-mu aku sita!”


“Ck, kamu apaan sih Ngga!” decak Natasha.


Karena Handphone dirinya ada di cowok itu. Akhirnya Natasha mau naik ke atas boncengan dengan perasaan dongkol.


……..


“Apa kamu melakukan ini karna kamu merasa sakit hati sama Ilham? Karna ditinggal menikah sama Ilham? Karna Ilham sekarang udah jadi CEO dan kamu-”


“STOP!” ucap Natasha setengah membentak.


“Suaramu bikin aku sakit saja tau tidak! dan semua yang kamu katakan barusan itu, tidak benar sama sekali.” Lanjutnya.


“Lalu apa alesan kamu ngelakuin itu?!” Entah kenapa Angga jadi kepo berat dengan alasan Natasha melakukan itu.


“Lebih baik kamu pulang aja sana dan makasih udah anterin aku pulang!” Natasha langsung bergegas masuk ke dalam rumah, menggebrak pintu dengan keras.


Angga menghela napas dengan berat. Natasha adalah perempuan yang keras kepala, misterius dan dinginya minta ampun.


Angga juga tidak tahu kenapa dirinya harus kepo dengan kehidupan Natasha. Padahal dia hanya ingin memastikan kalau Natasha tidak akan lagi mengganggu kehidupan Ilham yang sudah bahagia.


Tetapi sepertinya dirinya terlalu berlebihan. Ah, semuanya terlalu membingungkan bagi Angga.


Seketika Angga segera melajukan motor meninggalkan rumah Natasha.

__ADS_1


Natasha itu adalah perempuan yang sangat misterius. Angga kira, Natasha adalah anak seorang dari pengusaha kaya raya. Tetapi ternyata ada rahasia terbesar yang membuat Angga ingin menggalinya lebih dalam.


__ADS_2