Menikah Dengan Janda

Menikah Dengan Janda
Bulan Madu (2)


__ADS_3

Mira sempat mencemaskan Rafa setelah mendengar suara rengek anaknya di ujung ponsel. Tetapi Ilham segera menenangkanya. Sang Mama juga menyuruh Mira untuk tidak usah mengkhawatirkan Rafa untuk sementara waktu. Sang Mama berjanji, akan mencoba membujuk dan menghibur Rafa.


Mira akhirnya bisa tenang. Lagi pula, Ia tidak mau hal itu mengganggu moment-moment romantis mereka berdua yang mungkin, sebentar lagi akan terjadi.


Semua pikiran cemas dan takut Ia enyahkan jauh-jauh. Semua kenangan dulu bersama mendiang suaminya, juga ikut menghempas.


Saat ini sudah ada pengganti untuk selamanya. Mira berharap, Ilham adalah laki-laki di hidupnya yang jadi terakhir yang Ia miliki. Sekarang, Mira ingin menghadirkan Ilham seutuhnya di dalam hatinya.


Mira sudah siap lahir dan batin, Ia sudah siap melakukan tugasnya sebagai seorang istri, Ia sudah siap memberikan tubuh sepenuhnya kepada sang suami.


Mira tak mau membuat Ilham kecewa lagi. Seperti di malam pertama pernikahan keduanya.


Kedua bibir itu kini telah menyatu menjadi satu tanpa jarak memisahkan keduanya. Ilham sudah telanjang dada, sedang celana pendeknya masih menutupi bagian bawahnya.


Mira berada di bawah tubuh Ilham dengan balutan lingeri seksi. Hal ini membuat Ilham semakin menggila saja mendapati hal itu dikenakan oleh istrinya. Masih terlihat seksi dengan balutan itu walaupun seorang Janda. Seketika seluruh anggota tubuh Mira sudah dijamah oleh mulut Ilham dengan ganas tanpa ada yang tersisa dalam sekejab.


Dalam beberapa detik saja keduanya sudah tanpa helai kain sedikit pun yang menutupi bagian tubuh mereka. Di atas ranjang putih yang akan menjadi saksi atas percintaan mereka berdua.


“Tenang saja sayang, aku akan melakukanya dengan pelan-pelan saja, ” ujar Ilham disertai dengan desahan. Sudah bersiap-siap hendak memasukan pesawatnya ke dalam lubang milik istrinya.


Mira mengangguk dengan gugup. Awalnya dia diserang rasa gugup dan takut, tetapi dia mencoba untuk siap.


Lama kelamaan Mira malah menjadi agresif dengan permainan yang diberikan oleh Ilham.


Mira merasakan sensasi bercinta yang terasa berbeda. Melakukan dengan Ilham dengan sepenuh cinta. Padahal ini belum sampai mencapai klimaks percintaan.


Kedua tanganya sudah menjelajahi area tubuh Ilham yang kotak-kotak itu. Sesekali bertumpu pada bahunya yang bidang.


Ilham terus menekan tubuhnya tanpa jeda dengan tempo agak cepat. Dengan napas yang menderu, desahan dan erangan yang menyeruak dalam hening, sepasang suami istri itu tengah merasakan kenikmatan bercinta di atas ranjang.


 


…….


 


Kedua mata Mira terbuka dengan perlahan. Langsung disambut oleh sinar mentari pagi yang masuk ke dalam kamar melalui jendela. Mira menoleh ke samping, Ilham sudah tidak ada di sampingnya.

__ADS_1


Ke mana perginya Ilham? Apa dia sedang mandi?


Mira ingin bangun saat itu juga, tetapi dia merasakan lelah, malas untuk bangun dari ranjang.


Mira merasakan tubuhnya pegal-pegal lalu merasakan bagian miliknya terasa sakit. Dia seperti tidak berdaya untuk bangun sekarang. Mungkin akan menunggu Ilham datang saja ke kamar.


Ada sebuah senyum yang menghiasi bibir manisnya. Sebuah bekas kecupan terlihat ada di mana-mana. Seketika jari-jemari Mira terangkat dan menyentuh bibirnya. Adegan berciuman tadi malam seperti terekam kembali di kamar itu bak layar lebar.


Adegan pesawat Ilham masuk ke dalam miliknya. Mira merasakan tubuh Ilham yang kekar begitu membuatnya bergairah. Tubuhnya yang terus menekan tanpa ampun terbayang-bayang dalam benak, bergiliran terekam kembali.


Lalu pada saat dirinya dan Ilham mencapai puncak *******. Mencapai puncak kenikmatan dalam bercinta. Dirinya seperti terbang bebas.


Napas yang menderu, erangan, desahan, semuanya menyatu menjadi satu tadi malam.


 


……


 


Pandanganya menatap lurus ke depan, memandang ke kolam renang, sesekali ke tanaman-tanaman yang sedang diterpa cahaya pagi.


Tubuh telanjangnya Ia biarkan diterpa sinar mentari pagi. Dengan ditemani secangkir kopi di atas meja.


Sedang di sela jarinya terselip sebatang rokok yang masih menyala kemerahan, ujung rokok itu mengeluarkan asap yang kemudian mengepul terbang di udara. Sesekali dihisapnya sebatang rokok itu dengan penuh kenikmatan.


Pagi menyambut, meninggalkan malam yang terasa indah. Senyum tipis yang menjadi semakin lebar tat kala kembali membayangkan adegan bercinta dengan istrinya tadi malam.


Selama ini, dia sudah sangat menginginkan hal itu. Bercinta dengan istrinya di atas ranjang. Napsu yang sudah menggebu lama sekali dari hari pertama pernikahan. Tapi tadi malam semuanya seakan telah terbalas.


Dirinya tidak mampu menepati janjinya. Dirinya tidak bisa mengontrol untuk tidak mengerahkan semua tenaganya, hingga terlupakan akan melakukanya dengan pelan-pelan.


Mungkin karena tergoda dengan lingeri yang dikenakan oleh Mira dan gairah yang tidak bisa ditahan lagi.


Ilham juga merasakan tubuh Mira yang membuatnya begitu tergoda. Intinya tadi malam dia sangat puas sekali, tidak ada penyesalan sama sekali.


Ilham dapat melihat Mira seperti menahan sakit waktu awal, ada sedikit keraguan di sana, ada kekhawatiran pula. Tetapi begitu di tengah-tengah permainan cinta, dia berbuah menjadi agresif dan menikmatinya hingga mencapai *******.

__ADS_1


Membayangkan yang tadi malam, jadi memuat Ilham merasakan sesuatu tengah terbangun. Merasakan sesuatu miliknya mengeras. Seketika pikiranya menjadi liar.


Apakah melakukanya lagi pagi ini? Sepertinya Iya, karena pesawatnya sudah mengeras sedari tadi.


Ilham pun segera menghisap rokok itu sampai habis dan membuang sisa batang rokok di asbak. Lalu segera meneguk secangkir kopi sampai tandas.


 


…….


 


“Pagi sayangggg!” seru Ilham dengan tubuh masih telanjang dada. Berjalan menghampiri Mira dan langsung menghempaskan tubuh di samping sang istri yang masih terkapar di ranjang.


“Kamu habis dari mana saja?” tanya Mira dengan suara khas orang bangun tidur. Suaranya lirih.


“Baru menikmati udara segar di luar sambil merokok dan minum kopi,” jawabnya sambil menatap lekat wajah Mira. Mengelus rambut Mira yang masih berantakan tapi terasa lembut.


“Kok kamu tidak bangunin aku sih tadi? Aku jadi tidak membuatkan kopi untukmu dong,” Mira agak menyesal.


“Aku kasihan lihat kamu kaya kelelahan tadi, tidurnya juga kelihatanya nyenyak sekali, makanya aku tidak mau menganggu tidurmu.” Jawab Ilham dengan suara kalem.


“Lagi pula aku sedang bahagia sekali, kamu sudah menyerahkan mahkotamu kepadaku, akhirnya kita bisa melakukan itu sayang.”


“Gimana? Apa masih terasa sakit yang tadi malam?” lanjutnya setengah menggoda.


“Agak sedikit terasa sakit sih,” jawab Mira langsung tersipu malu.


“Bersiap-siap lah, aku akan melakukanya sekali lagi di pagi ini, sebelum kita melakukan aktivitas yang lainya.” Ilham segera mendaratkan bibir di kening Mira.


Seketika Ilham sudah mulai menggerayangi tubuh Mira kembali.


“Ilhamm! Hentikan! Kamu ini,” ujar Mira suaranya semakin lemah, kedua tanganya memegangi kedua bahu Ilham. Tak ayal, Ia kembali bergairah.


Maaf kurang ngena yaa, Author belum nikah soalnya hehe.


Jangan lupa follow ig-nya author yaa : @ahong.n

__ADS_1


__ADS_2