Menikah Karena Anak Tahfiz Qur'An

Menikah Karena Anak Tahfiz Qur'An
Chapter 30 - Saling Setuju


__ADS_3

Pupil mata Meyra membesar. Ia tentu terkejut melihat kakak kandungnya ada di depan mata. Terlebih dia sudah lama tidak bertemu dengan kakaknya yang bernama Risa itu.


Amena tiba-tiba menangis. Meyra bergegas mengambil alih bayi tersebut dari gendongan Agni.


"Apakah itu anakmu?" tanya Risa.


Meyra hanya diam. Ia fokus menimang Amena sambil memikirkan cara menghadapi Risa.


Bersamaan dengan itu, Azam datang. Di ikuti oleh Adnan selanjutnya.


"Apa baju ini cocok untukku?" tanya Azam pada Meyra.


"Azam!" panggil Adnan yang segera ikut menghampiri Meyra.


Melihat seorang lelaki dan anak, Risa tampak begitu kaget. Dia menyimpulkan Adnan adalah suami Meyra. Sementara Azam adalah anak Meyra yang lain.


"Meyra? Apa ini keluargamu?" Risa kembali bertanya. Dia benar-benar penasaran.


Atensi Adnan segera teralih pada Risa. Matanya memicing sembari mengerutkan dahi.


"Iya. Ini keluargaku," ucap Meyra. Pengakuannya membuat Adnan terbelalak tak percaya. Lelaki itu tentu tidak mengerti kenapa Meyra mendadak melakukan pengakuan begitu.


Meyra terpaksa melakukan pengakuan palsu demi harga dirinya. Terlebih tempo hari Adnan juga meminta bantuannya. Meyra yakin, lelaki tersebut akan mengerti.

__ADS_1


"Be-benarkah?" Risa tergagap.


"Iya. Kenalkan, dia suamiku. Namanya Adnan. Ini Azam anakku dan Amena anak keduaku," jelas Meyra dengan ekspresi percaya diri.


Azam yang mendengar langsung menatap tak percaya. Untungnya kala itu dia memilih diam.


"Dia siapa, Mey?" tanya Adnan.


"Ah, iya. Dia kakakku. Aku tidak tahu apakah dia masih bersedia disebut sebagai kakakku atau tidak. Namanya Risa," ujar Meyra. Memperkenalkan Risa.


Risa lantas tersenyum untuk menyapa Adnan. Hal serupa otomatis juga dilakukan Adnan.


"Ya sudah. Kami harus pergi. Amena sudah mengantuk. Azam sepertinya juga sudah memilih baju yang cocok untuknya," kata Meyra. Dia mengajak Adnan dan Azam beranjak dari hadapan Risa.


"Apa itu?" Adnan menuntut penjelasan.


"Itu yang kau inginkan bukan?" tanggap Meyra. Dia menyerahkan Amena dahulu kepada Agni. Lalu mengajak Adnan untuk bicara empat mata.


"Apa ini maksudnya kau akan menerima tawaranku?" Adnan kembali bertanya.


"Ya. Ayo kita lakukan pernikahan kontrak itu!" ujar Meyra.


"Kau yakin?" Adnan memastikan.

__ADS_1


"Ya. Aku rasa setelah ini, Risa akan memberitahukan tentang keadaanku kepada ayah dan keluargaku," terang Meyra.


"Baiklah. Aku rasa pernikahan yang terjadi di antara kita benar-benar bisa menguntungkan satu sama lain. Aku akan segera mengurusnya." Adnan mengulurkan tangannya kepada Meyra.


"Beritahu saja aku apa yang harus dilakukan." Meyra menyambut tangan Adnan. Keduanya saling bersalaman sebagai tanda setuju.


"Mengenai Azam... Aku rasa kita harus merahasiakan ini darinya," usul Meyra.


"Aku juga berpikir begitu," sahut Adnan.


Setelah membeli semua barang kebutuhan, Meyra dan yang lain pulang. Dalam perjalanan Azam terus menatap Meyra dan Adnan secara bergantian.


"Apa Om Adnan dan Mbak Meyra berbohong lagi tadi?" tukas Azam penuh curiga. Agni yang duduk di sebelahnya, juga terlihat menatap ke depan. Sepertinya baby sitter itu juga penasaran dengan hubungan Adnan dan Meyra.


Adnan dan Meyra reflek bertukar pandang. Keduanya seolah bicara melalui tatapan.


"Untuk tadi mungkin iya. Tapi aku pastikan kami akan menikah," ungkap Adnan menjelaskan.


"Tiba-tiba?" kening Azam mengernyit.


"Iya... Itu karena kami baru saja menyadari ada sesuatu yang terjadi. Maksudku di antaraku dan Om Adnan," terang Meyra. Memperkuat pernyataan Azam.


Hening menyelimuti suasana. Azam terlihat memancarkan tatapan curiga.

__ADS_1


__ADS_2