Menikahi Jandaku (Penyesalan)

Menikahi Jandaku (Penyesalan)
..


__ADS_3

Kantor polisi.


Saat ini nana berada di kantor polisi. Ia benar-benar bingung ingin menghubungi siapa untuk mengeluar kannya, apa lagi sekarang sudah menunjukkan pukul tujuh malam, dari sore Nana di tahan, ia belum di keluar kan, karena ia tidak tau ingin menghubungi siapa, mengingat jika dia terkena razia di rumah bordil, apa yang akan dia jawab pada orang rumah, apa lagi pada suaminya. Fikir Nana membuat nya bertambah takut.


Alham mondar-mandir di apartemennya karena Nana belum juga pulang, ia sudah dari kampus mencari istrinya, tapi ia tidak menemukan istrinya di sana, Alham juga menghubungi nomor ponsel Nana, tapi Nana sangat takut untuk menjawab panggilan suaminya.


Drrrttttt Drrrrtttt Drrrrtttt


Untuk yang kesekian kali nya Alham kembali menghubungi Nana. Dengan tangan yang bergetar Nana menjawab panggilan suaminya.


"H hello, A Assalamualaikum" Jawab Nana tidak bisa menutupi gugup nya.


"Nana! kau benar-benar membuat ku emosi, kau di mana, sedari tadi aku menghubungi mu, mengantar pesan pada mu, tapi kau tidak menjawab satu pun!!" Marah Alham.


Nana sudah berkaca-kaca "A aku di kantor polisi" Lirih Nana tapi masih bisa di dengar oleh suaminya.


Alham sangat kaget mendengar Nana mengatakan jika ia berada di kantor polisi. "Apa yang kau lakukan di sana" Tanya Alham.


Nana terdiam, ia tidak menjawab suaminya. Tentu saja ia sangat takut untuk menjawab Alham.


"Nana! aku bertanya pada mu! apa yang kau lakukan di kantor polisi!"


Nana masih tetap bungkam, mendengar suara suaminya yang sudah meledak-ledak, tentu saja ia tidak akan berani untuk mengatakan apa pun lagi.


Menarik nafas berat, menurun kan amarah nya karena Nana hanya diam tidak berbicara apa pun "Baik lah, kirim kan aku alamat kantor tempat kau berada saat ini" Kata Alham menurun kan nada bicaranya.


Nana langsung menutup panggilan nya, kemudian mengirim lokasi nya pada Alham.


Mendapat notifikasi dari istrinya, Alham bergegas mendatangi kantor polisi. Hanya beberapa minit saja Alham sudah tiba di lokasi.


Dia sangat kaget mengetahui jika Nana terkena razia di rumah bordil. Tapi ia tetap menahan emosinya untuk tidak memarahi Nana di kantor polisi.


Tiba di mobil, Alham juga masih tetap diam, Nana juga sama, ia tidak berani untuk mengeluar kan sepatah kata pun pada suaminya.


Mengemudi pulang ke apartemen nya.


,,,


"Kata kan, apa yang kau lakukan di rumah bordil itu" Tanya Alham dengan aura yang membuat Nana seketika itu juga langsung menciut.


Nana menenang kan dirinya yang ketakutan, mulai membuka suara. "A aku menyusul pada teman ku ke sana, dan aku juga tidak menyangka, jika akan ada razia" Jujur Nana.

__ADS_1


"Untuk apa kau mengikuti teman mu ke sana? apa teman mu itu seorang ***********" Pedas Alham mengeluar kan kata-katanya.


"Bicara apa sih, mana aku tau, aku hanya melihat nya masuk ke dalam rumah bordil itu, karena penasaran, ya aku ikut dong, lagi pula dia itu teman baik ku," Kesal Nana mendengar uacapan suaminya.


Alham mengangkat satu alisnya "Apa kau juga berniat menjual tubuh mu di sana" Kata-kata Alham menghantam tepat di hati Nana.


Nana mengepal kan kedua tangannya mendengar tuduhan suaminya. "Atau kau tidak puas dengan ku, maka itu kau ingin mencari di luar sana lagi" Tambah Alham saat melihat Nana hanya diam.


"Cukup!!! cukup kak Alham!!! meski aku ini istri mu, kau jangan melampaui batas mu kak Alham!!! apa kah semua wanita yang berada di sana itu untuk menjual tubuh nya!! tidak kan!!" Teriak Nana tidak bisa bersabar lagi mendengar kata-kata pedas suaminya.


Alham menatap kedua bola mata Nana, begitu pun dengan Nana, mereka berdua saling menatap antara satu sama lain.


Nana memutus kan kontak mata mereka, kemudian melangkah masuk ke dalam kamar. Alham menduduk kan dirinya di sofa sambil memijat pelipisnya, ia juga berfikir, tidak seharusnya ia mengeluarkan kata-kata pedas itu pada istrinya.


Drrrtttt Drrrtttt Drrrtttt


Ponsel Alham berdering.


Mommy.


''Hello assalamualaikum mom'' Jawab Alham


''Waalaikumsalam, Ham, kau di mana'' Tanya mommy Aara.


"Kapan kau ke mension, ada yang ingin mommy bicara kan pada mu"


"Besok mom, besok aku ke sana"


"Baik lah, mommy tunggu ya"


"Ya mom"


"Mommy tutup dulu, assalamualaikum"


"Waalaikumsalam mom"


Mommy Aara memutus kan panggilan ponselnya.


Di kamar Nana masih belum tidur, ia sedang memikir kan temannya, ia jelas-jelas melihat Gina masuk ke dalam rumah bordil itu, tapi bagaimana bisa Gina tidak tertangkap. Fikir Nana menarik nafas.


,,,

__ADS_1


Keesokan harinya.


Alham mengunjungi villa mommynya. "Assalamualaikum" Salam Alham.


"Waalaikumsalam" Jawab mommy Aara dan daddy Aggam yang sudah menunggunya di ruang keluarga.


Alham menyalami kedua orang tuanya, menduduk kan dirinya di sofa."Ada apa mom" Tanya Alham.


"Bagaimana dengan rumah tangga mu" Tanya daddy Aggam langsung ke intinya.


"Rumah tangga ku baik-baik saja dad, memang ada apa daddy menanyakan rumah tangga ku" Tanya Alham heran.


"Hanya ingin bertanya, apa tidak bisa"


"Tentu saja bisa dad"


"Tumben kau awal dari jerman, bukannya baru sebulan kau berada di jerman" Tanya daddy Aggam lagi.


"Pekerjaan ku sudah selesai di sana daddy, maka itu aku pulang ke sini" Jawab Alham.


"Bukan karena kau merindukan istri mu kan" Kata Aggam.


Deg!


'Merindukan istriku' apa aku merindukannya?. Alham tertanya-tanya dalam hati. Ia baru tersadar jika ini pertama kali ia pulang dari jerman di waktu yang sangat singkat.


"Kau tidak bohong kan sama mommy dan daddy jika rumah tangga mu baik-baik saja" Tambah Aggam saat melihat putranya hanya diam.


"Tentu saja tidak daddy, untuk apa aku berbohong" Jawab Alham, tentu saja ia sedang berbohong, karena rumah tangga nya dengan Nana, belum pernah akur dari pertama mereka menikah hingga saat ini.


,,,


"Hei, butuh tumpangan" Tanya Gilang pada Nana yang duduk sendiri di halte bus.


Nana mengalih kan pandangannya ke sumber suara, ia melihat Gilang yang memakai baju dinas TNI. Ia tersenyum pada Gilang.


"Tidak usah, aku naik bus saja" Jawab Nana, tadi pagi Alham yang mengantarnya ke kampus, maka itu ia harus menunggu bus untuk pulang ke apartemen suaminya, karena Alham juga tidak datang untuk mengambil nya di kampus.


Gilang memarkir mobilnya, turun dari mobil, duduk dengan jarak yang aman dari Nana.


"Kenapa mas Gilang turun" Tanya Nana.

__ADS_1


"Karena kau tidak ingin aku mengantar mu, maka itu aku akan menemani mu sampai bus nya tiba" Jawab Gilang tersenyum manis.


Senyuman Gilang menular pada Nana, Nana juga mengembangkan senyumannya pada Gilang.


__ADS_2