
Nana dan Alham membawa buah hati mereka berdua untuk berjalan-jalan di taman. Karena hari ini akhir pekan.
"Mas Alham, kenapa Mas masih mempekerjakan wanita tarzan itu di kantor Mas sih!" Ujar Nana terdengar kesal pada suaminya. Karena Jane ternyata masih bekerja di kantor suaminya hingga saat ini, dan Nana sangat tidak menyukai itu.
"Apa yang salah sayang ... Kan dia tetap profesional dalam bekerja Honey,"
"Jawab aja terus, Mas Alham tidak mau kan kalau wanita itu di berhentikan" Nana masih kekeh, ingin jika suaminya memecat Jane yang Masih bekerja di kantor Alham, di jerman.
"Apa alasannya Honey, lagi pula sebentar lagi dia akan menikah,"
Mendengar ucapan suaminya jika Jane sudah mau menikah, ia langsung melihat ke arah suaminya. "Beneran Mas Alham?" Tanya Nana antusias membuat Alham tertawa melihat tingkah isrtrinya.
"Iya Honey, sebentar lagi dia akan menikah" menarik lembut pipi sang istri tercinta.
"Mas Alham tidak bohongkan?"
"Kenapa harus bohong Honey, bohongkan dosa tu" Jawab Alham jujur, karena memang sebentar lagi Jane akan menikah.
Aaaa bagus dong, tidak perlu ada lagi yang aku takuti untuk mendekati suamiku, selamat ... Batin Nana tersenyum-senyum sendiri.
"Kenapa kau tersenyum sendiri? Apa yang membuatmu senang Honey?"
"Kepo"
"Bukan kepo Honey, hanya pengen tau,"
"Apa bedanya kepo sama pengen tau"
"Bedalah Honey, ejaannya aja beda"
"Aish, nggakau kalah sih!!" Ketus Nana membuat suaminya tertawa terbahak.
"Ngomong-ngomong, kapan kak Alham ke jerman lagi?" Tanya Nana.
"Tidak tau kapan lagi Honey, kau mau ikut ke sana hm?" Memeluk istrinya dan menciummnya.
"Apaan sih kak, malu-maluin, liat, orang-orang pada liat ke sini"
"Kenapa sayang kalau orang lihat ke sini? Kan halal" canda Alham mengembang senyumannya.
"Gimana kalau ada cewek yang minta di cium juga, kan nggak asik,"
__ADS_1
"Ya sudah, di cium saja sayang, kan tidak kurang, hanya merasakan kenikmatanmya saja hahahahaha"
"Enggak lucu! Mas Alham jahat!" kesal Nana memukul bahu suaminya.
"Ayolah Honey, kenapa kau suka sekali marah-marah"
"Bagaimana tidak marah coba, kalau kak Alham sudah tua juga, tapi masih kegatelan"
"Lumrah sayang, laki-laki memang seperti itu," Alham terus bercanda, ia sangat senang membuat istrinya kesal padanya.
"Iiiiiiiii ..." Nana benar-benar kesal pada suaminya.
Alham hanya tertawa lebar, kemudian memeluk istri dan putranya dengan gemas. Alham benar-benar berubah menjadi suami yang sangat agresif dan posesif.
................TAMAT................
πππ
Intip yuk, kisah Ustadz Alzam & Nining si gadis polos. Yang sebentar lagi akan di riliskan.
Tampak seorang gadis belia cantik, sedang duduk di salah satu sofa yang berada dalam rumah Ustadz Sulaiman.
Ia baru saja di ikat oleh Zahra, sebagai calon menantunya. Siapa lagi dia, kalau bukan si Nining cantik.
"Sayang, kenapa harus di ikat anak gadis orang ... Nining masih sangat kecil, dia baru saja berusia 15 tahun, butuh waktu tiga tahun lagi, baru bisa menikah," ujar Ustadz Sulaiman karena Zahra kekeh ingin menjadohkan putranya dengan gadis itu, dengan alasan takut jika nanti Nining akan berpacaran dengan laki-laki lain jika ia tak segera mengikatnya.
"Mas Zaka kok gitu sih! Aku hanya tidak ingin jika nanti, Niningnya di ambil orang, lagian Alzam juga tinggal di Mesir toh Mas, mereka juga berjauhan, aman dong dari zina Mas meski mereka bertunangan" ujar Zahra. Ustadz Sulaiman berpikir, memang benar apa yang di katakan istrinya, jika mereka berjauhan dan tak ada masalah yang akan menjurus zina nantinya.
Alzam sedang duduk di bangku belakang rumah Abinya, setelah selesai ia bertunangan dengan Nining, sambil memainkan ponsel di tangannya.
Kebetulan Nining lewat, dan tak sengaja melihatnya. Nining menghampiri Ustadz Alzam dengan membawa cemilan di tangannya.
"Assalamualaikum Kak Ustadz" Nining memberi salam pada Uztadz Alzam, ia memang memanggil Ustadz Alzam dengan sebutan Kak Ustadz.
Mengalih pandangannya. Melihat gadis itu sedang berjalan menghampirinya. "Buat apa Kak?" Tanya Nining polos.
"Main ponsel" jawab Ustadz Alzam tersenyum lembut.
Nining menggut-manggut dan duduk di dekatnya. "Kak Ustadz mau?" Tanya Nining mengangkat cemilan di tangannya.
__ADS_1
Menggeleng. "Tidak, kau saja"
"Ini enak loh," mengambil salah satu cemilannya dan ingin menyuapi Ustazd Alzam.
Terdiam sejenak, kemudian Ustadz Alzam terpaksa menerima suapan gadis itu. "Bagaimana? Enakkan?" Tanya Nining mencondongkan dirinya pada Ustadz Alzam, dan memegang lengan pria itu. Membuat ustadz Alzam sedikit menarik wajahnya ke belakang karena Nining terlalu dekat dengannya. Gadis polos itu benar-benar membuatnya ingin jantungan dengan semua tingkah yang ia lakukan.
Beberapa minggu pertunangan mereka berdua, Ustadz Alzam memutuskan untuk kembali ke Mesir. Seiring berjalannya waktu, Nining sudah tumbuh dewasa, berusia 18 tahun, saat itu Ustadz Alzam kembali lagi ke indonesia.
Ia benar-benar kaget saat melihat wajah dan penampilan tunangannya selama tiga tahun ia berada di mesir. Dan ternyata Nining sama sekali tak berubah dengan sikap polosnya itu, karena Umma Zahra benar-benar membatasi pergaulan calon menantunya, sehingga otak gadis belia itu terjaga dari tercemar dunia remaja.
Akhirnya mereka berdua menikah. Dimana setelah menikah selama satu tahun, Nining belum juga hamil, dan dokter mengatakan jika ia sulit untuk hamil. Mengetahui hal itu, Ia menyarankan suaminya untuk menikah lagi, ia bahkan menjodohkan suaminya dengan seorang Ustazah, yang membuat Uztadz Alzam hilang sabar atas sikap istrinya, yang ia anggap jika istrinya itu sama sekali tak mencintainya.
Karena ini untuk yang kesekian kalinya Nining ingin suaminya menikah. Dan ia juga sudah sering menjodoh-jodohkankam suaminya.
Kemarahan ustadz Alzam, membuat hubungan mereka berdua jadi renggang dan mulai terciptakan jarak di antara mereka, akibat sikap Nininig.
,,,
''Baik, jika kau ingin aku menikah lagi, aku akan memenuhi impianmu.'' Ujar Ustadz Alzam memutuskan untuk menikah lagi, karena baginya mungkin istrinya tak mencintainya, sehingga ingin jika ia menikah.
Nining membeku, setelah cukup lama hubungan di antara mereka berdua dingin dan berjarak, tiba-tiba hari ini suaminya berkata ingin menikah. Membuatnya seperti tak dapat bernafas, dadanya terasa sesak, tak dapat menggambarkan apa yang ia rasakan saat ini, ia baru tersadar jika ia tak bisa berbagi suami dengan wanita manapun, karena ia sangat mencintai suaminya.
πππ
Ikuti kisahnya yukβοΈπ₯°
π€ terimakasih ya, karena sudah sudi mampir di novel receh bundaπ
Maafπππ kalau typonya masih bertebaran.
Ikuti ya kisah Nining dan Alzam, jangan lupa like, komen dan Rate, untuk penyemangat bunda authornya ya ....ππππ
ππππ
Bangun tidur tak lupa sarapan
Sarapan pagi lontong ketupat
Salam hormat saya ucapkan
Untuk para reader tersayang ππ₯°π₯°π₯°
__ADS_1