
Di kamar, Nana termenung membayangkan mantan suaminya yang sempat ia temui di acara tadi.
"Dua tahun..... Ku kira hati ku sudah sembuh dari luka yang ia torehkan, melihatnya tadi, aku merasa seperti membuka luka lama....." Gumam Nana memeluk guling. Tanpa sadar air mata nya meluncur begitu saja membasahi guling yang berada dalam pelukannya.
Memegang perutnya kemudian mengusap. Andaikan saja kau bisa ku pertahankan, andaikan saja aku tidak harus kehilangan mu, kau pasti sudah berusia dua tahun. Batin Nana mengingat bayinya yang baru saja berusia satu bulan menjadi janin di dalam perutnya, ia harus kehilangan bayinya karena tekanan berat yang ia alami karena keegoisan mantan suaminya.
Hingga saat ini hanya Kenan, dokter rumah sakit, dan juga Kayla yang tau jika Nana pernah hamil dan keguguran.
Tidak beda dengan Alham yang sedang duduk termenung menatap foto-foto yang berada dalam camera digital kesayangannya di apartemen. Di jerman Alham juga tinggal di apartemen mewah.
Dua tahun... Ini pertama kali aku menemuinya lagi, dia sudah mencapai impiannya untuk menjadi seorang designer hebat seperti yang sering dia bangga kan dulu... Nana.... Kau Satu-satu wanita yang pernah hadir dalam kehidupan ku, satu-satu wanita yang sering aku rindui, aku tidak mengerti dengan perasaan ku pada mu, tapi aku sangat merindukan mu..... Batin Alham menatap foto-foto Nana, Ternyata camera itu memenuhi foto-foto Nana dari ia kecil hingga beranjak dewasa, hanya saja Nana tidak sadar jika Alham menyimpan banyak kenangan bersamanya di camera kesayangannya. Bahkan foto saat Nana masih bayi juga masih berada kekal di memory camera nya. Alham juga sudah menyalin foto-foto Nana ke laptop dan juga sebahagian ke ponselnya.
Menarik nafas berat, berbaring di kasurnya. Aku sudah mengambil keputusan yang membuat aku terus tersiksa sampai saat ini karena harus jauh darinya. Tambah Alham menyesali telah menceraikan Nana, karena ia juga tidak pernah hidup tenang selama berpisah dari wanita yang sudah mengisi hari-hari nya dulu.
,,,
Keesokan harinya.
Alexa membawa Nana dan Lina berjalan-jalan di jerman. Setelah lelah, Alexa mengajak Nana dan Lina untuk mampir makan dan melepas lelah di sebuah restoran.
"Kalian pengen makan apa" Tanya Alexa pada Nana dan Lina.,
"Apa saja" Jawab Nana tersenyum melangkah masuk ke dalam sebuah restoran.
Saat tiba di dalam restoran, Alexa melihat Mark dan Glen.
"Kemari" Panggil Mark pada Alexa. Alexa, Nana, Lina menghampiri meja mereka berdua.
"Kalian berdua di sini juga" Tanya Alexa.
"Hm, duduk lah" Jawab Glen tanpa mengalihkan pandangan matanya dari wajah cantik Nana.
"Siapa" Tanya Mark pada Alexa melihat Nana dan Lina.
Alexa memperkenalkan Nana dan Lina pada Mark. Setelah itu mereka berlima memesan makanan.
Terlihat seorang pria lengkap dengan setelan jas yang rapi baru saja keluar dari ruang VIP bersama wanita seksi yang menyusulnya dari belakang memegang beberapa berkas.
"Bukannya itu Alham" Tunjuk Mark pada Alham dan sekretaris hotnya Jane.
__ADS_1
"Wah, ternyata dia ketemu client nya di sini juga" Jawab Glen.
"Alham!" Panggil Mark pada Alham yang belum menyadari keberadaan mereka.
Mengalihkan pandangannya ke sumber suara yang memanggilnya.
Netranya lagi-lagi bertemu dengan netra mantan istrinya. Nana buru-buru memutuskan kontak mata di antara mereka berdua.
Melangkah mendekati meja mereka berlima bersama dengan Jane.
"Kalian di sini" Tanya Alham tapi kedua bola matanya hanya berfokus pada Nana.
"Iya, duduk lah, kita makan bareng" Ajak Mark.
Alham mengambil posisi duduk di dekat Nana. Nana sedikit menggeser tubuhnya saat Alham duduk di dekatnya. Jane melihat kesal pada Alham yang duduk di dekat wanita imut memakai baju sya'i. Tinggal ada satu kursi yang kosong di seberang meja Nana. Jane terpaksa duduk di sana dengan wajah kesal.
Nana hanya duduk diam seperti tidak mengenal Alham. Tapi kedua bola mata Alham sering melihat padanya di sampingnya.
Mereka berbincang-bincang ringan sambil menunggu pesanan.
Nana melihat pada wanita seksi yang berada di seberang mejanya. Nana sadar jika wanita itu sedang menatap sinis padanya. Nana hanya buat wajah biasa saat sadar tatapan sinis Jane.
"Emmmm, sotong ini enak banget, coba deh'' Alexa meletak sotong bakar di piring Nana.
Tapi Alham mengambil dan menaruhnya di piringnya ''Dia alergi sotong'' Kata Alham. Mereka semua yang ada di meja makan terbengong mendengar ucapan Alham.
''Kalian saling kenal?'' Tanya Alexa serentak dengan Mark.
''Tidak'' Jawab Nana cepat.
Alham menatap Nana saat terang-terangan Nana mengatakan tidak mengenalnya.
Perih, Alham merasa hatinya sakit mendengar ucapan Nana. Alham tidak berfikir seberapa banyak kesakitan yang sudah ia berikan pada mantan istrinya itu.
''Terus, bagaimana Alham bisa tau, dan sepetinya kau benar-benar alergi sotong'' Tanya Glen.
Lina yang tau siapa Alham pernah berhubungan dengan majikannya, hanya diam tidak ingin mencampuri urusan majikannya.
Nana tiba-tiba berdiri dari duduknya. ''Aku sudah selesai'' Kata Nana melangkah pergi menuju kasir untuk membayar makanan mereka semua.
__ADS_1
'' Biar aku saja yang bayar'' Ujar Glen.
''Anggap saja ini sebagai tanda perpisahan, kerana besok aku akan kembali ke indonesia" Kata Nana tersenyum manis yang membuat Glen ingin menjatuhkan ilernya.
"Ilernya kak, di lap dulu" Sindir Alexa.
Glen buru-buru mengelap sudut bibirnya yang membuat Alexa tertawa terbahak-bahak karena berhasil mengerjai kakaknya.
"Ck" Decak Glen.
Alham melihat makan Nana yang hanya baru kurang sedikit saja. Ia sadar jika Nana sedang menghindarinya.
Nana dan Alham benar-benar seperti orang asing yang tidak saling mengenal antara satu sama lain.
,,,
Keesokan harinya. Nana benar-benar kembali ke indonesia.
Saat tiba di bandara, ternyata Gilang sudah menunggunya dengan tersenyum manis melihat kedatangan Nana.
Nana menghampiri Gilang sambil tersenyum lebar ''Mas Gilang dari tadi?'' Tanya Nana.
''Dari subuh, karena terlalu merindui mual, maka itu aku menunggu mu dari subuh lagi'' Canda Gilang membuat Nana tertawa.
''Baik lah, kan aku sudah tiba, ayo kita pulang'' Ajak Nana.
''Silakan tuan putri'' Kata Gilang mempersilakan Nana untuk pergi.
''Makasih'' mereka bertiga akhirnya pergi dari bandara.
Nana langsung pulang ke mension papinya saat dari mengantar Lina karyawan nya yang dia ajak ke jerman untuk menemaninya.
,,,
Nana sudah tiba di depan mension papinya, saat ingin turun dari mobil Gilang, Gilang tiba-tiba mencegahnya.
''Apa aku bisa mengatakan sesuatu'' Tanya Gilang.
Nana mengangguk ''Tentu saja, kata kan, apa itu'' Ujar Nana berwajah penasaran.
__ADS_1
Gilang mengeluarkan sesuatu dari sakunya, dan membuka tepat di depan Nana. ''Mau kah kau menikah dengan ku'' Tanya Gilang membuka kotak cincin di hadapan Nana.