Menikahi Jandaku (Penyesalan)

Menikahi Jandaku (Penyesalan)
Terpukul oleh kebenaran


__ADS_3

Membeku dengan pikiran yang terbang melayang mengingat ucapannya kemarin terus terngiang-ngiang di pendengarannya.


"Tidak seharusnya aku mencintai wanita seperti mu, seharusnya aku sudah lama bisa melupakan mu, dan beruntung kau tidak pernah mengandung benih ku, wanita seperti mu tidak pantas untuk di perjuangkan"


Kembali teringat dengan semua ucapan Kayla beberapa saat yang lalu sebelum Kayla pergi dari apartemennya.


Alham masih membeku seperti manekin, penyesalan rasa berdosa dan bersalah atas semua yang ia lakukan pada Nana benar-benar seperti membuatnya ingin memutar mengulang waktu yang sudah berlalu dan memperbaiki semua kesalahannya. Tapi itu sangat mustahil, karena tidak ada manusia yang mampu memutar waktu yang sudah berlalu.


Tik tik tik


Titik-titik bulir mulai menetes di kedua bola matanya membasahi rahangnya. Terasa sakit yang menyeruak dari dalam dadanya seperti membuatnya tidak bisa bernafas, tulang-tulangnya terasa rapuh, bahkan bergerak saja ia merasa tidak bisa bergerak dari tempatnya.


"A------" Suaranya terhenti karena merasa sangat sesak.


"A- aku sudah membunuh anak ku sendiri" Ujar Alham pada dirinya sendiri. Tangisnya akhirnya pecah membayang-kan semua kekejaman-nya meski bukan kekejaman melalui fisik mantan istrinya, tapi yang ia lakukan lebih parah dari kekejaman fisik, karena ia melukai perasaan dan hati mantan istrinya dan juga membuat mental istrinya down mengalami trauma dan tekanan berat atas perlakuan nya.


Alham terus menangis seperti anak kecil di dalam apartemen-nya, sebuah penyesalan yang tidak ada guna-nya lagi. Sebuah penyesalan yang datang-nya terlalu terlambat.


"Maaf-kan aku yang terlalu mementingkan diriku sendiri tanpa pernah memikir-kan kamu... Kenapa aku begitu bodoh, setelah aku kehilangan diri mu baru aku menyadari ternyata aku sangat mencintai mu..... Andaikan aku bisa mengembalikan waktu ku yang sudah terbuang sia-sia selama menjadi suami mu, aku ingin setiap saat bisa mengukir senyuman di wajah mu seperti dulu lagi... Maaf kan aku Nana... Maaf kan aku" LIrih Alham dengan air mata yang terus membanjiri wajah-nya.


,,,


Rumah Gilang.


Gilang duduk memikir-kan pernikahan nya bersama Nana yang tinggal dua hari lagi.


Menarik nafas berat. Nana... Aku sangat mencintai mu, tapi aku merasa terlalu egois ingin memiliki mu, aku mengira jika waktu yang kita habis-kan bersama bisa membuat mu mencintai ku... Tapi itu hanya ada dalam pikiran ku saja, sejati-nya kau tetap masih mencintai-nya dengan sangat dalam. Cinta akan menemukan jalannya sendiri, dan akan kembali pada tempat yang seharus-nya. Batin Gilang sedih.


Aku kan melepas-kan mu untuk-nya. Tekad Gilang dalam hati, ia memilih mundur demi kebahagian wanita yang sangat ia cintai.

__ADS_1


Cinta tidak harus memiliki, cinta yang sesungguh-nya di mana kita rela melihat orang yang kita cinta bahagia, dari pada harus memaksanya untuk berada di sisi kita sedangkan ia nya tidak mencintai kita.


,,,


Sehari sebelum pernikahan Nana dan Gilang.


Nana duduk di halaman taman yang berada di mension papi Bima sambil termenung menatap kosong. Hatinya benar-benar sakit dan terluka akibat semua tuduhan-tuduhan yang Alham lontar-kan kemarin dari mulut-nya.


Tanpa Nana sadari, sebuah mobil diam di luar melihat-nya. Maaf-kan aku... Aku sudah melukai perasaan mu... Aku berjanji, mulai hari ini aku akan melepas-kan mu, aku tidak akan pernah mengganggu mu lagi. Batin Alham melihat Nana dari luar pagar.


"Maaf-kan aku, aku belum bisa untuk meminta maaf pada mu secara langsung, tapi suatu saat aku pasti akan datang untuk meminta maaf pada mu, semoga kau bahagia, maaf kan aku yang sudah merusak kebahagiaan mu" Gumam Alham lirih. Sekuat tenaga menahan air matanya agar tidak jatuh.


Melihat ke arah kolam renang yang berada di depan mension papi Bima.


"Nana ambil kan aku handuk, aku mau naik" Teriak Alham pada Nana yang duduk meminum jusnya. Saat itu Nana masih berusia 15 tahun.


"Ayo lah Nana... Aku sudah kedinginan" Bohong Alham, ia hanya berniat mengerjai Nana.


"Aku nggak mau kak, ngapain sih paksa-paksa, naik aja ambil sendiri, kak Alham juga pake celana pendek kan, nggak polos juga kan" Ujar Nana kesal pada Alham.


"Aku akan memberi mu jajan jika kau mau mengambil kan aku handuk" Kata Alham mengeluarkan kata-kata paling ampuh jika ia ingin menyuruh Nana.


Nana mengembangkan senyumannya. "Baik lah calon suami ku, aku pasti mengambil kannya untuk mu yang tercinta" Genit Nana mengambil handuk dan memberikan pada Alham.


Byurrrrrr


Ternyata Alham menarik tangan Nana ke dalam kolam renang membuat semua baju Nana basah sampai jilbabnya. Alham tertawa terbahak-bahak melihat Nana kesal setengah mati padanya karena ia berhasil menjahili Nana yang juga suka menjahilinya.


Alham kembali menjatuhkan air matanya saat mengingat saat-saat indah bersama dengan Nana. Menghidup-kan mobilnya dan pergi dari lokasi.

__ADS_1


Saat di jalan tiba-tiba sebuah mobil menghalangi dan memotong jalannya.


Menginjak rem, Alham turun dari mobil, keluar seorang pria dari dalam mobil yang menghalangi jalannya menghampiri Alham.


Dan..................


Buk!


Tanpa aba-aba Gilang langsung memukul keras wajah Alham. Alham oleng kebelakang tapi sedikit pun ia tidak berniat untuk membalas pukulan Gilang pada-nya.


Buk!


Gilang kembali memukul perut Alham, tapi lagi-lagi Alham hanya diam tanpa membalas-nya. "Anggap saja itu sebagai salam perkenalan ku pada mu. Jujur, aku sangat tidak menyukai mu, karena kau adalah laki-laki yang sangat di cintai oleh calon istri ku, tapi sayang nya kau hanya pria brengsek yang tidak tau menghargai cinta seseorang yang datang pada mu" Ujar Gilang.


Anggap juga itu sebagai pukulan karena kau menang dan mendapat kan Nana, gadis yang sangat aku cinta. Tambah Gilang dalam hati.


Alham hanya diam mengusap darah dari sudut bibirnya. Ia sadar jika ia memang salah dari segi apa pun itu.


Alham dan Gilang sama-sama diam hingga beberapa minit berlalu.


"Apa kau mencintai-nya" Tanya Gilang tiba-tiba pada Alham.


"Aku sangat mencintai-nya, tapi kau tidak perlu khawatir, aku tidak akan mengganggu nya lagi, dan aku juga akan berusaha agar tidak muncul di depan Nana lagi" Jawab Alham yang membuat hatinya berdarah seperti di cabik-cabik oleh ucapannya sendiri.


Terdiam sebentar "Datang lah besok ke acara pernikahan ku, aku akan menunggu mu, kau akan jadi tamu istimewah ku," Kata Gilang kemudian pergi meninggal kan Alham.


Sakit... Hati Alham sangat sakit karena mulai besok ia akan benar-benar kehilangan seorang Nana yang sudah terbiasa bersamanya dari Nana masih bayi lagi.


Cinta yang sangat terlambat untuk di sadari, dan itu sangat menyakitkan.

__ADS_1


__ADS_2