
Terdengar suara bayi berusia 7 bulan sedang menangis kecil di sebuah ranjang kecil, karena lapar dan ingin menyusu. Sedangkan sang ibu bermalas malasan di atas kasur menutup kedua bola matanya.
Alham menggeleng melihat istrinya yang tak mempedulikan bayi mereka. Bagaimana tidak, semalam bayinya bangun dan menangis hingga subuh baru saja Nana dapat tidur, membuatnya benar-benar jengkel sendiri.
Alham menghampiri bayinya, dan menggendongnya. "Lihat Mamamu sayang, dia tidak memperdulikan mu yang sedang lapar" ujar Alham pada bayinya, seolah bayi 7 bulan itu mengerti apa yang ia bicarakan. Alham sudah menyarankan istrinya untuk mengambil babysitter tapi Nana tak mau dengan alasan, nanti suaminya selingkuh jika babysitternya muda dan cantik.
"Aku ngantuk Mas, kau saja yang menjaga bayimu ..." Jawab Nana serak masih menutup kedua bola matanya.
Alham hanya menggeleng menanggapi istrinya yang tak bisa membuka kedua bola matanya karena merasa sangat lengket. Apa lagi tubuh Nana yang sekarang ini sangat gemuk, dengan berat 70kg. Nana tampak sangat comel dengan tubuhnya itu.
Alham mendudukkan bayinya di atas kereta mainannya, kemudian ia memakai pakaian santainya. Membuatkan bayinya susu dan memberikan pada bayinya. Untung saja bayi mereka bukan hanya menyusu badan saja, jadi di saat Nana sedang bermalasan, Alham tinggal membuatkan bayinya susu yang di khususkan untuk bayi 7 bulan.
"Honey, apa kau tidak lapar? Kau ingin aku menyiapkanmu sarapan?" Tanya Alham duduk di dekat istrinya setelah memberikan susu pada bayinya. Bayi mereka juga sudah bisa menyusu sendiri.
__ADS_1
"Nggak, nanti saja''
"Ayolah Honey ... Apa kau tidak ingin bangun hm?" menyisir rambut panjang istrinya menggunakan jari-jari tangannya.
Nana hanya diam tak menjawab karena ia kembali terlelap. "Sayang, jika kau terus bermalas-malasan seperti ini, aku pastikan dua bulan lagi dari sekarang timbanganmu akan naik 100kg"
Mendengar ucapan suaminya, Nana langsung terduduk. Ia mendengus kesal melihat ke arah suaminya yang tersenyum manis.
"Loh, kok aku Honey?" Memeluk tubuh gembul istrinya.
"Karena Mas mengizinkan aku bekerja di butik hanya setengah hari saja, jadi waktuku itu terlalu banyak di rumah hanya ngemil karena bosan!" Ujar Nana mengeluarkan kekesalannya pada suaminya. Tarnyata Alham menyuruh Nana bekerja di butiknya sampai makan siang saja, yang membuatnya benar-benar kesal, apa lagi Alham berubah menjadi pria yang sangat posesif.
"Kau tidak ingin membawa bayi kita pergi jalan-jalan sayang? Sekarang kan akhir pekan" Alham tidak ingin mendengar ocehan istrinya yang suka mengoceh seperti ibu-ibu. Padahal ia baru saja memiliki anak satu.
__ADS_1
''Gitu kalo di bilangin, selalu saja nggak nyambung. Aku tidak mau keluar, Mas Alham pergi saja berdua sama si kecil, aku tidak suka keluar dari rumah semenjak menjadi gemuk, aku tidak pede berada di luar rumah" kesalnya.
"Lebih enak kalau kau gemuk seperti ini Honey, kan tidak ada laki-laki yang mau melirikmu," menahan tawanya saat mendapat tatapan horor dari istrinya.
"Mas Alham memang suka kan, kalau aku gemuk kayak ini, agar Mas bisa menikah lagi" mendorong tubuh suaminya.
"Boleh juga itu, idea yang tidak buruk" semangkin membuat istrinya marah.
"Ya sudah, pergi sana nikah ama perempuan tarzan itu," turun dari kasur, terus mengoceh melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
"Hati-hati Honey, ucapan adalah doa" teriak Alham membuat Nana seperti ingin menjadikannya sarapan pagi.
Alham terbahak-bahak, ia tau pasti saat ini istrinya sedang panas dingin dalam kamar mandi akibat ulahnya yang suka sekali menjahili istrinya.
__ADS_1