Menikahi Jandaku (Penyesalan)

Menikahi Jandaku (Penyesalan)
Bab 52


__ADS_3

"Terus siapa yang kau percaya Honey?" tanya Alham.


"Orang kaya" jawabnya asal.


"Apa aku kurang kaya?"


"Kurang ... Mau yang lebih sultan lagi baru aku percaya" Melepas pelukan suaminya kemudian melangkah masuk ke dalam ruang ganti ingin memakai pakaiannya.


Alham menyusul istrinya masuk ke ruang ganti. "Buat apa sih Mas di sini, aku kan lagi pake baju Mas" mendengus kesal melihat suaminya.


"Kenapa kau suka sekali marah-marah Honey ... Aku kan hanya ingin membantumu pakai baju"


"Aku bukan bayi Mas Alham ... Aku udah dewasa kali"


Tidak menghiraukan istrinya yang mengoceh berjalan mendekati sebuah lemari mengambil baju gamis yang terlihat sangat mewah. "Pakai ini Honey" Memberikan pada istrinya.


Mengambil dan meneliti. "Ini baju siapa Mas Alham? perasaan aku tidak membawa baju kayak gini deh,'' ujar Nana membolak balik gamis tersebut.


"Itu aku yang beli sayang ... Di pakai saja dulu ..."


"Nanti aku pake kalo Mas Alham sudah keluar dari kamar"


"Aku sudah sering melihat semuanya Honey" tersenyum penuh arti.


"Dasar mesum" melempar Alham memakai handuk kecil yang tadi berada di rambutnya.


Alham tertawa dan melangkah keluar kamar turun ke lantai bawa.

__ADS_1


,,,


Di mobil.


"Kita mau kemana sih Mas Alham?" tanya Nana penasaran.


"Kemana saja asal bersamamu Honey" tersenyum manis.


Nana memilih diam dari pada menghadapi suaminya yang akan membuatnya emosi mendengar jawapan tidak nyambung.


Beberapa menit berlalu mereka berdua tiba di sebuah restoran mewah.


Alham turun dari mobil kemudian membuka pintu mobil untuk istri tercinta.


"Hanya mau makan toh Mas kok pakai baju yang mewah banget" sindir Nana pada suaminya membuat Alham tertawa mendengar sindiran sang istri.


"Loh, kok nggak ada orang di atas Mas Alham? Tadikan rame banget di bawah?'' tanya Nana heran.


"Di tutup matanya Honey" ujar Alham tidak menjawab pertanyaan Nana.


"Kenapa mau tutup mata? Mas Alham tidak berniat mendorongku dari sini turun ke bawahkan?" was-was.


Tak!


"Auww ... Apaan sih Mas sakit ..." ringis Nana karena Kenan menjitaknya.


"Itu hukuman karena kau berbicara omong kosong."

__ADS_1


"Aku kan hanya bertanya Mas Alham, iya siapa tau ajakan"


"Tanya yang sedikit terdengar manis, bukan tanya yang membuat orang kesal, sudah, matanya di tutup dulu"


Memonyong bibirnya tapi tetap menutup kedua netranya. Ngeselin. Batin Nana.


Menggenggam tangan istrinya dan menuntunnya berjalan ke sebuah meja yang sudah di hias dengan sangat rapi untuk mereka berdua. Alham sudah menyewa tempat itu untuk memberi kejutan pada istrinya, jadi tentu saja tidak ada orang di sana.


Menarik kursi dan menuntun istrinya duduk di kursi tersebut. "Buka matanya Honey" bisik Alham pada Nana. Ia masih berdiri di punggung istrinya.


Perlahan Nana mulai membuka kedua bola matanya. Tertegun, ia tertegun melihat sebuah mawar merah indah yang di ikat dengan pita sangat rapi di hadapannya.


Meja itu juga di hiasi minuman kesukaannya (Laici) dan beberapa makanan kesukaan lainnya. Tidak sampai di situ, sebuah rantai berlian yang di pakaikan di lehernya dari arah belakang.


"I LOVE U HONEY" bisik Alham setelah memakaikan rantai buat istrinya.


"Lihat itu" tunjuk Alham di hadapan istrinya yang tidak nana sadari sedari tadi.


Mengangkat pandangan dan melihat di hadapannya. Menutup mulut tidak percaya dengan apa yang ia lihat, Ia tidak menyangka jika manusia secuek suaminya bisa romantis juga.


Sebuah ukiran yang di buat khusus dari sebuah bunga di hiasi lampu dengan ungkapan.


'AKU MENCINTAIMU NANA HINATA, KAU LAH RATU DI HATIKU'


๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•


Maaf terlambat memberi ucapanโ˜บ๏ธ

__ADS_1



__ADS_2