
'AKU MENCINTAIMU NANA HINATA, KAU LAH RATU DI HATIKU'
Masih berdiri diam dengan bola mata berkaca-kaca terharu melihat kejutan dari suaminya.
"Kau menyukainya Honey" memeluk pinggang ramping sang istri dari belakang.
Tanpa sadar setitik air mata mengalir dari bola matanya karena haru. "Ini beneran untuk ku Mas?" tanya Nana memastikan jika dia tidak sedang bermimpi mendapat perlakuan istimewah dari pria istimewah di hatinya.
"Tentu saja untuk mu Honey ... Itu kan ada namanya jelas-jelas namamu sayang'' lembut-nya mengusap air mata Nana.
Tidak bisa menyembunyikan kebahagian dari wajah cantiknya, langsung mengalun tangannya di leher Alham dan menautkan bibir mereka berdua.
Beberapa pelayan yang berada di sana langsung menunduk pandangan melihat kemesraan suami istri yang sepertinya lagi berbulan madu. Ah memang sedang honeymoon kok, bulan madu yang sangat terlambat.
Melepas c*m*n-nya "Aku lapar Mas" kata Nana tidak lupa mencium pipi suaminya.
__ADS_1
"Ya sudah, mari kita makan" ajak Alham.
Mereka berdua kembali duduk di meja makan. Nana mengambil bunga mawar yang berada di atas meja kemudian menciumnya. "Hmmm ini wangi banget kak Alham"
"Tentu saja, aku tau kau pasti menyukai aromanya" ujar Alham memindahkan beberapa makanan ke dalam piring istrinya.
"Terima kasih Mas" ujar Nana terdengar sangat tulus.
Tersenyum. "Untuk apa kau berterima kasih Honey?'' tanya Alham dengan tangan yang memegang sendok berisikan makanan lalu menaruh di depan bibir istrinya.
Balas tersenyum dan memakan makanan yang Alham suapkan untuknya. "Tentu saja untuk semua yang Mas Alham berikan malam ini" jawab Nana dengan mulut yang mengunyah.
"Kau tidak perlu berterima kasih Honey, karena semua ini tidak gratis" kembali menegakkan tubuh tersenyum penuh arti pada Nana.
Manatap curiga pada Alham. "Apa maksud Mas Alham?"
__ADS_1
"Sudah lama dedek bayinya tidak di jenguk, malam ini aku mau menjenguknya. Bernada mesum.
"Iiihhh Baru juga mau terharu, ternyata nggak ikhlas." kasal.
"Ikhlas kok sayangku ... Ayo di makan dulu, nanti keburu dingin kan tidak enak:" kembali menyuapi istrinya.
Meski yang Nana tunjukkan pada Alham wajah kesal dan marah-marah, tapi percaya lah ia sangat bahagia karena akhirnya suaminya benar-benar berubah dan tidak secuek dulu lagi padanya.
Selesai makan malam Alham membawa istrinya berjalan-jalan. Tentu saja dengan camera digital kesayangan miliknya yang sering dia bawa-bawa kemana pun ia pergi.
"Honey, lihat sini" panggil Alham.
Melihat ke arah suaminya. Alham langsung memfotonya. "Mas Alham ada-ada aja ... Tapi dari mana camera mas Alham ini? Bukannya camera ini sudah rusak beberapa tahun lalu ya Mas?'' meraih camera dari tangan suaminya dan melihat layarnya.
Yang terutama Nana lihat adalah gambarnya semasa ia berusia 15 tahun. "Foto ini ..." mendongak melihat Alham yang tersenyum lembut padanya.
__ADS_1
Alham membuka jas yang ia pakai kemudian memakaikan di bahu istrinya, memeluk Nana membawanya duduk di sebuah taman yang tidak jauh dari posisi mereka berdua. Meski sudah malam, tapi tetap saja masih sangat terang di taman yang terawat itu.
Mulai membuka foto-foto yang berada dalam camera suaminya. Ia sangat kaget saat mendapati ternyata dalam camera tersebut semua hanya menampilkan foto-foto dirinya dari ia masih bayi hingga beranjak dewasa satu pun tidak ada yang terlewatkan. Semua berada di camera kesayangan suaminya.