Menikahi Jandaku (Penyesalan)

Menikahi Jandaku (Penyesalan)
Kecelakaan


__ADS_3

Tiba hari yang di tunggu-tunggu.


Nana terlihat sangat cantik dengan gaun pengantin yang sangat indah menempel di tubuh-nya.


"Kau sangat cantik Nan, aku harap setelah ini, kau akan bahagia dan tidak bersedih lagi seperti sebelum-nya. Mulai kan hari mu dengan belajar mencintai mas Gilang, aku yakin kau pasti bisa" Kata Kayla tersenyum menatap Nana.


Nana tersenyum "InsyaAllah aku akan memulai semua-nya dari awal, terima kasih karena kau selalu ada bersama dengan ku" Ujar Nana memegang tangan kayla.


"Kau tidak perlu berterima kasih... Itu sudah kewajiban ku sebagai sahabat mu" Jawab Kayla.


Maaf-kan aku yang tidak bisa menepati janji ku untuk menutup rapat-rapat tentang kehamilan dan juga keguguran mu, aku sengaja memberitahukan pada kak Alham agar dia juga berhenti terus mengganggu mu dan berhenti berpikiran negatif pada mu. Batin Kayla.


"Nana" Panggil Kenan masuk ke dalam kamar adik-nya.


"Ya kak" Sahut Nana tersenyum melihat kakak-nya yang melangkah masuk ke dalam menghampirinya.


"Apa kau baik-baik saja" Tanya Kenan mengusap lembut kepala adiknya yang di tutupi hijab.


"Aku baik-baik saja kak, kakak tidak perlu terlalu khawatir" Jawab Nana.


"Sebentar lagi kau akan kembali memulai kehidupan rumah tangga mu, dan berjanji lah pada kakak, jika kau tidak akan menyembunyi-kan apa pun pada kakak jika ada masalah serius dalam rumah tangga mu'' Ujar Kenan lembut pada sang adik tercintanya.


mengembang kan senyuman-nya kemudian mengangguk pada kakak-nya.


,,,


Apartemen Alham.


Ia sudah siap akan berangkat sebentar lagi ke bandara, ia akan kembali ke jerman. Setelah bersiap-siap ia mengambil koper-nya dan melihat sebentar foto Nana yang berada dalam laci-nya.


Menyimpan semula kemudian menarik koper-nya turun dari apartemen. Alham juga sudah pamit pada mommy-nya untuk kembali ke jerman. Sebenar-nya mommy Aara ingin melarang Alham kembali ke jerman mengingat jika ia baru saja kembali ke indonesia. Tapi Aara tau jika alasan putra-nya ingin kembali pasti karena Nana yang akan menikah sebentar lagi. Ia juga tidak punya pilihan selain mengiya-kan kemahuan putra-nya, karena ia juga tau seperti apa yang di rasakan putranya.


Rumah Gilang.


Jika di mension papi Bima Nana sudah bersiap menunggu-nya, tapi lain hal-nya di rumah Gilang yang sama sekali tidak memakai pakaian-nya.


"Gilang, apa kau serius dengan keputusan mu... Apa kau tidak akan menyesal sayang" Tanya Mama-nya kepadanya.


Menggeleng dan tersenyum "Tentu saja tidak Mah, untuk apa aku menikahi orang yang aku cintai, sementara itu ia tidak mencintai ku Mah, dan.... Mungkin juga terpaksa berada di sisi ku" Jawab Gilang tersenyum kecut membayang kan Nana yang tidak bisa mencintai-nya meski ia sudah berusaha untuk membuat Nana nyaman, tapi untuk apa jika hanya nyaman, tetap saja hati-nya milik orang lain.

__ADS_1


Ayah Gilang hanya tersenyum melihat putra-nya yang sering membuat mereka bangga.


"Apa kau ingin Mamah menemani mu ke rumah mereka sayang" Tanya Mamah.


"Tidak usah Mah, Gilang bisa sendiri, lagi pula Gilang hanya sebentar" Jawab Gilang.


"Tapi kami tidak enak dengan keluarga calon istri mu Lang" Kata Ayah Gilang yang sedari tadi hanya diam menyimak.


"Ayah ke sana saja jika nanti acara-nya sudah selesai," Saran Gilang.


"Baik lah"


"Kalau begitu Gilang pamit ya Mah, Ayah" Gilang menyalami kedua orang tua-nya kemudian berangkat ke mension papi Bima di mana nanti akan di adakan acara pernikahan Nana dan Gilang. Gilang hanya memakai baju biasa saja.


,,,


Gilang mengemudi dengan kecepatan sedang, saat tiba di tikungan sebuah mobil melaju sangat kencang dan tidak sengaja menabrak mobil-nya.


Brakkkk


Mobil Gilang terpental jauh, dan kembali sebuah mobil lain juga tidak sengaja menabrak mobil Gilang, Gilang tertabrak dua kali.


Alham yang kebetulan juga berada di sana ingin menuju bandara menghentikan mobil-nya turun dari mobil dan menyelamat-kan tubuh pria yang berada dalam mobil.


Tiba di rumah sakit Gilang langsung di tangani, keadaan Gilang seperti tidak dapat lagi untuk di selamat kan. Alham buru-buru menghubungi Kenan dan memberitahukan pada-nya jika calon suami Nana kecelakaan dan sekarang dalam keadaan kritis.


,,,


Mension papi Bima.


"Papi" panggil Kenan panik.


"Ada apa Kenan" Tanya papi Bima.


"Calon suami Nana kecelakaan pi, dan sekarang berada di rumah sakit sedang kritis" Ujar Kenan memberitahu kan pada papi-nya.


"Apa?" Kaget mami Ayuna.


"Ada apa kak Kenan" Tanya Nana menghampiri mereka saat mendengar Gilang kecelakaan.

__ADS_1


"Calon suami mu kecelakaan sayang" Sahut mami Ayuna.


Air mata Nana terjun bebas tanpa bisa menahannya, meski ia tidak mencintai Gilang, tapi ia juga sudah nyaman bersama pria itu, apa lagi Gilang yang sering berada di saat ia dalam kesulitan.


"Ayo kita kesana sekarang" Kata Nana dengan suara yang bergetar. Mami Ayuna memeluk putrinya, belum selesai satu kesakitan putrinya, sekarang sudah di uji lagi dengan ujian baru.


"Ayo" mereka semua berangkat ke rumah sakit yang Alham kirim pada mereka.


Sebelumnya mereka juga sudah memberitahukan pada beberapa tamu undangan tentang pernikahan yang di tunda karena kecelakan dari pihak pria.


Beberapa minit berlalu mereka semua sudah tiba di rumah sakit. "Apa yang terjadi Alham" Tanya papi Bima pada Alham yang berada di ruang tunggu.


Alham menceritakan apa yang ia lihat tadi semasa kejadian. Alham juga menghindari agar tidak melihat ke arah Nana yang masih memakai baju nikahnya sambil menangis dalam pelukan maminya.


Kedua orang tua Gilang juga baru tiba, Mamah Gilang langsung pingsan mengetahui jika putranya kritis.


Beberapa minit menunggu akhirnya dokter keluar dari ruang UGD. "Bagaimana dokter, bagaimana dengan anak saya" Tanya ayah Gilang.


Dokter menarik nafas berat kemudian menggeleng "Maaf pak, kami sudah mencoba semaksimal mungkin, tapi yang kuasa lebih menyayanginya" Jawab dokter bersimpati pada keluarga pasien.


Mamah Gilang yang sudah sadar menangis histeris masuk ke dalam ruang UGD. Mereka yang lain juga ikut masuk ke dalam, hanya Alham yang berdiri diam di luar.


"Gilang bangun sayang.... Bangun" Panggil Mama Gilang memegang tangan putranya. Nana juga berdiri menangis melihat Gilang yang penuh dengan luka.


Semua yang berada di ruangan itu menatap iba pada Gilang. Gilang yang merasa ada yang memegang tangannya, perlahan mulai membuka kedua bola matanya.


"Jangan tinggalkan Mamah sayang, mama hanya ada Gilang satu-satu nya" Kata Mamah Gilang tanpa menghentikan air matanya.


"M-mah, maaf kan Gilang atas semua dosa-dosa yang pernah Gilang lakukan pada Mamah" Ujar Gilang dengan nada lemah dan terbata-bata.


"Jangan katakan itu sayang, kau adalah anak yang berbakti pada Mamah dan Ayah, kami selalu bangga memiliki mu sayang" Jawab mamah Gilang tanpa henti terus menangis.


"A-aku mencintai Mamah dan Ayah"


"Kami juga sayang" Ujar Ayah dan Mama Gilang bersamaan.


"N-nana" Panggil Gilang pada Nana.


Nana langsung memegang tangan Gilang. Suara Gilang sudah tidak terlalu jelas tapi masih bisa di mengerti apa yang ia bicarakan.

__ADS_1


"N-nana, terima kasih karena telah mengisi hari-hari bersama ku, Nana....... A-apa kau bisa menunai kan permintaan ku yang terakhir....." Kata Gilang terbata-bata.


Nana mengangguk dengan air mata yang membanjiri kedua pipinya, ia sangat terpukul melihat keadaan Gilang saat ini.


__ADS_2