
"Apa salah nya jika kita melakukannya, apa kau tidak menginginkannya," Jawab Jane semangkin lancang malah memeluk Alham dari belakang.
Alham menolak kasar tubuh Jane "Keluar!!" Bentaknya menunjuk pintu ruangannya.
"Cih!! sombong!! aku sudah lama menahan diri selama ini pada mu!! aku sangat menyukai mu Alham!! Tapi kau pria sombong yang sama sekali tidak ingin melihat ke arah ku!!" Teriak Jane marah tidak terima penolakan Alham pada nya.
"Keluar Jane, aku sudah menikah, jika bukan karena ayah mu yang memasukkan mu bekerja di perusahaan ku, aku tidak akan pernah mau menerima wanita p*********r seperti mu!!" Geram Alham mengeluar kan kata-kata pedasnya.
Jane adalah salah satu anak rekan kerja Alham di jerman, Jane sangat menyukai Alham, tapi Alham tidak pernah menanggapinya. Jane memaksa ayahnya untuk memasukkannya bekerja di perusahaan yang di pimpin oleh Alham di jerman. Alham yang tidak enak untuk menolak ayah Jane karena mereka sudah sangat lama menjalin kerja sama, terpaksa menerima Jane di perusahaan nya.
Karena perusahaannya tidak memiliki tempat yang kosong lagi, selain sekretaris, Alham terpaksa menempat kan Jane menjadi sekretarisnya, padahal ia sangat tidak suka jika sekretaris nya adalah seorang wanita, tapi karena dia juga tidak punya pilihan, maka terpaksa menerima Jane.
"Jaga bicaramu Alham! Siapa yang kau panggil p*******r hah!!"
"Jika kau bukan seorang wanita j******g, bersikap lah seperti wanita yang punya harga diri, apa lagi aku ini suami orang"
"Kau pasti becanda Alham!! kau bohong kan! aku tau jika kau belum menikah" Kata Jane tidak percaya dengan ucapan Alham.
"Terserah kau mau percaya atau tidak, itu bukan urusan ku, keluar!!" Sentak Alham lagi dengan mata yang memerah.
"Cih!!!!" Geram Jane keluar dari ruangan Alham.
Mendudukkan dirinya di kursi kerja, mengambil ponsel dan melihat foto pernikahan nya dengan Nana, tanpa Nana sadari, ternyata Alham menyimpan foto pernikahan mereka di ponselnya.
Alham sangat merindui istrinya, tapi ia sering menepis perasaan nya jauh-jauh ia tidak sadar jika nama Nana sudah terukir jauh dalam dasar hatinya yang paling dalam.
Sebenar nya jauh sebelum mereka menikah, Alham sudah lama menyukai Nana, hanya saja dia tidak tau, dan tidak mengerti tentang perasaannya sendiri. Ia mengira jika ia hanya menganggap Nana seperti 'Adik' tapi kenyataan nya tidak sama sekali, Alham hanya tidak mengerti dengan keinginan hatinya.
Sebenar nya ia sangat peduli pada Nana, hanya saja ia tidak tau seperti apa untuk bersikap. Karena Alham tipe pria yang sangat cuek pada wanita, ia juga memiliki mulut pedas jika ada yang tidak ia sukai, dan Alham juga tidak tau seperti mana cara membuat seseorang wanita itu bisa nyaman di dekatnya.
Alasan Alham sering ke bar jika malam dan pulang dini hari, itu karena sudah menjadi kebiasaannya selama tinggal di jerman, ia tidak sadar jika seharusnya ia harus belajar untuk membuang jauh-jauh sikap buruknya itu, karena ia sudah beristri.
Sangat berbeda dengan kakak kembarannya Ilham, walau pun Ilham dingin seperti kulkas 10 pintu, tapi Ilham sedikit tau seperti apa harus bersikap untuk melembut kan hati seorang wanita. Alham sangat mirip dengan daddy nya, yang sangat egois dan juga sulit menurunkan ego dan harga dirinya.
,,,
Apartemen Alham.
Nana sedang bersih-bersih di apartemen suaminya. Pelan-pelan Nana sudah mulai menata hatinya yang sudah sangat rapuh karena perbuatan suaminya. Nana juga sudah terlihat lebih baik dari sebelumnya.
Tanpa sengaja, Nana melihat foto suaminya, ia mengambil foto suaminya dan menatap nya dengan intens.
__ADS_1
Kau sudah terlalu banyak menggores kan luka mendalam dalam hati ku, tapi entah mengapa hati ini tetap saja merindukan mu. Batin Nana.
Apa aku wanita yang sangat bodoh. Tambah Nana menarik nafas berat.
Kembali menyimpan foto suaminya dan melanjutkan bersih-bersih.
Selesai bersih-bersih Nana bersiap siap untuk ke mension papinya.
,,,
Nana mengemudi mobil dengan serius, ia sudah mengambil mobil nya di rumah papinya sebulan yang lalu.
Tiba-tiba mobil Nana mati di tengah jalan. "Loh, ini kenapa ini, aduhh.. Ada apa sih" Ujar Nana turun dari mobil dan memeriksa mobilnya.
"Untuk apa juga aku periksa mobil ini, Sedang kan aku sama sekali nggak mengerti tentang mobil" Ujar Nana pada diri nya sendiri.
"Butuh bantuan," Tiba-tiba terdengar suara seseorang dari punggung Nana. Nana membalikkan tubuhnya.
Ia tersenyum melihat pria di punggung nya. "Mas Gilang, sedang apa di sini" Tanya Nana.
"Lagi jogging, tapi aku melihat mu yang sedang parkir di pinggir jalan, ya sudah, aku samperin saja" Jawab gilang tersenyum lembut.
"Benar kah... Ya ini mobil tiba-tiba mati soalnya" Kata Nana tersenyum paksa.
"Emang mas Gilang tau tentang mobil"
"Sedikit, tapi sepertinya mobil ini tidak ada masalah nya"
Beralih memeriksa bensin mobil Nana. Gilang langsung menahan tawanya.
"Ada apa mas Gilang" Tanya Nana.
"Seperti nya kau terlupa mengisi bensin mobil mu" Kata Gilang.
"Astaghfirullah... Iya, sudah dua hari aku tidak isi bensin" Kata Nana tersenyum malu.
"Aku akan membeli bensin untuk mu," Kata Gilang ingin melangkah menghampiri mobil nya yang tidak jauh dari tempat mereka berdua Berdiri.
"Nanti saja mas, bagaimana jika kita makan ice cream di sana dulu" Tunjuk Nana pada penjual ice cream yang tidak jauh dari nya.
"Boleh,'' Jawab Gilang.
__ADS_1
Mereka berdua melangkah membeli ice cream dan duduk bersama di bawa pohon makan ice seperti anak kecil.
''Kau terlihat lebih baik dari sebelumnya'' Kata Gilang.
Menyerjit ''Terlihat lebih baik dari sebelumnya? memang seperti apa? aku merasa jika sama saja'' Kata Nana tersenyum.
''Hanya merasa beda saja'' Jawab Gilang.
"Itu hanya perasaan mu saja mas Gilang''
"Ngomong-ngomong aku tidak pernah melihat mu bersama suami mu"
Nana tersenyum kecut. "Suami ku bekerja di jerman,"
"Benar kah, wah jauh sekali''
"Hm'' singkat Nana hanya berdehem.
Nana dan Gilang Menghabis kan waktu bersama sambil sesekali tertawa di bawah pohon.
,,,
Seiring berjalannya waktu, Gilang dan juga Nana semangkin dekat sebagai seorang sahabat.
Gilang juga tau menjaga batasan nya karena tau jika Nana istri orang.
Hari ini genap tujuh bulan Alham berada di jerman.
Nana juga baru saja wisuda mendapat gelar sarjana, ia sangat bahagia, karena akhirnya ia bisa lulus dengan cemerlang.
''Selamat'' Kata Gilang memberikan Nana sebuah kotak kecil sebagai hadiah keberhasilan nya.
''Apa ini'' Tanya Nana mengguncang-guncang kado tersebut sambil tersenyum.
''Buka saja'' Jawab Gilang tanpa memudarkan senyuman nya.
Nana membuka kotak tersebut dan melihat isinya, ternyata jam tangan yang sangat indah. ''Wah, cantik banget... Mas Gilang menghabis kan uang berapa untuk membeli ini'' Tanya Nana bercanda.
Gilang tertawa mendengar candaan Nana. ''Murah aja kok, tidak perlu di fikir kan'' Kata Gilang.
''Masa sih''
__ADS_1
Tap tap tap
Terdengar langkah kaki mendekati mereka berdua yang sedang bercanda.