
Setelah dari mension Ilham, Alham dan Nana berangkat ke rumah mommy Aara.
Setibanya di sana, ternyata daddy Aggam dan mommy Aara tidak berada di rumah.
"Kemana mommy sama daddy Mas?"
"Mungkin ke rumah kakek."
"Mas Alham sih, kan seharusnya tadi Mas Alham hubungi dulu mommy atau daddy,"
"Loh, kok salahinnya ke aku Honey, kenapa bukan kau saja yang menghubungi mommy tadi."
Sebelum Nana menjawab terdengar suara memberi salam.
"Assalamualaikum, kenapa kalian berdua berdebat di rumah daddy?" tanya Aggam menatap tajam putranya.
Alham hanya memutar bola mata malas melihat Daddy-nya.
"Waalaikumsalam. Loh, mommy dari mana?"
"Dari mall sebentar" jawab Aara menyambut tangan Nana dan Alham yang menyalaminya.
Kemudian beralih menyalami daddy Aggam.
Lagi dan lagi terdengar suara dari luar memberi salam. "Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" berbarengan menjawab salam Oma Sarah.
"Oma" panggil Nana girang langsung memeluk Oma Sarah. Sarah juga membalas memeluk cucu menantunya sekali gus cucu sahabatnya.
"Kau apa kabar Nana, apa kau sehat sayang"
__ADS_1
"Sehat Oma,"
"Alhamdulillah'' ternyata Oma Sarah juga mengunjungi rumah menantunya.
"Maaf nyonya. Makan siangnya sudah siap" ujar pelayan pada Aara.
"Terima kasih Bik, sebentar lagi kami masuk" tersenyum di balik cadarnya.
"Baik nyonya"
Aara mengajak mereka semua masuk ke dalam meja makan untuk makan siang.
,,,
Rumah sakit.
Kayla menjenguk Gilang yang belum sadarkan diri. Masuk ke dalam ruangan Gilang, ternyata disana ada Mama Gilang.
"Assalamualaikum tante" salam Kayla.
Mendekat. "Apa Mas Gilang belum sadar tante?" tanya Kayla.
Menggeleng sedih ''Belum ada tanda-tanda Gilang akan sadar Kayla, tante juga khawatir melihatnya" sedih mengusap kepala putranya.
Ia juga ikut bersedih melihat kesedihan di wajah mama Gilang "Sabar ya tante, insyaAllah pasti sebentar lagi Mas Gilang sadar dari komanya" memberi penyemangat pada mama Gilang.
"Mudah-mudahan" terdengar serak. Karena mama Gilang mulai menangis lagi seperti biasa.
Kayla memeluk wanita paruh baya yang tampak sangat rapuh menanti putranya untuk sadar kembali.
,,,
__ADS_1
Jerman.
Nana dan Alham sudah tiba di airport jerman. Di sana sudah ada asisten Nando yang menunggunya.
"Selamat datang kembali di jerman tuan dan nona" sapa Nando sedikit membungkuk.
Mengangguk. "Kita langsung ke villa saja" ajak Alham.
Menyerjit mendengar suaminya menyebut villa. "Loh, kok villa Mas? bukannya Mas Alham tinggalnya di apartemen?"
Tersenyum lembut. "Aku sudah membeli villa untuk mu sayang, mami Ayuna pernah mengatakan pada ku jika kau tidak nyaman tinggal di apartemen."
Mengembang senyuman di wajah cantiknya. "Makasih sayang'
"Udah, ayo kita pulang" menggandeng istrinya.
Tap Tap Tap
Seorang wanita seksi yang mempertontonkan lekuk tubuh indahnya menghampiri Alham dan Nana.
"Hai tuan muda Alham, ku kira kau tidak ingin kembali lagi ke sini?'' tanya Jane. Ternyata ia adalah Jane. Tadi ia mendengar jika asisten Nando ingin menjemput Alham, ia memutuskan untuk mengikuti mobil Nando dari belakang.
"Apa yang kau lakukan di sini Jane" memeluk pinggang ramping sang istri sengaja memperlihatkan pada Jane.
Arah pandang Jane tertuju pada tangan kokoh Alham yang memeluk istrinya di depannya.
"Hanya rindu dengan tuan hot ku" tersenyum menggoda sengaja memanas manasi Nana.
"Berapa suami ku menggaji mu untuk bekerja di perusahaannya?" tiba-tiba Nana bersuara dan bertanya pada Jane.
"Kenapa kau tanya?" terdengar sinis.
__ADS_1
"Aku heran saja, apa kau tidak cukup uang untuk membeli baju, hingga yang kau kenakan hanya dalaman saja" sindir Nana membalas sinis pada Jane.
"Kau!!!!" tunjuk Jane ke wajah Nana. Ia sangat marah mendengar ucapan Nana mengatainya terang-terangan.