
Keesokan harinya.
Alham mulai terbangun dari tidurnya. Ia membuka kedua bola matanya. Mencari Nana di sebelahnya tapi ia sama sekali tidak menemukan istrinya.
Merinsut turun dari ranjang mengambil handuk dan memakainya. Mencari Nana dalam kamarnya tapi ia sama sekali tidak menemukan istrinya.
Melihat ke arah jam yang berada di dinding. Alham membolakan kedua bola matanya, ternyata sudah waktunya makan siang dan dia baru saja bangun.
(Hadehhh kelelahan mas Alhamnya olah raga malam😅)
Alham buru-buru membersihkan tubuhnya dan bersiap-siap untuk berangkat ke butik istrinya.
Drrrttt Drrrtttt Drrrttt
Asisten Nando (Asisten baru Alham yang mengurus perusahaannya di jerman)
Dari tadi asisten Nando terus menghubungi Alham tapi Alham belum mengangkatnya juga, tidak tau saja dia jika tuan nya baru saja terbangun dari tidurnya.
Setelah siap-siap Alham turun ke bawah dapur mengisi sebentar perutnya dan berangkat ke butik istrinya.
Alham takut jika Nana marah padanya tentang yang terjadi semalam, mengingat sebelumnya Nana menganggap dirinya hanya sebagai istri pelampiasannya saja.
Beberapa minit berlalu akhirnya dia tiba di butik istrinya, ia langsung melangkah masuk ke dalam. Tiba di dalam Nana tidak berada di sana.
"Lina, mana nona mu" tanya Alham pada Lina orang kepercayaan istrinya.
"Maaf tuan muda, tadi pagi nona berangkat ke bandara bersama temannya, katanya nona mau keluar negeri untuk berlibur" jawab Lina.
Menghembus nafas kasar. "Dia ada mengatakan dia mau kemana?" tanya Alham.
"Katanya mau ke jepang" jawab Lina.
"Terima kasih"
"Ya tuan"
Alham kembali ke mobilnya.
Nona dan tuan kenapa ya? apa mereka bermasalah lagi?. Batin Lina.
__ADS_1
,,,
Alham mengemudi mobilnya dengan pikiran sama sekali tidak bisa tenang. "Bodoh, bodoh, bodoh sekali kau Alham, kenapa kau sama sekali tidak bisa menahan diri, Nana pasti pergi karena dia marah." Ujar Alham merutuki dirinya sendiri.
,,,
Beberapa jam penerbangan akhirnya Nana sudah tiba di jepang.
"Nan kenapa kau tiba-tiba mengajak ku kemari? apa suami tau kau ke jepang?" tanya Kayla.
Ternyata Nana pergi bersama Kayla.
"Tidak" singkat Nana membuat Kayla berteriak kaget.
"Whattt!!!!"
"Brisik banget sih, tu orang pada liat kita kan" kesal Nana pada Kayla yang teriak-teriak.
"Durhakim kau pada suamimu Nan, pergi tanpa pamit"
"Durhaka" Nana membetulkan ucapan Kayla.
"Tidak," jawab Nana.
Mereka berdua melangkah masuk ke dalam sebuah hotel, di mana mereka akan menginap selama berlibur di jepang.
Saat tiba di kamar Nana membuka jilbabnya. Begitu pun dengan Kayla.
"Tunggu, tunggu, tunggu, ini apa ini," tanya Kayla menatap penuh selidik pada leher Nana karena ada beberapa tanda pemilikan di sana.
Nana buru-buru menutup leher jenjangnya.
"Kyakkk!! buahahahahahahaha" teriak Kayla kemudian tertawa terbahak-bahak. Ia akhirnya tau kenapa Nana tiba-tiba ingin pergi ke jepang.
"Apaan sih! kayak orang gila tauk nggak" ketus Nana menutupi malunya karena ketahuan tidur bersama suaminya.
"Astaga Nana yang cantik, nggak usah malu kayak gitu juga.. Kan wajar tu suami istri" ledek kayla menaik turun alisnya.
"Sok tau, kayak pernah menikah saja," kesal Nana.
__ADS_1
"Jadi gara-gara ini, kamu tiba-tiba ngambek dan pergi ke jepang segala ninggalin suami mu ma seorang cewek di mensionnya," tanya Kayla menghentikan tawanya.
"Enggak juga," elak Nana.
"Sebenarnya nggak salah sih jika kau mau pergi seperti ini, wajar saja karena kau masih kecewa ma suami mu, yang salahnya itu kau meninggalkan suami mu di mension nya berdua dengan seorang wanita, apa kau tidak takut jika terjadi apa-apa di antara mereka?" ujar Kayla mengingat kan Nana.
"Apaan sih Kay, jangan seuzon gitu ama Gina, dia itu teman ku, lagi pula mana mungkin dia ingin menggoda suami ku, ngaco deh"
"Nan, aku kasih tau ya, selain tampan kaya mapan, suami mu itu sangat menggiur kan di mata wanita-wanita, pokoknya perfect banget deh. Meski Gina itu sahabat mu, tapi kau harus ingat Nan, sodara saja bisa jadi pelakor dan perusak dalam rumah tangga, apa lagi Gina yang hanya teman mu saja kan? bukan siapa-siapa kan? tidak menutup kemungkinan jika Gina tidak tergiur melihat suami mu. Dan mungkin aku juga salah satu wanita yang akan jatuh ke dalam pesona seseorang jika di suguh kan pria sempurna seperti suami mu itu, tapi karena aku membesar bersama kak Alham dan sudah menganggapnya kakak, maka itu yang ada hanya perasaan antara kakak dan adik, beda dengan teman mu itu, apa kau tidak takut?" kata Kayla panjang lebar.
Nana terdiam beberapa minit mencerna ucapan Kayla. Menarik nafas berat. "Aku hanya ingin berada di sini sebentar saja untuk menenangkan perasaan ku, aku sudah berusaha untuk membuka hati ku untuk memaaf kannya, tapi aku tidak bisa, aku belum bisa memaafkan nya meski aku sudah mencoba untuk berdamai pada diri ku sendiri, aku tetap tidak bisa, terlalu banyak luka yang dia torehkan pada ku sebelumnya, membuat aku tidak bisa dengan mudahnya melupakan semuanya" lirih Nana menjatuhkan air matanya.
Kayla memeluk sahabatnya. "Maaf kan aku yang tidak mengerti perasaan mu" ucap Kayla mengusap usap punggung Nana.
"Kau bisa di sini, tapi aku saran kan jika kau kembali nanti, coba usahakan agar sahabat mu itu tidak tinggal bersama mu, aku khawatir jika dia akan menjadi perusak rumah tangga kalian berdua, aku tidak ingin melihat hubungan kalian seperti dulu lagi, sebagai seorang teman, aku hanya ingin melihat kau bahagia bersama pria yang kau cintai, itu saja" lembut Kayla.
Nana memang sudah menceritakan pada Kayla tentang sahabatnya Gina yang ia ajak untuk tinggal di mension suaminya.
,,,
Mension Alham.
Alham memarkir mobilnya dan melangkah masuk ke dalam naik ke lantai atas kamarnya. Ia membersihkan tubuhnya mengganti pakaiannya kemudian ingin pergi lagi.
Saat keluar dari kamar ia berpapasan dengan Gina yang memakai pakaian kekurangan bahan.
"Mas Alham sudah pulang?" tanya Gina berbasa basi.
"Hm" Alham hanya berdehem tanpa melihat ke arah Gina, ia sangat tidak suka melihat penampilan Gina yang membuat ia merasa jijik. Jika Jane berpenampilan seperti Gina ia tidak heran karena Jane memang berbeda keyakinan dengan nya. Sedangkan Gina, Gina adalah wanita dari kalangan mereka yang tidak sepantasnya mengumbar-umbar auratnya seperti itu.
Apa lagi wanita-wanita yang berada di sekeliling Alham semuanya berhijab dan bercadar.
Seperti mommy-nya, umma Zahra, mami Ayuna, mama Sisil, Zila Zira, Kayla, dan istrinya semua wanita yang berhijab. Jadi wajar saja ia tidak menyukai penampilan Gina yang terbuka.
💕💕💕💕
🤣🤣🤣🤣🤣Kok bunda author ngakak ya liat komentar² para readers yang seuzon mulu ma bunda😆😆😆 bunda author memang hadirkan Gina sebagai pelakor, tapi bukan berarti bunda jadikan Gina perosak rumah tangga Nana. Gina itu hanya bumbu² penyedap rasa🤣🤣 dalam rumah tangga mereka. Dan tidak akan pernah jadi perusak, karena karakter Alham bukan pria yang mudah tergoyahkan 🤦🤦🤦🤦 Lagi pula novel ini sudah melewati konflik² sebelumnya. Dan bunda tidak akan membuat konflik lagi yang menguras emosi.✌️
😅😅😅 Udah nggak usah tensian dan seuzon ma novel bunda. Dan kalo author ciptain sosok Gina jadi perosak rumah tangga mereka berdua, berarti mirip dong sama novel² sebelah 😅😅. Dan author tidak mau yang seperti itu😊
__ADS_1