
Nana mengalihkan pandangannya pada pria yang di tunjuk oleh Alexa. Dengan bersamaan Alham juga membalikkan tubuhnya, akhirnya Nana tidak melihat wajah Alham. Nana juga tidak terlalu mengenali punggung Alham, karena ia baru saja mencukur rambutnya, apa lagi sudah dua tahun Nana tidak pernah melihat Alham.
"Aishh.. Kenapa dia menghadap ke belakang sih" Kata Alexa.
"Siapa namanya" Tanya Nana, ia juga tidak berfikiran jika itu adalah Alham mantan suaminya, karena banyak pengusaha di indonesia yang membangun cabang di luar negara, jadi pemikiran Nana tidak kesampaian untuk memikirkan Alham mantan suaminya.
"Namanya Al-------
"Nona Nana aku mau ke toilet" Kata Lina.
"Mari, aku akan mengantar mu" Kata Alexa mengajak Lina.
"Apa tidak apa-apa miss" Ujar Lina merasa tidak enak.
Alexa tersenyum pada Lina. "Tidak apa, ayo" Alexa menarik pelan tangan Lina.
"Aku pamit ke toilet dulu nona" Kata Lina pada majikannya.
Nana hanya tersenyum dan mengangguk. Setelah kepergian Alexa ke toilet bersama Lina. Salah satu tamu undangan menghampiri Nana.
"Hai" Sapa pria jerman yang menyapa Nana.
Nana hanya tersenyum tipis "Hai" Balas Nana.
"Aku baru saja melihat mu, sepertinya kau bukan berasal dari negara ini" Tanya pria tersebut menggunakan bahasa english.
"Ya, saya dari indonesia" Jawab Nana juga menggunakan bahasa yanga sama.
"Ini pertama kali aku melihat wanita secantik dirimu," Ujar pria tersebut dan tersenyum.
Nana lagi-lagi hanya tersenyum tipis. "Maaf, aku pamit ke toilet dulu" Jawab Nana beralasan. Ia hanya tidak enak dengan pria asing di hadapannya. Jadi ia mencari alasan untuk menghindarinya.
"Baik lah, apa kau mau aku mengantar mu"
Menggeleng "Tidak usah, aku bisa sendiri" Jawab Nana, pria itu hanya tersenyum kemudian mengangguk.
Pura-pura melangkah ke toilet, setelah pria itu tidak melihatnya, ia langsung mengarah kan kakinya keluar dari resort.
__ADS_1
Saat melewati keramaian, tidak sengaja bahu Nana menyentuh lengan Alham. Alham mengalihkan pandanganya pada wanita berbaju sya'i sedang menunduk, ia tidak bisa melihat wajah Nana, karena Nana hanya sebatas bahunya, apa lagi posisinya menunduk.
Nana terus melangkah keluar. Alham hanya diam menatap punggung Nana. Nana juga tidak Sadar jika pria di sebelahnya tadi adalah Alham.
Beberapa minit berlalu. Setelah selesai acara, banyak orang yang melangkah keluar menuju pantai.
"Dingin" Gumam Nana mengusap-usap lengannya. Nana berada di pinggir pantai menunggu Alexa dan Lina.
Alham menuju ke mobilnya mengambil camera digital kesayangannya yang pernah Nana pecahkan dulu, tapi ia sudah memperbaikinya. Setelah itu ia melangkah ke pinggir pantai, seperti biasa ia pasti akan mengambil foto-foto, karena itu adalah hobinya.
Saat asik mengambil foto, punggung Alham bertabrakan dengan punggung Nana. Nana dan Alham serentak menoleh ke belakang.
Kedua bola mata mereka bertemu.
DEG!!
Alham membeku saat melihat wajah yang sangat ia rindui selama dua tahun ini, wajah wanita yang membuatnya tidak bisa mengalihkan pandangannya pada wanita lain, wajah wanita yang sangat ia cintai tanpa ia sadari.
Tidak jauh beda dengan Nana, ia juga membeku melihat pria yang sudah membuat hidupnya bangkit melalui kesulitan, kesakitan dan luka yang pria di hadapannya torehkan padanya, Ia mampu berdikari menjadi lebih baik dan mencapai impiannya menjadi seorang designer hebat.
Tiba-tiba terdengar suara Alexa. "Nana, kau di sini ternyata, dari tadi aku mencari mu di dalam" Kata Alexa menghampiri Nana bersama Lina.
Nana memutus kontak matanya pada Alham, melihat ke Alexa dan Lina. "Maaf, aku tidak enak berada di dalam sendirian, aku tidak mengenal siapa pun di dalam jadi aku ke sini" Jawab Nana tersenyum yang membuat Alham tidak berkedip sedikit pun melihat kecantikan mantan istrinya, ia bahkan belum melepaskan pandangannya dari wajah Nana.
Alham juga sadar dengan nada bicara Nana yang tidak cempreng lagi seperti dulu, terdengar suaranya sangat merdu. Dan Nana terlihat sudah dewasa, sangat jauh beda Nana yang ia ceraikan dua tahun lalu.
Terdengar suara Glen menghampiri mereka berempat. "Alham, kau disini ternyata, dari tadi aku terus mencari mu, ku kira kau sudah meninggalkan aku dan Mark" Kata Glen melihat Nana. Lamunan Alham buyar mendengar suara Glen.
"Wah, kau juga berada di sini cantik" Tambah Glen berbasa-basi, tentu saja ia tau jika Nana berada di sana atas undangan sang adik.
"Iya" Singkat Nana tersenyum tipis pada Glen.
Glen mengalihkan pandangannya pada Alham yang kembali menatap Nana. "Woy, bagaimana, apa sekarang kau percaya jika pemilik NN butik orangnya sangat cantik, ini gadis bidadari yang aku ceritakan siang tadi pada mu" Ujar Glen pada Alham.
Alham tidak menjawab Glen, tapi ia masih menatap Nana. Ia teringat semasa Nana masih duduk di bangku SMP.
"Eh, bocah, apa impian mu saat kau dewasa nanti" Tanya Alham pada Nana yang sedang belajar di ruang tengah mension papi Bima, Alham sedang menunggu Kenan yang lagi mandi di kamarnya, mereka janjian ingin keluar bersama.
__ADS_1
"Menikah dengan kak Alham" Jawab Nana tersenyum manis mendongak melihat wajah Alham.
"Mimpi" Ucapan yang sering Alham keluarkan jika Nana menggodanya.
"Bener loh kak, aku kan cinta mati dengan kak Alham" Ujar Nana kemudian tertawa terbahak-bahak.
"Tidak waras" Kesal Alham di buat oleh Nana.
Nana mengusap air matanya kemudian menghentikan tawanya "Kak Alham mau tau aja, apa mau tau banget ni impian aku" Tanya Nana.
"Mau tau banget, apa gadis bodoh genit dan ganjeng seperti mu itu juga punya impian" Ledek Alham pada Nana.
Nana bukannya marah, ia malah tersenyum manis "Makasih pujiannya calon suami ku, tentu saja aku punya impian"
"Apa" Tanya Alham.
"Aku ingin menjadi designer yang terkenal dengan gaya penampilan unik yang belum ada yang membuatnya, kak Alham mau tau nama butik ku nanti apa?" Kata Nana antusias.
Alham mengangkat satu alisnya bersiap untuk mendengar nama butik yang sudah Nana siap kan jika ia dewasa nanti dan punya butik sendiri
"NN butik" Kata Nana dengan bangganya memainkan alisnya pada Alham.
"Buahahahahahaha" Alham tertawa terbahak-bahak mendengar nama butik impian Nana. "Sepertinya kau sangat pede dengan nama jelek mu itu" Kata Alham menghentikan tawanya mengejek Nana.
"Biarin" Jawab Nana kembali belajar.
Bagaimana aku tidak sadar dengan nama NN butik. Batin Alham masih setia menatap Nana.
"Miss Alexa, aku ingin pulang" Kata Nana merasa tubuhnya sangat dingin karena berada di pinggir pantai malam hari.
"Ya sudah, ayo" Ajak Alexa.
"Kau sudah mau pulang cantik" Tanya Glen.
"Iya" Jawab Nana.
"Apa kau tidak ingin kenalan dengan sahabat ku ini, kalian tinggal di satu negara loh" Ujar Glen. Nana hanya tersenyum tipis kemudian beredar dari hadapan Alham tanpa menjawab Glen.
__ADS_1