Menikahi Jandaku (Penyesalan)

Menikahi Jandaku (Penyesalan)
Bab 48


__ADS_3

"N-nana" menarik tangannya yang hampir mendarat keras di pipi Gina.


"Apa maksud mu melakukan ini pada ku Gina? ku kira kau menganggap ku teman" tanya Nana menatap kecewa pada Gina.


Gelagapan ia bingung ingin menjawab apa pada Nana. "Jawab aku Gina! kenapa kau tega melakukan ini pada ku! aku sudah menganggap mu seperti saudaraku sendiri, kenapa bisa kau menggoda suami ku Gina! apa salah ku pada mu!" marah Nana pada Gina. Karena ia sudah benar-benar menganggap Gina sodara. Tapi Gina malah menikamnya dari belakang.


"Karena aku iri pada mu!! percuma aku memiliki teman yang kaya raya, tapi dia tidak bisa menyelamatkan ayah ku!! tidak bisa membantu ku!!"


"Apa maksud mu Gina?" tanya Nana menatap Gina. Alham masih diam melihat pertengkaran istri dan sahabatnya.


Ia juga bisa bernafas lega karena ternyata Nana tidak menyalahkannya atas apa yang ia lihat barusan.


"Ayah ku meninggal karena sakit!! dan kau sebagai sahabat ku, kau bukannya membantu ku!! kau tau aku terpaksa menjual tubuh ku untuk biaya pengobatan ayah ku!! tapi ayah ku tetap pergi!! coba saja dari awal kau mau menolong ku!! mungkin ayah ku masih hidup!" teriak menjatuhkan air matanya.


"Astagfirullah Gina, kau sendiri yang tidak mengatakan apa pun pada ku, seharusnya jika ada hal seperti itu kau bisa memberi tahukan pada ku agar aku bisa membantu mu, bukan hanya diam, dan sekarang kau malah menyalah kan ku Gina" jawab Nana menatap Gina.


"Cih!! kau memang sahabat yang tidak bisa di andalkan!!" melangkah keluar ruangan Alham, menyenggol bahu Nana dengan keras.

__ADS_1


Nana masih berdiri diam menatap lantai, ia sangat kecewa dan sakit hati karena Gina tega menikamnya dari belakang. Melihat istrinya hanya diam, dengan perasaan was-was ia mendekatinya.


"H - Honey.. Aku minta maaf ku mohon, kau jangan salah faham dulu" gugup Alham menyentuh lembut lengan istrinya.


Mengangkat pandangan menatap suaminya. "Jujur pada ku Mas, apa karena ini Mas Alham tidak suka Gina tinggal di sini?" tanya Nana menatap kedua netra Alham tanpa berkedip.


Perlahan tapi pasti Alham mulai mengangguk pelan. "Iya, maka itu aku tidak suka sahabat mu berada di kediaman kita. Tapi sumpah Honey, aku tidak pernah ada hubungan apa pun pada sahabat mu itu, aku hanya mencintai mu sayang, percaya lah aku tidak mungkin melakukan sesuatu yang akan melukai perasaan mu lagi Nana.." jelas Alham menatap teduh kedua bola mata istrinya.


Melihat tidak ada kebohongan di kedua bola mata suaminya. Perlahan mendekat dan memeluk suaminya. "Maafkan aku" lirih Nana merasa bersalah karena ia merasa karena dirinya sendiri yang telah menghadir kan orang ke tiga di dalam rumah tangganya dan membuat suaminya tidak nyaman.


"Aku yang membawa masalah ke dalam rumah tangga kita, maaf kan aku Mas" menjatuh kan air mata merasa bersalah.


"Sudah Honey, lupakan saja, mari kita sama-sama belajar dari kesilapan kita sayang" mengecup lembut dahi istrinya.


Mengangguk "Aku mencintai mu Mas"


"Aku tidak mendengarnya" canda Alham tersenyum.

__ADS_1


''Aku mencintai mu''


''Aku tidak mendengar nya''


''Aku mencintai mu'' mengecup pipi suaminya.


''Aku mencintai mu juga sayang. Ayo kita tidur'' menggandeng tangan istrinya keluar ruangannya.


Nana memeluk pinggang Alham sambil berjalan.


''Kenapa kau terbangun Honey'' tanya Alham.


''Kenapa? aku mengganggu kencan kalian berdua'' kesal Nana.


Menarik lembut hidung sang istri ''I love u Honey''


Tersenyum mendengar ucapan suaminya. ''Gombal''

__ADS_1


__ADS_2