
Nana mengangguk "Apa yang kau ingin kan" Tanya Nana mengerat-kan pegangan tangannya pada Gilang.
"M-menikah lah dengan Alham, biar kan ia yang menggantikan aku untuk menjadi suami mu.." Kata Gilang dengan suara yang sudah sangat berat.
"Tidak, tidak, kau masih kuat mas Gilang.... Aku hanya ingin menikah dengan mu, ku mohon jangan tinggal kan aku, aku masih ingin bisa hidup bersama mu, ku mohon jangan bicara apa pun yang membuat aku takut" Kata Nana dengan dada yang sesak mendengar permintaan Gilang.
"N-nana, aku memohon pada mu, aku ingin melihat mu bersama pria yang kau cintai bersatu agar aku bisa tenang, ku mohon dengar kan aku Nana..." Ujar Gilang semangkin lirih dengan nafas yang sudah mulai terputus-putus.
Mamah Gilang memegang pundak Nana seolah memberi kode pada Nana untuk tolong iya kan saja permintaan putranya. Nana melihat pada mamah Gilang yang menatapnya dengan wajah penuh harap.
"Tapi aku hanya ingin menikah dengan mas Gilang... Ku mohon bertahan lah" Kata Nana kekeh tidak ingin menikah dengan Alham mantan suaminya. Ia belum siap untuk menjalani hidup bersama Alham, apa lagi ia masih trauma dengan rumah tangganya dulu.
"K-ku mohon Nana" Gilang menggenggam pergelangan tangan Nana dengan sisa tenaga yang ia miliki.
Tangis Nana pecah kemudian mengangguk mengiyakan permintaan Gilang. Gilang tersenyum menggambarkan kebahagian di wajah-nya meski dalam keadaan yang sedang menahan sakit.
Kenan keluar memanggil Alham saat mendapat kode dari papi Bima yang dari tadi hanya diam dengan perasaan sedih melihat calon menantunya dengan tubuh tidak berdaya terbaring di brankar rumah sakit.
"Alham" Panggil Kenan saat ia sudah tiba di luar dan melihat Alham yang duduk di kursi ruang tunggu menatap ke lantai.
Mengangkat pandangan-nya melihat Kenan yang memanggilnya. "Ada apa" Tanya Alham.
"Calon suami Nana ingin berbicara pada mu, masuk lah ke dalam dengan segera" kata Kenan. Ia masih sangat kecewa dengan sikap Alham pada adiknya, tapi karena ini adalah permintaan terakhir dari Gilang, ia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Kenan belum bisa menerima jika Alham akan kembali menjadi suami adiknya, ia takut jika nanti Alham kembali melukai perasaan Nana.
Alham berdiri dan melangkah masuk ke dalam ruangan mendekati Gilang yang sekarat. Gilang seolah memberi kode untuk Alham memegang tangan nya. Alham mengangkat tangan nya dan memegang tangan Gilang.
Dengan sisa tenaga Gilang menyatuh kan tangan Alham dan Nana. "J-jagakan dia untuk ku, jangan sakiti dia lagi.... Anggap lah ini sebagai permintaan terakhir ku pada mu" Ucap Gilang terdengar menarik nafas sesak karena ia sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi.
"Kenapa kau melakukan ini mas Gilang....." Tanya Nana. Air matanya sudah seperti air yang di tumpah membasahi seluruh wajahnya.
__ADS_1
"K-karena aku ingin melihat mu bahagia.... D-dan kebahagiaan mu hanya berada pada mantan suami mu... Percaya lah... Hati mu itu sudah menjadi miliknya, dan kau tidak akan pernah bahagia dengan siapa pun selain dari mantan suami mu... Berbahagialah..." Lirih Gilang melihat Nana.
"Mari kita mulai" Sahut papi Bima. Ia bisa melihat jika Gilang sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi.
Papi Bima langsung menikahkan putrinya detik itu juga setelah mereka bersiap-siap.
Beberapa minit berlalu akhirnya terdengar...........
"SAH''
Nana akhirnya menjadi istri Alham untuk yang kedua kalinya lagi di pernikahan mereka yang kedua juga.
Bersamaan bola mata Gilang tertutup mengukir senyuman tipis di wajah tampannya.
Mamah Gilang menangis histeris melihat Gilang yang sudah pergi. Begitu pun dengan Nana, ia juga menangis sejadi-jadinya sama seperti Mamah Gilang.
Mereka yang berada di ruangan tersebut semua ikut menangis melihat Gilang yang sudah menutup kedua bola mata-nya.
Alham benar-benar bingung saat ini, entah ia harus sedih atau harus bahagia, ia sendiri bingung karena ia tidak tau bagaimana ingin bersikap pada Nana yang sudah terlanjur ia sakiti sehingga Nana benar-benar terluka oleh sikap nya.
,,,
Sudah dua bulan Nana dan Alham menikah, tapi mereka belum pernah bertemu atau saling bertegur sapa karena Nana terus menghindari-nya jika ia ingin menemuinya.
Jerman.
Saat ini Alham sedang sibuk di meja kerjanya. Sudah satu bulan Alham berada di jerman. Ia sangat sibuk dengan jadwal kerjanya yang semangkin padat membuat Alham tidak bisa kembali ke indonesia dengan segera.
Tap tap tap.
__ADS_1
Jane melangkah masuk ke dalam ruangan Alham tanpa mengetuk pintu-nya.
"Apa kau bisa lebih sopan, semangkin hari kau semangkin tidak memiliki sopan santun pada atasan mu" Tegur Alham pada Jane tanpa mengangkat pandangannya.
"Sudah saat-nya jam makan siang, apa tuan tidak ingin makan siang" tanya Jane dengan suara terdengar menggoda-nya.
Alham mengangkat pandangan-nya. "Kenapa kau tidak tel*n*g saja sekalian, atau kau buka saja pakaian mu tidak usah berpakaian di kantor ini, kau tidak terlihat seperti sekretaris, tapi lebih tepat-nya seperti kupu-kupu malam" Pedas Alham menegur pakaian Jane yang semangkin hari semangkin minim.
Jane bukan-nya marah ia hanya tersenyum "Aku juga mau kalau bisa menjadi kupu-kupu malam untuk mu" Jane menjalan kan jari-jarinya ingin menyentuh tangan Alham seperti biasa.
Alham menarik tangan-nya. "Keluar lah, aku tidak tertarik pada bekas" Kata Alham berdiri dari duduk-nya melangkah keluar ruangannya. ia malas meladeni Jane yang sering menggoda-nya.
"Cih!!! manusia sombong, apa kata-nya tadi bekas, sial sekali manusia sombong satu itu, sudah berapa tahun aku ingin mendekati-nya tapi selalu gagal, arkhhhh" Teriak Jane geram pada Alham yang sering mengeluar-kan kata-kata pedas ada-nya dan tidak segan-segan menolaknya.
,,,
Di butik Nana.
Nana sedang kedatangan salah satu tamu yang ingin meminta di buatkan gaun pengantin unik dari butik Nana, ia datang bersama dengan calon suaminya.
"Nana" Sapa wanita bernama Risma.
"Hai, kalian sudah tiba" Jawab Nana tersenyum manis.
"Iya, kenal-kan ini calon suami ku, namanya Rio" Kata Risma memperkenal-kan calon suaminya.
Nana tersenyum pada Rio. "Hai, panggil saja saya Nana" Kata Nana melambai memperkenal kan dirinya.
"Rio" Jawab Rio melihat tubuh Nana dari atas sampai bawah, dan dari bawah sampai atas seperti menelanjangi-nya.
__ADS_1
Nana sangat risih dengan tatapan buas Rio padanya. Padahal ia sudah sangat tertutup dengan baju sya'i jilbab panjang tapi masih lagi ada tatapan aneh dari pria lain.