Menikahi Jandaku (Penyesalan)

Menikahi Jandaku (Penyesalan)
Bab 54


__ADS_3

"Apa kata Mas Alham!! Keluar dengan wanita tarzan itu!!" marahnya melototi suaminya.


"Hahahahahaha" melihat istrinya seperti singa betina sedang mengamuk, Alham malah terbahak-bahak karena berhasil mengerjai Nana hingga bangun dari tidur pulas-nya.


Mengambil bantal melempari Alham yang iseng. "Kak Alham nggak asik ih!" Nana sangat kesal pada keisengan suaminya.


Mendekat membawa nampan berisi makanan yang ia buat untuk istrinya tadi. "Makan dulu Honey, ini sudah siang banget, kau kan lagi hamil"


Masih melihat kesal pada Alham. "Aku cuci muka dulu" merinsut ingin turun dari ranjang, tapi Alham malah mengangkat tubuh istrinya.


"Arkhhh ... Turunin aku Mas, ngapain aku di gendong Mas Alham, aku bisa berjalan sendiri"


Tidak mendengar Nana, terus melangkah masuk ke dalam kamar mandi, tiba di dalam, Alham mengambil berus gigi, menaruh golgate dan memberikan pada istrinya.


Mengembang senyuman di wajah cantiknya, melihat suaminya yang sangat perhatian padanya, bahkan menurut Nana jika Alham mesranya kelewatan.


"Makasih suamiku" mengedip-ngedipkan bola matanya.


"Ini tidak gratis Honey" kata Alham tersenyum memperlihatkan deretan gigi ratanya.

__ADS_1


Wajah Nana yang tadinya tersenyum manis, berubah cemberut membelakangi Alham kemudian menggosok giginya. Ah, suaminya itu jika ada yang ia lakukan pasti semuanya tidak ada yang gratis, memikirkannya saja membuat ia kesal sendiri.


"Aku siapkan pakaianmu ya Honey" ujar Alham ingin melangkah keluar dari kamar mandi.


"Nggak usah, aku bisa sendiri, kalo Mas Alham itu pasti tidak gratis lagi, bikin sebel saja!" ketus Nana.


"Ini gratis cintaku" melangkah keluar menahan tawanya.


Saat menggosok gigi, netranya menangkap rantai berlian yang berada di lehernya.


Memegang dan memperhatikan liontin kalung berlian itu. Tersenyum tipis. Dia sangat pintar menyenangkan hati wanita, untung saja aku mengenalnya dari aku orok lagi, kalo tidak aku pasti sudah seuzon, berpikir jika dia pasti tukang rayu wanita. Batin Nana.


Untuk apa aku bawa pakaian ke jerman, jika di sini juga sudah lengkap, ck, bikin capek aja. Batin Nana kesal. Entah mengapa ia suka sekali kesal pada suaminya semenjak ia hamil.


,,,


Turun ke lantai bawah, di bawa Alham sudah menunggunya sambil duduk di sofa ruang tengah memakan cemilan di tangannya.


Menyerjit saat melihat suaminya sudah sangat rapi, juga rambut yang di tata rapi memakai pakaian formal. Yang membuat ia heran, karena Alham memakan cemilan.

__ADS_1


Mendekat. "Sejak kapan Mas Alham suka ngemil?" tanya Nana.


Melihat cemilan di tanganya. ''Entah, tiba-tiba saja aku ingin makan ini" jawab Alham memperlihatkan beberapa cemilan di tangannya.


Apa efek aku hamil kali ya? Mas Alham berubah aneh. Batin Nana.


"Mana tasmu Honey?" tanya Alham masih mengunyah makanan.


"Kayak anak kecil" gumamnya melihat suaminya.


"Ada di atas, kenapa Mas mencari tasku?"


Menepuk jidatnya sendiri. "Honey ku yang cantik bak ratu Elizabeth, aku itu sudah rapi seperti ini karena menunggumu Honey, kau turun dan malah bertanya kenapa aku mencari tasmu? Kayaknya mau lanjut lagi ni keramasnya" bergerak ingin membuka jas yang sudah rapi melekat di tubuh atletisnya.


"Eh, eh, bentar, aku ambil tasku dulu suamiku yang tampan seperti pangeran salju" membalik badan kembali melangkah ke lantai atas untuk mengambil tasnya sambil mengomel dalam hati.


Yang benar saja mau keramas lagi, yang semalam saja aku udah mau mampus, ini mau nambah lagi, dasar. Batin Nana.


Berpikir. "Pangeran salju? Bukannya yang ada itu putri salju ya? Yang di bintangi Lily Collins itu?" Gumam Alham mencerna ucapan istrinya.

__ADS_1


__ADS_2