
Nana tersenyum lembut dan memeluk tubuh mommy Aara yang bersedih. "Bukan Nana tidak ingin ke villa mom, hanya saja Nana benar-benar sangat sibuk di butik akhir-akhir ini mom" Jelas Nana, karena ia sangat sibuk di butik. Sebahagiannya tentu saja ada kebohongan. Karena alasan Nana tidak pernah ke villa mommy Aara, itu karena ia sering melihat masa-masa kecilnya di sana yang suka mengganggu Alham saat Alham sedang belajar.
Sewaktu Alham masih duduk di bangku SMA, Nana berusia tujuh tahun, jika ia mengunjungi villa mommy Aara saat Alham sedang belajar, Nana pasti akan mengganggu Alham. Dari kecil Nana sudah sangat iseng pada Alham dan suka membuatnya kesal.
"Terus kapan kau ingin ke rumah mommy" Tanya mommy Aara mengembang kan senyumannya.
"Sore nanti deh mom, kalo nggak sibuk, tapi Nana ke rumah kak Ilham dulu, nanti Nana ke sana sama kak Ilham dengan kak Zira mom"
Aara tersenyum dan mengangguk "Mommy tunggu ya, harus datang"
"Sipp mom" Nana tersenyum pada mommy Aara.
Kau sudah banyak berubah Nana, semenjak kau berpisah dengan Alham, ada yang beda dengan senyuman mu, kau tidak terlihat seperti dulu lagi. Batin Aara menatap Nana. Aara juga tau seperti apa kedekatan Nana dengan Alham sedari kecil, walau pun kedekatan mereka dengan cara unik karena seperti tom and jerry, tapi mereka sangat dekat.
,,,
Jerman.
Tok tok tok.
Saat ingin meneguk minuman yang di berikan oleh Jane, tiba-tiba terdengar suara pintu ruangannya di ketuk.
Alham kembali menyimpan kopi di tangannya kemudian mempersilakan Mark masuk ke dalam.
Mark melangkah masuk ke dalam ruangannya, duduk di sofa dekat Jane, mengambil kopi Alham dan langsung meneguk minuman itu.
Sial, kenapa kau yang meminum kopi itu Mark sialan. Batin Jane geram melihat Mark.
"Ada apa dengan pandangan mata mu" Tanya Mark pada Jane.
Jane memutar bola mata malas kemudian melangkah keluar dari ruangan Alham dengan perasaan geram pada Mark, ia juga tidak menjawab pertanyaan Mark.
"Ada apa dengan sekretaris hot mu itu, apa kau tidak memberikannya jatah" Canda Mark pada Alham.
"Kau saja yang memberikannya jatah, jika kau mau, aku tidak tertarik dengan tubuhnya" Kata Alham masih sibuk melihat layar tab nya.
"Hahahaha kau ini sangat aneh, wanita secantik dan seksi plus hot seperti Jane kau masih tidak tertarik, apa jangan-jangan kau menyukai terong" Kata Mark masih tertawa.
"Mungkin" Santai Alham membuat Mark semangkin tertawa.
__ADS_1
Tiba-tiba Mark merasa jika tubuhnya kepanasan. "Ham, minuman apa yang aku minum tadi" Tanya Mark mulai merasa aneh pada tubuhnya.
"Kopi" Singkat Alham.
"Siapa yang membuatnya" Tanya Mark mulai gelisah.
Alham mengangkat pandangannya dan melihat Mark "Ada apa dengan wajahmu" Tanya Alham karena wajah Mark sudah berubah warna merah.
"Aku tidak tau, tapi sepertinya aku merasa baru saja meminum obat perangsang" Ujar Mark dengan jantung yang sudah berdebar-debar. Tentu saja Mark tau, karena ia seorang cassanova.
Sial!! Jane mencoba untuk menjebak ku. Batin Alham.
Mark semangkin kepanasan. "Pergi saja ke tempat bar yang biasa kita datangi, buruan sana" Ujar Alham mengusir Mark.
"No, aku tidak akan bisa menyetir ke sana lagi, kau pesan kan saja aku wanita dari sana" Kata Mark.
"Kau gila, bisa berabe aku kalau sampai ada karyawan yang memberitahukan pada daddy ku, jika aku membawa masuk ke kantor kupu-kupu malam" Decak Alham pada Mark.
"Buruan Alham, atau kau ingin aku memperkosa mu, aku sudah tidak tahan" Kata Mark sudah hampir kehilangan kesadaran karena obat yang di berikan Jane sangat tinggi dosisnya.
"Ck gila" Umpat Alham pada Mark.
,,,
Sore hari setelah Nana pulang dari butik, ia melajukan mobilnya ke mension Ilham.
Beberapa minit berlalu Nana sudah tiba di mension Ilham.
''Mana si kembar," Tanya Nana pada Zira.
"Mereka ada di atas, tumben kau berkunjung kemari" Tanya Zira menggendong bayinya.
Nana tersenyum "Aku ingin mengajak kak Zira ke rumah mommy Aara."
"Loh, kenapa nggak pergi sendiri saja"
"Aku juga lagi kangen ama 3AR, jadi sekalian mampir, panggil dong 3AR nya kemari"
"Bentar" Kata Zira memanggil pelayan untuk mengambil 3ARnya dari atas.
__ADS_1
"Assalamualaikum" Ilham memberi salam. Ia baru saja tiba dari kantor.
"Waalaikumussalam" Serentak Nana dan Zira mengalihkan pandangannya pada Ilham.
Nana terdiam menatap wajah Ilham yang sangat mirip dengan mantan suaminya. Untung saja kak Ilham sering menggunakan baju formal, jadi mereka masih terlihat beda, coba saja jika kak Ilham sering berpenampilan kayak dia, pasti mereka sangat mirip. Batin Nana mengalihkan pandangannya dari Ilham.
"Nana, tumben kau kemari" Tanya Ilham memberikan tangannya pada istrinya untuk bersalaman.
Zira mencium punggung tangan suaminya.
"Iya kak, aku mau ajak kakak me rumah mommy Aara, itu juga kalo kakak mau" Kata Nana.
"Tidak masalah, sekarang saja kita berangkat, nanti sholat di villa daddy saja" jawab Ilham di setuju Nana dan Zira.
mereka pun bersiap-siap dan berangkat ke villa Aggam.
,,,
Dua tahun berlalu dengan cepat.
Butik Nana semangkin maju dan terkenal bahkan sampai ke keluar negara, hanya saja Nana tidak mau tampil di layar tv, maka itu tidak ada yang tau siapa pemilik NN butik, atau seperti apa wajahnya tidak ada yang tau.
Jerman.
Tampak seorang gadis cantik dengan gamis panjang yang simple tapi terlihat sangat elegan, memakai kaca mata melangkah turun dari pesawat.
Dia adalah Nana bersama dengan salah satu karyawannya di butik, Nana sengaja datang ke jerman atas undangan suppliernya, supplier Nana adalah sahabat baik Gilang, yang Gilang kenalkan pada Nana sebelum Nana memulai bisnis butiknya yang saat ini semangkin berkembang biak.
Tampak seorang wanita tersenyum manis pada Nana yang sudah menunggunya di airport.
"Hai, kau sudah tiba" Sapa supplier Nana yang bernama Alexa, ia menjemput Nana langsung di airport
"Ya kami baru saja tiba" Jawab Nana tersenyum.
"Wah, kau cantik sekali dari dua tahun lalu aku menemui mu, wajah mu bertambah cantik dan anggun" Kata Alexa kegirangan melihat wajah Nana langsung untuk yang kedua kalinya.
Nana tersenyum "Anda ada-ada saja, biasa saja'' Jawab Nana.
''Eist, jangan memanggil ku anda, panggil saja aku Miss Alexa" Kata Alexa dengan elegan sambil mengulurkan tangannya pada Nana.
__ADS_1
Nana mengembangkan senyuman nya, ia tidak menyangka jika Alexa orangnya sangat ramah dan asik.