
Kayla melangkah ke ruangan Nana. Duduk dekat brankar teman nya kemudian mengusap wajah lemah dan pucat Nana.
"Apa sebenar nya yang terjadi pada mu... Kenapa kau tidak ingin bicara apa pun pada ku, walau hanya sekedar curhat, aku mau jadi pendengar mu yang baik" Ujar Kayla menatap sendu wajah temannya dengan berkaca-kaca.
Kayla tidak tau seperti apa kehidupan rumah tangga Nana yang sebenar nya. Tapi selama Nana sudah menikah, ia juga dapat merasa perubahan yang berada dalam diri Nana, hanya saja Kayla tidak ingin mencampuri hubungan rumah tangga mereka berdua.
Perlahan mulai membuka kedua bola matanya setalah tertidur dua jam akibat pengaruh obat.
"Kau sudah bangun" Tanya Kayla tersenyum mengusap matanya yang membendung.
Nana memaksa kan diri untuk menduduk kan dirinya "Udah, nggak usah duduk dulu, kau masih sangat lemah." Kata Kayla menahan Nana untuk duduk.
"Makasih sudah mau mengantar ku ke rumah sakit" Kata Nana merasa sudah lebih baikan dari sebelum nya.
"Iya, kau mau makan" Tanya Kayla.
Nana menggeleng "Apa kau sudah menghubungi mami ku" Tanya Nana.
Kayla menepuk jidat nya sendiri,'' Astaghfirullah... Karena panik aku terlupa kasih tau sama tante dan paman kalau kau masuk rumah sakit" Jawab kayla mengeluar kan ponselnya ingin menghubungi mami Ayuna.
Tapi Nana menahannya "Tidak usah, justru bagus jika kau belum kasih tau sama mami papi, aku juga tidak ingin membuat mereka sedih melihat keadaan ku yang seperti saat ini" Ujar Nana memelas pada Kayla.
Menarik nafas berat "Kenapa, apa sebenar nya yang terjadi Nana, kenapa kau bisa sampai keguguran" Tanya Kayla.
Nana terdiam, perlahan tapi pasti ia mulai menjatuh kan air matanya. Kayla langsung memeluk tubuh Nana yang terguncang. Nana sudah tau jika dia hamil beberapa hari yang lalu, tapi ia baru tau jika ia keguguran.
Membalas pelukan Kayla, menumpah kan rasa sedihnya selama ini sering ia pendam sendiri. Apa lagi mengetahui jika ia baru saja kehilangan calon bayi nya, yang membuat Nana bertambah sedih.
Kayla mengusap-usap lembut punggung sahabat baiknya. "Ssssttt jangan seperti ini, aku tidak tau apa yang menimpa mu, tapi jika kau mau berbagi pada ku, sekurang-kurang nya itu bisa membantu, membuat mu sedikit lebih baik" Kata Kayla ikut menjatuh kan air matanya melihat keadaan sahabat nya yang sangat memprihatin kan.
__ADS_1
Nana masih terus menangis dalam pelukan Kayla, tanpa menjawab Kayla sepatah kata pun.
,,,
Beberapa waktu berlalu, Nana sudah lebih baik, ia masih berada di rumah sakit. Duduk di brankar rumah sakit sambil menatap kosong, Nana sangat sedih karena harus kehilangan calon bayinya, dan suami yang tidak pernah menghubunginya sama sekali.
Cklekkk
Kayla masuk ke dalam ruangannya membawa buah-buahan "Bagaimana perasaan mu, apa kau sudah merasa lebih baikan" Tanya Kayla tersenyum pada Nana sambil menghampirinya.
Tersenyum tipis dan mengangguk. Kayla memberikan pada Nana buah. "Ini, di makan, agar cepat sembuh" Kata Kayla.
Nana mengambil buah dari tangan Kayla. Kayla mendudukan dirinya di kursi dekat berankar Nana.
"Nan, maaf bukan ingin ikut campur dalam urusan rumah tangga mu, aku hanya ingin jika kau bisa lebih baik jika ada tempat mu untuk bercerita, sebenar nya apa yang terjadi dengan mu dan kak Alham," Tanya Kayla menyentuh lembut tangan Nana.
Nana menunduk. "Aku baik-baik saja, rumah tangga ku juga baik-baik saja kay" Bohong Nana terdengar lirih.
Nana juga ikut tersenyum, tapi hanya sebentar, ia kembali muram lagi.
"Kehidupan ku dengan kak Alham itu tidak seperti yang kalian semua lihat, selama sudah menikah, kami tidak pernah akur, kak Alham juga sering marah-marah tidak jelas, pertengkaran dalam rumah tangga kami sudah menjadi makanan sehari-hari aku dan kak Alham," Jelas Nana mulai menjatuh kan air matanya.
"Aku bahkan tidur sendiri di apartemen tiap malam, dan aku sangat ketakutan, tapi aku juga tidak punya pilihan lain selain bertahan... Karena aku tidak ingin jika mami papi tau rumah tangga kami yang sebenar nya sangat berantakan, aku tidak ingin buat mami papi sedih melihat kehidupan ku.." Jelas Nana menahan sebak seperti ingin meledak dari dada nya.
Kayla kembali memeluk Nana. "Tenang lah..." Kata Kayla menenangkan sahabatnya.
"Aku merasa jika aku hanya seperti istri pelampiasan hasrat dari seorang suami yang tidak pernah menganggap ku kay" Tangis Nana pecah meluah kan isi hatinya yang memberat kannya selama ini.
Kayla ikut menjatuh kan air matanya mendengar curahan hati temannya. Nana juga terlihat sangat kurus, dan lemah.
__ADS_1
"Ku mohon jangan bicara kan ini pada siapa pun, aku ingin menceritakan ini pada mu, karena kau adalah sahabat baik ku" Nana memohon pada Kayla.
Kayla menggeleng, sedikit melonggar kan pelukannya. "Kau tidak perlu khawatir, kau tenang saja, semua yang kau ceritakan itu aman bersama ku, aku janji tidak akan bercerita dengan siapa pun.
"Janji"
"Hm, janji" Jawab kayla tersenyum. Nana juga ikut tersenyum tipis.
,,,
Jerman.
Jam makan siang, Alham tidak beranjak sama sekali dari kursi kerjanya, ia masih sibuk depan layar komputer nya.
Bola matanya tidak sengaja menangkap cincin pernikahan nya di jarinya.
Menghentikan kesibukannya, kemudian melihat cincin nya dengan intens, menarik nafas berat. Sudah dua bulan ia berada di jerman, tapi Alham sama sekali belum pernah memberi kabar pada istrinya.
Berdiri dari duduknya, melangkah ke sofa yang berada dalam ruangannya.
Alham merebah kan dirinya di sofa sambil mengangkat tangannya melihat cincin pernikahannya. Apa yang bocah itu lakukan saat ini, apa ia sedang bersama pria itu lagi. Batin Alham emosi sendiri memikir kan jika istrinya bersama dengan Gilang.
Alham menutup kedua bola matanya, menghalau pikiran-pikiran negatif yang menghampirinya.
Tanpa sadar ia tertidur di sofa. Sudah satu jam Alham tertidur, tiba-tiba ia merasa ada seseorang yang meraba dada bidang nya.
Perlahan membuka bola matanya, ia melihat Jane yang berpakaian seperti telanjang karena Jane menurun kan separuh baju nya mempertonton kan sebahagian besar dari dadanya.
"Apa yang kau lakukan Jane" Alham mendorong Jane yang memegang dada bidang nya, kemudian menduduk kan dirinya.
__ADS_1
Jane tidak marah, iya malah mendekat kan tubuhnya pada Alham "Apa kau tidak ingin" Tawar Jane dengan nada mend*s*h.
"Jaga sopan santun dan batasan mu Jane, aku ini atasan mu" Marah Alham meninggal kan Jane.