
"Selamat siang tuan muda" sapa Nando pada tuannya sedikit membungkuk.
"Siang, ada apa Nando?" tanya Alham.
"Tuan muda, saya mau izin untuk kembali ke jerman besok tuan, apa tuan mau ikut?" jawab asisten Nando.
"Nanti saja kita bahas itu Nando, ayo kita makan siang dulu."
"Baik tuan"
Mengalihkan pandangannya pada Nana dan Kayla. "Kita ikut di mobil Nando saja."
Nana tidak membantah suaminya, ia hanya diam mengikuti punggung Alham yang sudah mulai melangkah.
Beda dengan Kayla yang menatap tidak suka pada asisten Nando karena dari awal pertemuan mereka, Nando sudah membuatnya kesal.
CK, ternyata pria sialan ini asistennya kak Alham. Batin Kayla.
Mereka berempat berangkat ke restoran bersama untuk makan siang.
Tiba di restoran, mereka langsung memesan makan siang.
Saat menunggu makan siang, Nando pamit ke toilet, saat ia ke toilet makanan yang mereka pesan sudah tiba.
Kayla tersenyum penuh arti saat melihat jus asisten Nando. Mampus lo gue kerjain. Batin Kayla kemudian melirik pada Nana dan Alham yang fokus pada makanan mereka.
Mengambil lada yang cukup banyak kemudian masukkan ke dalam jus asisten Nando. Selamat menikmati. Batin Kayla tersenyum senang.
__ADS_1
Beberapa menit berlalu Nando sudah tiba dari toilet. Ia juga duduk dan mulai memakan makanannya.
Kayla sesekali melirik pada asisten Nando, ia ingin sekali melihat reaksi pria itu seperti apa saat meminum airnya.
Ada apa dengan gadis ini, kenapa ia sering melirik ke arahku. Batin Nando sadar dengan tingkah Kayla. Menggerakkan tangannya mengambil minumannya kemudian menyesanya.
Uhuk uhuk uhuk
Nando terbatuk-batuk saat meminum minumannya yang terasa sangat pedas.
"Ada apa Nando?" Tanya Alham.
"Saya tidak apa-apa tuan muda" jawab asisten Nando. Alham hanya mengangguk dan kembali melanjutkan makan siangnya.
Nando menajam kan netra elangnya pada Kayla. Kayla tersenyum dengan wajah meledek Nando.
Ternyata kerjaan gadis sialan ini, awas kau. Batin asisten Nando.
,,,
Malam hari di mansion Alham.
Nana sudah siap-siap ingin berangkat ke rumah papinya. "Nana, kau mau kemana?" tanya Alham pada istrinya.
"Aku mau ke rumah papi ku," jawab Nana seperti biasa jutek.
"Aku akan mengantar mu" tawar Alham.
__ADS_1
"Tidak usah! aku bisa pergi sendiri!" ketus Nana.
"Nana, ini sudah malam, aku tidak ingin kau pergi sendiri, apa lagi kau sedang hamil Nana" lembut Alham.
"Memang apa peduli mu!"
"Tentu saja aku peduli, karena kau itu istriku"
"Kemana saja sebelumnya" mengambil tasnya ingin melangkah keluar dari kamar.
Berdiri mencegah tangan istrinya yang ingin keluar dari kamar "Aku tidak mengizinkan mu untuk keluar malam seperti ini tanpa ku, kecuali kau mau aku yang mengantar mu" kekeh Alham tidak mengijinkan istrinya untuk keluar dari kamar.
Menarik kasar tangannya. "Buruan!" geram Nana melangkah keluar kamar.
Mengambil kunci mobil dan menyusul istrinya.
,,,
Beberapa minit berlalu Nana dan Alham sudah tiba di depan mension papi Bima.
Nana membuka pintu mobil ingin turun. Tapi lagi-lagi Alham kembali mencegahnya. "Besok aku ingin kembali ke jerman sebentar, karena ada pekerjaan ku yang tidak bisa di wakili asisten ku," ujar Alham pada istrinya. Ia tau akan seperti apa respon istrinya nanti, tapi ia tetap meminta izin.
"Terserah, kau mau tinggal di sana juga tidak apa-apa" jawab Nana terdengar sangat tidak bersahabat.
"Jaga dirimu, makan tepat waktu" Alham tidak ambil hati pada sikap istrinya, ia malah membalas dengan nada yang sangat lembut.
"Hm" dehem Nana langsung turun dari mobil melangkah masuk ke dalam mension papinya.
__ADS_1