Menikahi Jandaku (Penyesalan)

Menikahi Jandaku (Penyesalan)
,,,,


__ADS_3

Setelah dari mension papi Bima mengantar istrinya, ia melajukan mobilnya ke apartemennya, berniat tidur di sana.


,,,


"Nana, mana suami mu sayang,'' tanya mami Ayuna pada putrinya.


"Di mension mi" Jawab Nana memeluk maminya. "Aku sangat merindui mami,"


Mami Ayuna juga membalas memeluk putrinya. "Kenapa kau sangat lama di jepang sayang" tanya mami Ayuna.


"Papi mana mi" tanya Nana tidak menjawab pertanyaan maminya barusan.


"Papi mu ada di kamar, apa kau sudah makan malam"


"Belum mi"


"Ya sudah, masuk saja ke dapur tunggu mami, mami mau panggil papi di atas dulu"


Mengangguk. "Iya mi"


,,,


Keesokan harinya.


Alham benar-benar berangkat ke jerman sendiri menggunakan pesawat, sedangkan Nando, iya sudah menyuruh berangkat semalam memakai jet pribadinya.


Beberapa jam berlalu, terdengar mami Ayuna berlari memanggil suaminya. "Mas Bima" teriak mami Ayuna.


"Ada apa sayang" tanya Bima heran melihat istrinya.


"Lihat televisi Mas" kata Ayuna panik.

__ADS_1


Bima juga ikut panik melihat istrinya. Kemudian melihat televisi. Ternyata di sana memberitakan tentang jatuhnya pesawat yang berangkat menuju ke jerman, dan semua penumpang yang mengikuti pesawat tersebut di nyatakan meninggal tanpa sisa karena saat pesawat itu terjatuh, pesawat itu juga langsung meledak tanpa menyisakan siapa pun.


Yang membuat mereka bertambah panik lagi, ternyata di dalam banyaknya jumlah korban yang berada di dalam pesawat, juga berada foto Alham di sana.


"Alham" cemas papi Bima melihat ada foto menantunya dari bayaknya penumpang pesawat.


"Bagaimana ini mas,"


"Hubungi Nana, mungkin ia belum melihat berita ini''


Mengangguk dan langsung menghubungi putrinya.


Drrrttt Drrrttt Drrrttt


Ponsel Nana berdering.


"Assalamualaikum mi" Jawab Nana mendengar suara panik dari maminya.


"Berita apa mi" tanya Nana dengan perasaan mulai cemas.


"Buka televisi sekarang sayang"


Nana langsung membuka televisi yang berada di butiknya, karena di butik Nana memang lengkap peralatannya.


Saat melihat berita yang berada di televisi. Nana membeku dan menjatuh kan ponselnya melihat kecelakaan pesawat yang terjatuh, dan suaminya berada di sana.


"Nana, hello sayang, Nana" panggil mami Ayuna di ponsel putrinya yang masih belum terputus.


Lama Nana membeku seperti manekin tidak percaya yang ia lihat.


Tes Tes Tes

__ADS_1


Perlahan tapi pasti, kristal bening mulai berjatuhan dari kedua bola matanya.


"Kak Alham" longlai, Nana terjatuh dan terduduk di lantai.


"Nona Nana, ada apa" tanya Lina melihat majikannya yang lemah dan terduduk. Menghampiri Nana dan menariknya.


"Hantarkan aku ke bandara sekarang" Kata Nana sambil menangis, ia tidak bisa lagi menahan air matanya, ia ingin ke bandara melihat, siapa tau saja suaminya tidak jadi berangkat.


"Baik nona" Lina langsung mengantar Nana ke bandara.


Tidak beda jauh di mension daddy Aggam. Mommy Aara langsung pingsan saat mendapati jika pesawat yang di tumpangi putra bungsunya terjatuh dan semua penumpangnya di nyatakan tewas tanpa sisa.


,,,


Tiba di bandara Nana berlari kesana kemari dengan air mata yang membasahi seluruh wajahnya. "Kak Alham" ia mencari Alham berharap jika suaminya tidak jadi ikut pada pesawat yang terjatuh.


Kesana kemari tapi tetap nihil, ia tidak menemui suaminya, di sana juga sudah sangat ramai kedatangan keluarga orang-orang yang mengalami kecelakaan pesawat.


Nana terus menangis mencari keberadaan suaminya. Setelah lelah, Nana mendudukkan dirinya di kursi tunggu, menutup wajahnya sambil terus menangis.


Tiba-tiba terdengar suara yang memanggilnya. "Nana" panggil suara tersebut.


Tertegun, karena suara tersebut sangat tidak asing. Perlahan mulai membuka tangan yang menutupi wajah cantiknya.


Ia kaget saat mendapati yang ia lihat ternyata benar-benar suaminya. Nana berdiri, menyentuh wajah suaminya. "Apa ini benar kau kak Alham"


"Iya, ini aku, ada apa kau menangis di sini" tanya Alham mengusap air mata istrinya.


Brukkk


Menubruk dada bidang suaminya, memeluk dengan tangisan yang pecah. "Kak Alham jangan tinggalkan aku, aku tidak ingin hidup sendiri lagi, jangan tinggalkan aku..." tangis Nana memeluk erat sang suami.

__ADS_1


__ADS_2