
Kayla menarik tubuh Nana yang menangis di bawah tanah. Ternyata tadi Kayla ingin menghampiri Nana ke butiknya, tapi ia tiba-tiba melihat Alham mengajak Nana berbicara, setelah itu Nana pergi membawa mobilnya, Kayla yang khawatir dengan Nana mengikutinya dari belakang.
Ia melihat mobil sahabatnya berhenti di sebuah taman, Kayla juga ikut turun dan mendengar semua perdebatan Nana dan Alham.
"Lupakan dia, sampai kapan kau akan terus tersakiti oleh pria sepertinya, dia tidak akan pernah sadar dengan semua kesalahan yang ia lakukan pada mu, karena sejatinya seseorang egois itu sulit untuk melihat kesalahannya" Ujar Kayla menarik tubuh Nana yang lemah ke dalam pelukannya.
Nana terus menangis dalam pelukan sahabatnya. Setelah lelah, Kayla mengajak Nana pulang ke butiknya.
,,,
"Woi brow.. Apa yang terjadi dengan mu, kenapa kau tidak pergi rumah sakit, lihat lah kepalamu begitu parah" Kata Glen mengambil handuk kecil kemudian menempelkan di kepala Alham yang di penuhi darah segar. Glen juga sudah pulang ke indonesia satu bulan yang lalu sebelum Alham juga menyusul.
Alham tidak menjawab Glen, ia hanya diam kemudian meminta alkohol langsung meneguknya. Ia tidak peduli dengan keadaannya saat ini, fikiran-nya tidak bisa ia kendalikan.
"Kau benar-benar gila Ham... Selama ini aku tidak pernah melihat keadaan mu yang berantakan seperti ini, ada apa dengan mu kenapa kau tidak ingin bicara apa pun pada ku" Tanya Glen kasihan melihat sahabatnya yang sangat berantakan.
"Aku tidak apa-apa" Jawab Alham kembali meminum Alkohol yang berada di hadapannya.
"Hanya orang gila yang percaya jika dalam keadaan seperti saat ini kau mengatakan baik-baik saja." Glen menggeleng melihat Alham yang terus minum tanpa henti.
Beberapa minit berlalu akhirnya Alham sudah tumbang berbaring di sofa dengan darah yang sudah mengering di kepalanya. Glen menghubungi dokter datang ke barnya untuk mengobati luka di kepala Alham yang sangat serius.
,,,
Mension Ilham.
"Kenapa kak" Tanya Zira saat melihat suaminya seperti sedang mencoba menghubungi seseorang dari tadi tapi tidak di angkat.
"Tadi aku melihat mobil Alham kecelakaan di jalan tapi tidak ada orang di sana, hanya mobilnya saja yang sudah tidak berbentuk" Jawab Ilham mengkhawatir kan adik kembarannya.
__ADS_1
"Kakak sudah coba untuk menghubungi nomor ponselnya" Tanya Zira lagi.
"Ini yang dari tadi aku coba hubungi tapi sampai saat ini belum di angkat"
Zira mengangguk-angguk. "Emang kapan kak Alham kembali ke indonesia kak?"
"Kemarin baby" Jawab Ilham mencium sekilas dahi sang istri.
"Ku kira kak Alham sudah tidak ingat untuk kembali ke sini lagi, tapi apa dia tau jika Nana akan menikah tidak lama lagi"
"Aku juga tidak tau" Jawab Ilham menyimpan ponselnya karena sedari tadi ia menelpon Alham masih tidak di angkat padahal ponselnya juga aktif.
,,,
Setelah beberapa hari berlalu, tinggal dua hari lagi acara pernikahan Nana dan Gilang.
Apartemen Alham.
Tok tok tok.
Tok tok tok.
Pintu apartemen Alham kembali di ketuk, tapi Alham masih pulas dengan tidurnya.
Ketukan terus terdengar dari luar, perlahan Alham mulai menyadari ketukan dari luar apartemennya.
Membuka matanya turun dari kasur melangkah keluar kamar menuju pintu dan langsung membukanya.
Cklekkk
__ADS_1
Ternyata ia adalah Kayla. "Assalamualaikum, bisa aku masuk" Tanya Kayla.
Alham menyerjit, karena ia heran dari mana kayla tau alamat apartemennya, ia tidak tau jika selama ia meninggalkan istrinya selama tujuh bulan tempoh hari, Kayla sering menemani Nana di apartemennya.
"Waalaikumussalam, masuk lah" Kata Alham mempersilakan Kayla untuk masuk ke dalam apartemen nya.
Mendudukkan dirinya di sofa. Alham juga ikut mendudukkan dirinya dengan jarak aman.
"Ada apa Kayla" Tanya Alham heran melihat Kayla.
Menarik nafas berat kemudian menghembusnya dengan pelan "Kemarin aku melihat kak Alham yang berbicara dengan Nana, maaf, aku juga mendengar semua pembicaraan kak Alham" Ujar Kayla.
"Langsung saja ke intinya, apa yang ingin kau bicarakan" Ujar Alham. Ia tau pasti ada yang Kayla ingin sampaikan padanya.
"Apa kak Alham tau jika Nana pernah hamil? dan keguguran karena ia tertekan akibat kak Alham yang mengabaikannya? meninggalkan nya ke jerman, apa kak Alham tau seperti apa penderitaan yang ia alami selama hidup dengan kak Alham? apa kak Alham tau jika kak Alham itu sangat berarti baginya? apa kak Alham tau setiap malam ia harus ketakutan tidur di apartemen ini tanpa kak Alham? untuk apa dia melakukan semua itu? hanya hati yang benar-benar tulus mencintai seseorang yang mampu melakukan semuanya, melalui kesakitan, ketakutan, kekecewaan, kesedihan sendiri tanpa ada yang memperdulikan, tapi apa yang ia dapat dari kak Alham? hanya tuduhan dan tuduhan, apa kak Alham masih punya hati? tanpa kak Alham sadar jika kak Alham sudah mencipta kan luka yang mendalam dalam hatinya." Ujar Kayla menjatuhkan air matanya mengingat penderitaan yang di alami oleh sahabatnya akibat ulah sahabat kakaknya.
DEG!
Alham membeku mendengar semua yang di ucapkan Kayla. Seperti sebuah sesuatu yang keras menghantam mengenai tepat di jantung nya, terdiam seribu bahasa dengan perasaan yang campur aduk menjadi satu.
Kayla mengusap air matanya. ''Kak Alham itu sangat kejam, kak Alham mengambil semua kebahagiaan nya, menghancurkan mimpi dan kebahagiaannya dengan keegoisan kak Alham. Selama kak Alham menikahi nya, keceriaan, keusilan, dan juga kecerahan dari wajahnya sudah benar-benar hilang. Tidak ada lagi Nana yang sering membuat orang kesal dan tertawa karena tingkah nya, yang ada hanya wajah sendu menyimpan banyak luka dari kedua bola matanya.'' Ujar Kayla ikut merasakan. sesak dari dadanya menceritakan kisah sahabat nya yang berakhir dengan kesulitan.
''Dan............'' Kayla menggantung ucapannya menahan sesak menceritakan kesedihan dan penderitaan sahabat nya.
''Dan demi kak Alham tidak terlihat buruk di hadapan paman Bima dan tante Ayuna, Nana rela menyembunyikan pada kedua orang tuanya jika ia keguguran akibat tekanan hebat yang ia alami, aku sendiri yang merawat nya di apartemen kak Alham inj, karena ia tidak ingin kedua orang tuanya tau jika ia masuk ke rumah sakit, hanya kak Kenan yang tau itu juga aku yang menceritakan padanya karena aku takut terjadi apa-apa pada Nana waktu itu, apa lagi dia sangat kurus dengan wajah yang pucat''
DEG!
Alham lagi-lagi hanya bisa membeku mendengar semua penderitaan yang pernah ia berikan pada Nana.
__ADS_1
Kayla melihat pada Alham. "Aku mohon, lepas kan dia biarkan dia bahagia bersama pria lain, aku mohon jangan ganggu kehidupan nya lagi... Dia baru saja menata hatinya selama dua tahun ini tapi dengan sadis kak Alham malah datang menghancurkan semua usahanya dan membuka luka yang sudah hampir mengering, ku mohon lepaskan dia, jangan ganggu kehidupan nya lagi biar kan ia bahagia bersama kak Gilang calon suaminya" Kata Kayla mengusap air matanya berdiri keluar dari apartemen Alham.