Merajut Benang-Benang Cinta

Merajut Benang-Benang Cinta
#11 Menghilangkan Gosip


__ADS_3

" Agus hari ini saya tidur di ruangan istirahat bersama denganmu."


" Tapi Pak dokter kenapa saya bukankah itu ruangan untuk dokter yang piket malam ini."


" Piket malam ini dokter tidak tidur di ruangan istirahat, makanya aku minta temenin sama kamu, ada yang ingin aku bicarakan denganmu, biar enak kita bicaranya dan biar enak juga kita mengontrol ruangan-ruangan yang lain biar aku tidak mencari kamu kemana-mana dan kamu aman bersamaku daripada kamu mengganggu para suster yang di sana." ucap Keenan sembari menatap ke arah Agus, Agus hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, kebetulan malam ini Agus memang ada piket tapi dia tidak tidur di ruangan istirahat khusus dokter karena keinginan dari dokter Keenan Akhirnya dia pun mengiyakan saja sembari menganggukkan kepalanya.


" Baiklah Pak Dokter saya akan menemani bapak tidur di ruangan istirahat khusus dokter."


Mereka berdua pun kemudian berjalan melangkah menuju ke arah ruangan khusus dokter di ruangan itu mereka menuju ke arah sofa yang memang sudah tersedia di ruangan itu.


" Terus saya tidurnya di mana Dok?"


" Kamu tidurnya di sofa, saya tidurnya di tempat tidurlah."


" Hadeh! inilah nasib asisten." ucapnya sembari tersenyum secara terpaksa, dokter Keenan pun hanya tertawa pelan melihat sikap Agus tersebut.


" Ya enggaklah Gus, kamu nggak usah tidur di sofa, itu kan tempat tidur ada dua, satu buatmu satu buatku, tapi sebelum kita larut dalam mimpi kita ada yang ingin aku bicarakan denganmu."


" Siap dok, Ada apa dok yang ingin dibicarakan?apakah itu tentang saya? apakah saya selama ini membuat kesalahan?"

__ADS_1


" Selama ini kamu tidak membuat kesalahan selama bekerja bersama saya, tapi ada satu yang ingin saya katakan denganmu, mulai saat ini bila ada orang yang bertanya tentang saya kamu tidak perlu mengatakan kalau saya ini mempunyai hubungan khusus dengan dokter Melati, karena saya dan dia hanya teman biasa saja tidak lebih dari itu."


" Tapi dok?" Agus menggantung kalimatnya.


" Tapi apa Gus? tidak ada tapi-tapian, memang benar saya dan dokter Melati tidak ada hubungan apa-apa."


" Maksud saya, kalau saya bicara seperti itu apakah Dokter Melati nanti akan marah sama saya, Karena dokter Melati pernah bilang kepada saya kalau saya tidak mau mengikuti perkataan dia, dia akan berbicara dengan pimpinan rumah sakit ini dan saya pasti akan dipindahkan dari rumah sakit ini, saya takut Pak Dokter kalau saya dipindahkan dari rumah sakit ini, bukannya saya tidak mau bekerja di rumah sakit yang lain, tapi nantinya saya akan dipindahkan jauh dari keluarga saya, saya tidak mau itu, Karena itulah dokter Melati mengancam saya bila ada yang berbicara atau menanyakan tentang kepribadian atau pasangan dokter Keenan saya harus menyangkalnya, karena saya adalah asisten dari dokter Keenan, pasti mereka percaya dengan ucapan saya." Terang Agus sembari memainkan ponselnya yang ada di tangannya itu, dokter Keenan menghela nafasnya dengan pelan, kemudian dia merubah posisi duduknya dengan menopangkan dua kakinya dan menyandarkan tangannya disandaran sofa sembari menatap ke arah Agus.


" Sekarang kamu tidak boleh takut karena saya yang menyuruh kamu untuk tidak mengatakan semuanya itu kepada orang lain dan sebisa kamu untuk membersihkan kata-kata kamu yang dulu pernah mengatakan saya ada punya hubungan dengan dokter Melati, kalau seandainya dokter Melati mengancam kamu seperti itu, tidak akan pernah terjadi, karena kamu adalah asistenku, saya yang akan maju bila kamu akan dipindahkan, atas dasar apa dia mau memindahkanmu, karena selama kamu bekerja tidak melakukan kesalahan, lagi pula rumah sakit ini bukan miliknya dokter Melati dan pimpinan rumah sakit ini tidak ada hubungan kuat dengan dokter Melati." ucapnya membuat Agus menatap ke arah dokter Keenan terlihat masih ada rasa ketakutan di wajahnya karena saat itu dokter Melati mengancam Agus untuk terus mengatakan kepada semua orang yang ada di rumah sakit itu kalau dokter Melati dan dokter Keenan adalah pasangan yang sudah lama menjalin hubungan khusus.


" Baiklah Dok, saya akan mengatakan pada mereka kalau seandainya ada yang bertanya tentang dokter apakah Dokter itu memiliki seorang kekasih atau tidak."


" Ayo silakan Gus, kalau kamu mau istirahat." ucap dokter Keenan Kemudian Agus berdiri mohon pamit kepada dokter Keenan.


" Maaf Pak Dokter saya masih ada tugas sedikit, nanti saya akan kembali lagi ke ruangan ini." ucapnya dianggukan dokter Keenan, dokter Keenan pun kemudian merebahkan tubuhnya di kasur empuk yang ada di ruangan istirahat khusus dokter tersebut.


Kemudian Agus pun meninggalkan dokter Keenan dan Agus menutup kembali ruangan tersebut, Agus melangkah menuju ke arah tempat suster jaga yang biasanya tempat dia nongkrong kalau tidak ada kerjaan.


" Kenapa wajahmu Gus, kok kelihatan bingung seperti itu?" tanya salah satu suster yang ada jaga di meja tersebut.

__ADS_1


Agus pun kemudian masuk ke area tersebut dan duduk diikuti mereka yang ada di situ.


" Ternyata aku salah menyebarkan kalau dokter Melati dan dokter Keenan itu ada hubungan khusus."


" Maksud kamu sebenarnya dokter Melati dan dokter keenan itu tidak ada hubungan khusus sama sekali?"


" Iya, mereka berdua hanyalah teman kuliah dan teman kerja saja tidak lebih dari itu."


" Berarti benar dong apa yang dikatakan mereka ada yang percaya dan ada yang tidak, kalau mereka berdua itu mempunyai hubungan khusus, itu adalah akal-akalan dokter Melati aja, sepertinya dia memang menyukai dokter Keenan ." Ucap salah satu suster.


" Iya.."


" Sudahlah daripada kita menggosip mereka mending kita makan cemilan ini aja." Sambung salah satu dari suster yang memang membawa sebuah cemilan untuk mereka yang piket malam itu, Mereka pun kemudian menikmati cemilan itu sambil menjaga siapa tahu ada yang memerlukan bantuan mereka di antara pasien-pasien yang ada di dalam masing-masing ruangan tersebut.


Dokter Melati yang sudah sampai di rumahnya pun memarkirkan mobilnya dan langsung bergegas masuk ke dalam rumah pribadinya, Dia kemudian disambut oleh sang Mamah dan papanya.


" Melati, kamu kenapa?terlihat sedih seperti itu?" Tanya sang Mamah.


" Nggak Mah, Melati cuma tidak enak badan aja." ucapnya kemudian dia pun meninggalkan kedua orang tuanya yang sedang duduk di ruang tengah rumah pribadinya itu, mereka hanya memandangi putrinya yang menaiki satu persatu anak tangga menuju ke arah kamarnya itu, sesampainya di kamarnya dia pun langsung merebahkan tubuhnya di kasur empuknya yang ada di kamar pribadinya itu sembari dia meluapkan ke kesalannya dengan menepuk-nepukkan kedua tangannya ke bantal yang sedang direbahinnya itu.

__ADS_1


" Kamu jahat Keenan! Kamu jahat! kenapa kamu menyukai orang lain selain aku ? baru aja kamu putus dengan kekasih kamu kenapa kamu mudahnya mendapatkan dan menyukai orang lain lagi, kamu tidak pernah melirik sedikitpun ke arahku, kamu hanya menganggap aku sebagai teman kamu saja, keterlaluan kamu Keenan, kenapa kamu menyukai keluarga pasien bukan yang se profesi denganmu, Kamu jahat! sungguh jahat!! kamu keterlaluan Keenan." ucapnya sembari menangis sambil menelungkupkan wajahnya di bantal pribadinya itu.


__ADS_2