
#51 Defresi 🌹
Melati kemudian melajukan kendaraannya menuju ke arah pulang ke rumahnya, dia tidak langsung menuju ke arah rumah sakit karena dia sudah tidak ada gairah untuk kembali ke rumah sakit tersebut, dengan melajukan kendaraannya itu dengan kecepatan tinggi dia tidak lagi memikirkan keselamatannya yang ada di dalam mobil itu di dalam mobil dia berteriak-teriak sendiri.
" Ini tidak bisa dibiarkan!! kalian jahat, kalian berdua memang sudah keterlaluan denganku!! Kenapa kalian selalu menyakiti aku! apa sebenarnya salahku dengan kalian! Aku benci dengan kalian! aku tidak!!Aku tidak terima dengan perlakuan kamu Keenan dan kamu juga Joddy, kamu akan menerima akibatnya nanti!!" ucapnya sembari terus melajukan kendaraannya tersebut,beberapa saat kemudian mobilnya pun masuk di halaman rumah pribadinya, dia begitu saja menghempas pintu mobilnya seraya melangkah menuju ke arah dalam rumahnya tersebut.
Dia tidak menghiraukan teguran kedua orang tuanya yang merasa heran, karena dia begitu cepat pulang dari bekerjanya, dia terus melangkah menaiki satu persatu anak tangga menuju ke arah lantai dua rumahnya itu menuju ke arah kamar pribadinya, sang ibu yang melihat perilaku anaknya itu merasa khawatir, dia pun kemudian mengikuti langkah anaknya, namun tidak sempat dia meraih tangan anaknya itu pintu kamarnya pun terdengar dengan keras ditutup oleh Melati, Dia kemudian menghamburkan semua benda benda yang ada di dalam kamarnya tersebut sembari berteriak dan menangis, sang Mama pun terkejut, Dia kemudian membuka pintu kamar itu dia langsung menenangkan sang anak, namun Melati tidak bisa merasa tenang dia berteriak sambil menyebut nama dr Keenan dan nama dokter Joddy, sang Mama yang kebingungan itu pun langsung keluar dari kamar dokter Melati, Dia kemudian menghubungi dokter Keenan namun sayangnya ponsel dokter Keenan tidak bisa dihubungi karena ponsel dokter Keenan dalam keadaan tidak menyala, dokter Keenan memang sengaja mematikan ponselnya, karena dia tidak ingin diganggu di saat hari pernikahannya itu.
Karena merasa tidak menyambung panggilannya pada dokter Keenan, dia pun kemudian beralih pada ponsel dokter Joddy, dr Joddy yang sudah berada di rumah sakit di mana calon mertuanya itu dirawat, dia pun kemudian menjawab panggilan dari ibunya melati.
" Ya selamat sore Tante, ada apa?"
" Joddy kamu bisa ke rumah? Ada yang ingin tante katakan."
" soal apa Tante?"
" Melati...."
" Kenapa dengan Melati?"
" Melati marah-marah, semua barang di dalam kamarnya di porak-porandakannya papahnya tidak ada di rumah, Dia sedang berada di luar kota, ada urusan yang harus dikerjakan sekarang, tante di rumah sendirian hanya bersama dengan Melati dan para asisten rumah tangga aja, tolonglah kamu ke sini, tante perlu bantuanmu." ucap Bu Eni terdengar menangis dalam nada bicaranya dan terdengar juga suara dr Melati berteriak dan terdengar suara benda pecah dilempar.
Dokter Joddy hanya terdiam, dia sebenarnya tidak ingin bertemu lagi dengan Melati, tapi karena permintaan dari ibunya itu membuat dia merasa serba salah.
" Nak Joddy,bisakah kamu menolong Tante, Nak Joddy Apakah kamu masih di situ?tante perlu bantuanmu Nak, karena Melati marah menyebut nama kamu dan nama Kenan, saat Keenan dihubungi ponselnya tidak aktif."
" Ya Tante, memang tidak aktif, memang sengaja Keenan menonaktifkan ponselnya, karena hari ini adalah hari pernikahannya."
" Apa? menikah?" ucapnya terkejut."
" Iya Tante,Keenan menikah dengan pilihan hatinya." terdengar helaan nafas di seberang sana.
" Tolonglah Joddy,Tante minta tolong agar kamu menemui Keenan dan bawalah dia ke sini sebentar saja."
" Maaf Tante, saya tidak bisa mengajak dokter Keenan ke rumah tante, karena ini di luar kemampuan saya, disebabkan Saya tidak ingin mengganggu hari pernikahannya, Baiklah tante saya akan ke sana sekarang." ucapnya membuat Imelda menatap lekat ke arah dokter Joddy dan dr Joddy kemudian memutus sambungan bicaranya dengan Bu Eni.
Dr Joddy kemudian memasukkan kembali gawainya ke dalam saku celananya sembari menatap calon istrinya itu.
" Apa aku boleh menemuinya?" tanyanya pada Imelda sembari menyentuh pundak kiri dan kanan Imelda.
Imelda menghela nafas dengan pelan, kemudian melepaskannya dengan panjang dia tidak menjawab pertanyaan dari dokter Joddy.
" Sayang aku ingin bertemu dengan dia karena ini adalah permintaan ibunya, jujur aku tidak akan menaruh hati kepadanya, karena bayangan dia tidak akan ada lagi di hati ini, aku tetap akan bersama denganmu,tapi kalau kamu tidak mengizinkan aku ke sana, aku tidak akan pergi."
__ADS_1
Imelda kemudian menatap dokter Joddy sembari tersenyum.
" Pergilah Mas, lihatlah keadaannya, mungkin karena dia bersikap seperti itu sampai orang tuanya menyuruh menemuinya,sudah sangat berakibat fatal untuknya, Imelda percaya dengan Mas Joddy." ucapnya sembari tersenyum seraya memegang kedua tangan dokter Joddy.
Dokter Joddy pun tersenyum, kemudian dr Joddy mempersilahkan Imelda masuk ke ruangan ibunya, setelah berpamitan dengan Imelda dan ibunya, dokter Joddy pun kemudian meninggalkan Rumah Sakit tersebut menuju ke arah rumah dokter melati.
Di dalam mobil dokter Joddy menghubungi nomor Kania, Kania yang baru saja sampai di rumah nenek Maria tersebut mendengar ponselnya berdering, dia pun kemudian menjawab panggilan dokter Joddy sembari menatap ke arah suaminya.
" Iya Mas Jaddy,apa ada Kenan bersama denganmu?"
" Iya Mas, kami baru sampai di tempat Nenek."
" Bisakah ponselmu ini berikan pada Kenan?"
" Iya Mas..." ucapnya singkat sembari menyerahkan ponselnya ke tangan suaminya.
" Iya Jod, ada apa? dokter Joddy pun kemudian menceritakan semua kejadian di awal dokter Melati menghubunginya saat dia menuju ke rumah sakit untuk mengantar Imelda, dokter Keenan hanya menghela nafas panjangnya setelah mendengar cerita dari dokter Joddy.
" Sekarang kamu di mana?"
" Aku menuju ke rumahnya sekarang."
" Maaf Joddy,aku tidak bisa ke sana, bukan karena hari ini hari pernikahanku, walaupun hari ini bukan hari pernikahanku aku juga tidak mau menemui dia lagi, karena aku sudah capek menghadapinya, kalau kamu ingin menemuinya silahkanlah kamu menemuinya, tapi hati-hati kamu jangan termakan dengan kata-kata dia, karena dia pandai membuat Alibi agar kita merasa iba padanya, ditambah lagi Kamu harus menjaga hati seseorang yang sekarang mendampingi kamu." mendengar ucapan dokter Keenan seperti itu Kania pun angkat bicara.
" Sayang, kenapa kamu bicara seperti itu? ini dokter Melati loh Yang ingin ditemui, Aku tidak ingin menyakiti perasaan kamu bila kita menemui dia ke rumahnya."
Kania tersenyum...
" Tidak apa-apa Mas,kita bisa melihat dia di sana dan kita bisa memberikan pengertian padanya."
" Tapi dia tidak bisa mengerti walaupun kita beribu memberi dia pengertian, aku aja capek memberikan pengertian padanya, orang egois seperti dia tidak akan pernah mengerti."
" Sayang, apa salahnya kita tetap datang ke sana, karena ini adalah permasalahan antara kamu, dokter Joddy dan dr Melati, kalian berteman sejak lama, jangan hancurkan pertemanan kalian ini, hanya karena gara-gara sebuah percintaan, biar bagaimanapun kamu tetap berteman dengan dia, walaupun tidak akrab lagi, kita harus menjaga silaturahmi dengan kuat." ucap Kania tersenyum.
Dokter Keenan pun hanya menghela nafasnya dengan panjang, kemudian mereka memasuki rumah Nenek Maria, dokter Keenan meminta Kania untuk membersihkan diri terlebih dahulu, setelah Kania selesai barulah dokter Keenan menyusul untuk membersihkan dirinya, beberapa saat kemudian mereka sudah rapi dan berpamitan dengan nenek Maria untuk menuju ke tempat dokter Melati dan dokter Keenan pun menceritakan semuanya kepada Nenek Maria.
Nenek Maria hanya berpesan pada dr Keenan dan Kania.
" Demi menuju kebahagiaan kalian berdua, jangan ada dendam diantara kamu dan dokter Melati." ucap Nenek Maria dianggukan oleh dokter Keenan, setelah berpamitan dengan Nenek Maria, Mereka pun meninggalkan rumah kediaman pribadinya tersebut, menuju ke arah rumah dokter Melati dengan diiringi tatapan mata Nenek Maria.
Dokter Joddy yang sudah terlebih dahulu sampai di rumah dokter Melati pun menaiki satu persatu anak tangga tersebut menuju ke lantai atas, terlihat Mamahnya dokter Melati yang menghindar dari lemparan dokter Melati yang marah di dalam kamar pribadinya tersebut, dokter Joddy pun kemudian memanggil Bu Eni.
" Tante..." panggilnya.
__ADS_1
Bu Eni menoleh ke arah dokter Joddy, dia kemudian melangkah mendekati dokter Joddy.
" Syukurlah kalau kamu datang." ucapnya dan matanya mencari ke kiri dan kekanan.
" Kamu sendirian datangnya?"
" Iya Tante, saya tidak bisa membawa Keenan, karena Hari ini adalah hari spesial untuknya."
Tidak ada jawaban dari Mamahnya dokter Melati, kemudian namanya dokter Melati pun menarik pelan tangan dokter Joddy dan membawanya ke depan pintu kamar dokter Melati, dokter Melati yang sedang melempar apa saja yang ada di dekatnya itu, hampir tidak terlihat lagi kamarnya itu rapi semua sudah berantakan, kaca pecah di mana-mana, alat make up yang porak-poranda, tempat tidur yang acak-acakan, serta seluruh pakaian yang ada di dalam lemari pun terkeluar semuanya, saat dokter Melati melihat dokter Joddy berada di depan pintu kamarnya, dia pun mengambil pecahan kaca dan melangkah menuju ke arah dokter Joddy.
" Kamu jahat Joddy! Kamu jahat!! kamu mengatakan cinta kepadaku, tapi sebelum aku jawab kamu sudah menduakan aku dengan wanita lain!!Kenapa kamu mengatakan cinta padaku! tapi kamu tidak benar mencintai aku! kamu keterlaluan! Kamu jahat! aku akan melenyapkan kamu dari muka bumi ini!!" ucapnya, namun tangannya sempat ditangkap oleh dokter Joddy untuk mengambil pecahan kaca yang sudah melukai tangannya itu.
" Melati, sadarlah Melati!" ucapnya dalam rangkulannya, namun Melati dengan kuatnya marah hendak menampar dokter Joddy, karena tangan dokter Melati dipegang oleh ibunya dan dokter Joddy.
Dokter Melati yang sudah tidak ada lagi kekuatan untuk menampar wajah dokter Joddy,lalu dia menggunakan mulutnya dan menggigit pundak dokter Joddy dengan kuat, saat melihat dokter Joddy kesakitan karena gigitannya itu, dr Melati merasa senang dan berusaha melepaskan pelukan dokter Joddy padanya.
" Hahaha...!! aku senang kamu merasakan sakit, bagaimana rasanya sakit itu? begitulah kau telah menyakitiku."
' Melati!! sadarlah Melati! Aku tidak menyakitimu, Tapi karena kamu sendiri yang tidak mau menjawab saat itu, aku lelah menunggumu dokter Melati." ucapnya sembarin mengusap pundaknya tersebut.
" Kamu bukan laki-laki setia! kalau kamu laki-laki setia kamu akan menunggu aku menjawabnya, Kamu egois! Kamu Jahat!!" ucapnya sembari bersandar di pintu kamarnya tersebut.
Dr Keenan dan Kania pun sampai di depan rumah dr Melati, mereka kemudian turun dan melangkah menuju ke arah pintu utama yang masih terbuka dengan lebar, mereka melangkah sambil memanggil dokter Joddy.
" Joddy... kamu di mana?"
" Aku di lantai atas, naiklah!" ucap dr Joddy, mendengar suara dokter Joddy yang ada di atas mereka berdua pun langsung naik ke lantai atas, dokter Keenan tidak melepaskan pegangan tangannya pada sang istri, dia melihat dokter Joddy dan Mamahnya dokter Melati berada di depan pintu kamar.
" Dr Joddy!" panggil dokter Keenan, Melati yang mendengar suara dokter Keenan itu pun langsung menoleh ke arah dokter Keenan dan dia langsung melihat tangan dokter Keenan yang memegang tangan Kania dengan erat, kemudian dia pun langsung melangkah menuju ke arah dokter Keenan, dokter Keenan langsung menyembunyikan Kania di belakangnya dan dia menangkap kedua tangan dokter Melati yang hendak memukul Kania.
" Kamu wanita tidak tahu malu! kamu telah merebut Keenan dariku, Apakah kamu tidak bisa mencari laki-laki lain hah! kamu telah menyakiti aku! kamu sadar tidak kalau kamu itu adalah seorang wanita!! bagaimana rasanya kalau kamu disakiti!!Aku rasa kamu sadar saja!! dasar wanita tidak tahu malu!!" ucapnya sembari ditahan oleh dokter Keenan, kemudian dia menatap dr Keenan dengan lekat, kemudian air matanya mengalir.
" Kenapa kamu meninggalkan aku Ken? Kenapa kamu menikahi wanita ini ?kamu tidak menyayangi aku? kamu tahu sejak dulu aku mencintai kamu, Aku menyayangi kamu." ucapnya sembari menundukkan kepalanya dan terdengarlah tawa menggelegarnya.
" Hahaha!!! kalian semua jahat!!" kemudian dia pun melepaskan tangannya dari pegangan dokter Keenan dan dia langsung berlari ke dalam kamarnya dan menelungkupkan wajahnya di ranjangny kemudian ibunya dokter Melati mendekati dr Keenan.
" Maafkan Melati ya Ken, Maafkan Melati,selama ini Melati sudah jahat denganmu, Tante memohon maaf padamu, Selamat atas pernikahanmu, Joddy, maafkan Melati, karena ini adalah salah Tante, karena mendidiknya tidak dengan baik, maafkanlah Melati, Tante minta tolong untuk membawa bawa Melati kerumah sakit, sepertinya dia mengalami depresi yang sangat berat." ucapnya terlihat sangat sedih.
Dianggukan oleh dokter Joddy dan dr Keenan, kemudian dokter Joddy pun menghubungi sebuah rumah sakit yang memang mengobati para orang-orang yang mengalami depresi yang sangat berat.
" Sekali lagi maafkanlah Melati Kenan." ucap Bu Eni.
Dianggukan oleh dokter Keenan.
__ADS_1
" Iya Tante...Mungkin semuanya memang sudah takdirnya, Saya bukannya tidak mencintai Melati, Saya mencintainya sebagai seorang adik, tapi dia salah mengartikannya, Maafkan saya Tante, karena saya tidak bisa membahagiakan Melati, karena cinta tidak bisa dipaksakan." ucapnya sembari menggenggam kembali tangan sang istri, dianggukan Bu Eni, beberapa saat mereka menunggu mobil ambulans Rumah Sakit tersebut Akhirnya datang dan beberapa orang langsung naik ke atas menuju ke arah mereka dan beberapa saat kemudian dr Melati pun di bawa menuju ke rumah sakit yang memang khusus menangani orang-orang yang depresi dalam segi apapun,Bu Eni pun ikut di dalam mobil tersebut, kemudian dr Joddy dan dokter Keenan pun berlalu dari rumah tersebut menuju ke arah rumah pribadi mereka masing-masing.