
#43 Cincin Pernikahan.💍
Tepat jam empat sore mereka berdua menuju kearah Mall terbesar yang ada dikotanya mobil yang dikendalikan dr Keenan terparkir ditempat parkir Mall tersebut, mereka berdua turun dari mobil dan melangkah menuju kearah dalam Mall, dengan berpegangan tangan mereka begitu bahagianya terkadang tawa kecil menghampiri mereka dan candaan kecil tercipta begitu mesranya menambah keirian orang-orang yang melihatnya dengan kemesraan mereka berdua, mereka sampai dilantai atas dimana dilantai atas tersebut menjual berbagai aksesories yang terkenal, dan berbagai perhiasan dari yang murah sampai yang termahal juga ada dijual disana, mereka menuju salah satu toko yang terkenal menjual berbagai macam berlian yang dari termurah sampai yang termahal.
Dr Keenan tersenyum dengan Kania.
Kania begitu takjub melihat toko tersebut.
Seorang pelayan toko berlian itupun mendekati mereka dan memperkenalkan semua produk pada mereka berdua yang paling terbaik dari koleksi toko tersebut.
" Kami mau mencari cincin untuk pernikahan." ucapnya sembari menatap kearah Kania yang tersenyum.
Pelayan tokopun mengangguk dan mengeluarkan koleksi khusus cincin pernikahan pada dr Keenan dan Kania, mereka berdua kemudian memilih cincin yang tepat untuk mereka berdua, terlihat seorang lelaki berjalan bersama seorang wanita paruh baya dan seorang perempuan cantik yang kebetulan melewati toko berlian tersebut, saat melihat kearah toko berlian itu dia terlihat terkejut melihat Kania dan dr Keenan sedang tersenyum dan menggambarkan wajah bahagianya saat dilihat seseorang tersebut.
" Ngapain mereka disini?" ucap Michael dengan tatapan tidak sukanya.
" Mamah,kita bisa beli cincin berlianya di toko ini aja yah? terlihat tokonya sangat menyakinkan dengan kualitas berliannya." ucap Michael.
Sesaat Bu Yuna menatap toko tersebut, dia tidak menyadari kalau didalam toko itu ada Kania dan dr Keenan yang sedang memilih cincin berlian yang pas untuk mereka.
__ADS_1
" Hmmm bagus juga sih, bagaiman sayang apakah mau memilih cincinnya ditoko ini?" tanya bu Yuna pada Nadia.
" Kalau aku sih Tante oke saja, kelihatannya toko ini bagus juga sih terlihat baget barang-barangnya sangat berkwalitas." ucap Nadia tersenyum.
Kemudian mereka bertiga langsung memasuki toko tersebut sama dengan kedatangan Kania yang disambut ramah pelayan toko tersebut begitu juga dengan kedatangan mereka yang disambut juga oleh pelayan toko yang sangat ramah, karena suasana toko berlian itu tidak terlalu rame memudahkan mereka saling pandang, Kania terkejut dengan kedatangan Michel bersama ibunya dan seorang wanita yang belum pernah dilihatnya, mereka saling bertatapan dan Kania langsung menyentuh tangan kekasihnya membuat dr Keenan terkejut dengan tingkah Kania yang begitu saja menggandeng tangannya dengan erat,dr Keenan menatap kearah Kania dan terlihat Kania menatap tidak ada rasa sukanya kearah depan mereka, karena posisi toko tersebut memiliki etalase berhadapan, dr Keenan langsung menatap kearah depan dan terlihat wajah Michel yang menatap Kania dan dirinya itu.
" Bagaimana kalau kita cari toko lain aja, kan masih banyak yang menjual cincin buat pernikahan." ucapnya sembari menatap dr Keenan, dr Keenan tersenyum dan menyentuh hidung mancung Kania dengan romantis membuat Michel yang melihatnya terbakar amarahnya, dia menatap sinis kearah dr Keenan, sampai Bu Yuna dan Nadia tidak dihiraukannya bersuara meminta pendapatnya.
" Michel apakah ini bagus cincinnya?" tanya Bu Yuna.
" Iya nih sayang, bagus nggak ini, cocok nggak dijari aku sayang?" tanya Nadia sembari menatap jarinya yang melingkar satu cincin berlian yang dicobanya.
Bu Yuna tidak menyadari kalau wanita yang ada dihadapannya itu adalah Kania wanita yang dulu pernah dimaki dan dipermalukannya ditengah orang banyak dan kerabatnya, wanita yang pernah menjadi kekasih anaknya dan sangat dicintai anaknya sampai sekarang.
" Sayang... disini aja kita belinya setelah dapat kita temukan yang cocok dan tepat untuk kita,kita baru pergi." ucap dr Keenan, dia tahu apa yang dipikirkan Kania, Kania tidak ingin berhadapan dan bertemu dengan Michel, tapi dr Keenan tidak peduli toh meraka sudah tidak jadi pasangan lagi, sekarang Kania sudah menjadi calon istrinya.
Bu Yuna menoleh kearah Michel dan dia melihat Michel menatap kearah depan Bu Yuna langsung saja menatap kearah Kania dan dr Keenan, dia terkejut melihat Kania yang bersama dengan seorang lelaki dewasa dan tampan sangat cocok terlihat dengannya membuat Bu Yuna bertanya-tanya siapa lelaki tersebut.
" Siapa lelaki itu yang bersama Kania?" gumamnya seraya menatap tajam kearah Kania.
__ADS_1
Dia kemuadian menyenggol Michel dengan sikunya sembari bersuara pelan.
" Apa yang kamu lihat hah! jangan kamu lihat lagi wanita itu, dia aja tidak melihat kamu sama sekali." ucapnya sembari menatap kearah Kania, dan terlihat Kania dan dr Keenan saling bercanda memilih cincin yang pas untuk mereka sesekali dr Keenan memperlakukan Kania dengan begitu mesra, dan dr Keenan juga merangkul kania dengan satu tangannya, dan sesekali juga dia mencium pucuk kepala Kania membuat darah Michel mendidih.
" Mereka sengaja mempertontonkan kemesraannya dihadapanku! mereka memang sangat keterlaluan!!" gumamnya sembari menatap kearah lain dengan tatapan kesalnya.
" Ya udah Mah, kita cari yang lain aja tokonya, disini tidak ada yang pas ditangan ku." ucapnya sembari mengajak kedua perempuan itu, membuat Nadia terkejut, padahal dia menemukan satu cincin berlian yang cauple untuknya dan Michel.
" Iihh!! apaan sih Michel! ini sudah ada yang bagus! masa cari yang lain lagi sih!" ucap Nadia sewot.
" Aku bilang nggak usah yang itu! itu tidak cocok padamu! dan aku juga tidak suka modelnya!"
" Mana kamu tahu lagi modelnya kaya apa? kamu aja nggak mau noleh saat aku tanyakan bagus apa nggaknya!!" ucap Nadia sedikit emosi pada Michel.
" Sudah! sudah! kalian nggak usah bertengkar! ini ditempat umum!ya udah kalau gitu kita beli sekarang yang mana yang kamu inginkan!" ucap bu Yuna karena dia merasa malu dengan pertengkaran antara anaknya dan calon menantunya itu yang terkenal keras kepala, dan Michel hanya mendengus dengan kesal.
Sedangkan Kania dan dr Keenan pun sudah tidak berada didepan mereka lagi karena mereka sudah menemukan pasangan cincin berlian yang tepat untuk mereka berdua dan mereka pun segera meninggalkan toko tersebut, mereka berdua hanya tersenyum saja melihat pertengkaran kedua pasangan yang terpaksa untuk menikah yaitu pasangan Michel dan Nadia.
" Sial!! mereka sudah pergi terlebih dahulu, mereka tidak akan pernah bahagia! aku akan selalu menjadi bayangannya!" gumamnya dari dalam hari sembari menatap keluar toko berlian tersebut.
__ADS_1
Setelah membayar cincin itu mereka langsung menuju kearah luar Mall dengan wajah kesel dan marah Michel melajukan mobilnya menuju kearah pulang kerumahnya, tidak ada suara didalam mobil tersebut dan mereka larut dalam pikiran mereka masing-masing.
Sedangkan dr keenan membawa kembali Kania kerumah sakit menemui kedua orang tuanya.