Merajut Benang-Benang Cinta

Merajut Benang-Benang Cinta
#35 Meminta Sesuatu


__ADS_3

#35 Meminta Sesuatu 😍


Mereka pun kemudian menikmati makanan yang sudah dibuat oleh Nenek Maria untuk menyambut kedatangan Kania yang sudah sangat disukai Nenek Maria saat Pandangan Pertama melihat Kania datang ke rumahnya itu, Dia merasa yakin kalau cucunya itu akan menjadi bahagia hidup berdampingan dengan Kania, sesekali Nenek Maria menatap Kania yang tersenyum menjawab pertanyaan dan candaan dari dokter Keenan sang cucu, saat mereka asyik berbicara bertiga sambil menyantap makan malamnya terdengar suara dari luar memanggil Nenek Maria dan dr Kenan, siapa lagi kalau bukan Dokter Joddy.


" Selamat malam Nenek Maria, dokter Keenan, Nenek Maria yang paling cantik di mana Nenek berada sekarang,Joddy sudah datang di rumah Nenek." ucapnya sembari melangkah menuju ke ruang makan.


" Ya kalian, rupanya duluan ya menyantap makanan buatan Nenek ini." ucapnya sembari duduk di sebelah Nenek Maria, Nenek Maria pun langsung menepuk pundak sang cucu, dan langsung memeluknya, Begitu juga dengan dokter Joddy yang juga terlihat sangat menyayangi sang Nenek.


" Kamu ini baru aja muncul di hadapan Nenek, kenapa tidak sering-sering menjenguk Nenek di rumah ini, gimana kabar papa dan mamamu.?"


" Kabar mereka baik, mereka memang sering nitip salam untuk Nenek, tapi Joddy selalu lupa menyampaikannya pada Nenek, hehehe, Maafkan Joddy ya Nek." ucapnya sembari tersenyum.


Nenek Maria hanya tersenyum saja.


Dr Joddy memang adalah Cucu dari anak perempuan Nenek Maria yang sudah meninggal dunia sejak usia dr Joddy 12 tahun, setelah meninggal mamanya dr Joddy, sang Ayah pun menikah lagi dan hidup bahagia bersama dengan istri barunya yang tinggal di luar kota bersama keluarga barunya itu.


Dr Joddy kemudian menatap ke arah Kania lalu beralih ke arah dokter Keenan, dokter Keenan hanya tersenyum melihat tatapan dr Joddy yang ingin mengetahui tentang Kania, lalu dokter Keenan pun memperkenalkan Kania pada dr Joddy.


" Kania, kenalkan itu adalah sepupuku bernama Joddy dia sama berprofesi sebagai seorang dokter, tapi dia tidak bertugas di rumah sakit tempatku bekerja, tapi melainkan di rumah sakit lain."


" Halo.... saya Joddy."


" Hallo juga dr Joddy, saya Kania." ucap Kania tersenyum dan mengangguk.


Mereka pun kemudian menikmati kembali hidangan yang dibuat oleh Nenek Maria untuk kedua cucunya dan calon menantunya itu.

__ADS_1


*****


Michael yang berada di rumahnya itu pun merasa sakit hati karena perbuatan Kania yang tidak mau memberikan kesempatan padanya untuk berbicara, dia duduk di teras rumahnya sambil membawa minuman yang ada di tangannya tersebut, berapa kali dia meneguk minuman itu, sembari menatap jauh keluar di mana kegelapan malam menyelimuti kotanya itu.


" Segampang itukah Kania menemukan calon suami pengganti ku? rasanya itu tidak mungkin kalau itu adalah calon suaminya Kania, secara Kania dan dia jauh berbeda usia, Apakah dia mau menerima seorang laki-laki yang terlihat lebih tua darinya, memang sih dia tampan, tapi terlalu dewasa seperti itu, apa Kania yang mau? Aku tidak percaya kalau itu calon suaminya Kania! Jangan-Jangan ini akal-akalan Kania agar aku tidak bisa mendekatinya kembali." ucapnya pelan.


Kemudian dia pun dikejutkan oleh suara Ibu Yuna,Mamahnya Michael.


" Sedang apa kamu di luar sendirian? Apa yang kamu pikirkan?"


" Michael baru bertemu dengan Kania."


" Kania? Kania yang Ayahnya bekerja tidak jelas itu? sudah mama katakan padamu, mama tidak mau kamu berhubungan lagi dengan dia, Mama sudah memberikan jodoh yang terbaik untukmu, status sosialnya pun sudah jelas, buat apa kamu mengharapkan Kania yang status sosial yang kurang jelas, sebagai pegawangi bank swasta dan ayahnya bekerja tak jelas itu, seharusnya kamu bersyukur karena mama sudah memilihkan jodoh yang terbaik untukmu."


" Tapi Michael tidak bisa mencintai pilihan Mama, Michael masih mencintai Kania, benar-benar masih menginginkan Kania!"


Michael hanya terdiam, dia tidak menyanggah ucapan sang Mamah, dia memilih meninggalkan mamahnya itu dan masuk kedalam rumahnya melangkah menuju kearah kamar pribadinya.


Berbeda dirumah Nenek Maria, setelah selesai menikmati makan malam, mereka kemudian berbicara diruang tengah terdengar candaan dari mereka yang menimbulkan tawa yang tercipta diruangan itu, sampai akhirnya Nenek Mariapun berbicara.


" Kania...boleh Nenek minta sesuatu padamu?"


Mereka langsung terdiam mendengar ucapan sang Nenek, dan Kania merasa heran dengan ucapan Nenek Maria.


" Boleh Nenek minta sesuatu?" ucapnya mengulang pertanyaannya itu.

__ADS_1


" Iya Nek,sesuatu apa Nek?"


" Hmmmm...begini Nak, kamu dan Keenan sudah menjadi sepasang kekasih,dan Nenek juga sudah tua, maukah kamu menjadi menantu Nenek?" ucap Nenek Maria sembari tersenyum dan memegangi tangan Kania.


Sontak saja pertanyaan Nenek Maria itu membuat degupan dijantung Kania, dia tidak menyangka kalau orang satu-satunya didalam keluarga dr Keenan mengungkapkan keinginannya menjadikannya sebagai menantunya.


" Kamu pasti bingung menjawabnya, tapi ini adalah permintaan seorang Nenek tua padamu yang mengharapkan seorang wanita cantik sepertimu ini ada didalam keluarga Nenek ini sebelum Nenek tiada " ucap Nenek Maria.


" Nenek, Nenek jangan berbicara seperti itu, Kania mau menjadi menantu dikeluarga Nenek,asalkan Nenek jangan bicara seperti itu lagi." ucap Kania membuat dr Keenan mendengar ucapan Kania itu seakan tidak percaya.


" Apa sayang? aku tidak salah dengarkan? dengan apa yang kamu ucapkan itu?" ucap Dr Keenan sembari menatap kearah Rania.


" Hmmmm...ilmu nih Keenan! sudah jelas si cewek ngomong mau jadi mantu dikeluarga ini, eh dia malah nggak percaya!" celetuk Dr Joddy tersenyum.


" Biar menyakinkan aku Jod, rese amat sih!" ucap dr Keenan terkekeh, dan Kania hanya tersenyum saja sembari menganggukkan kepalanya.


" Iya pak Dokter, saya mau jadi menantu dirumah ini." ucapnya sembari terlihat malu-malu.


" Yes! itu yang aku tunggu sejak dulu."


" Eh! jangan senang dulu bro, Kania mau jadi mantu dikeluarga ini, belum tentu untuk kamu kan? "


" Ya pastilah untuk aku, diakan kekasih aku."


" Ya belum tentulah, dia memang kekasih kamu, tapi nenek mintanya jadi mantu dikeluarga ini bukan untukmu, bisa jadi untuk aku hehehe ..."

__ADS_1


" Busyet! enak aja!" ucap dr Keenan terkekeh disambut dr Joddy terkekeh juga.


" Nanti Nenek akan menemui orang tua kamu Kania secepatnya untuk meminta mu menjadi istrinya Keenan." ucap Nenek Maria tersenyum dan dianggukkan Kania sembari tersenyum juga dan merekapun larut dalam candaan dan senda gurau mereka diruangan tersebut.


__ADS_2