
#27 Ketahuan Camer 🤭🥰
Dr Keenan kemudian keluar dari Lift dan langsung saja menuju keruangan pak Ahmad, Sebelum dia sampai keruangan itu terlihat Agus melangkah menuju kearah dr Keenan sembari membawa catatan pasien yang dibawah tanganan dr Keenan.
" Pagi Dok..." sapa Agus sembari tersenyum.
" Pagi Gus...gimana istirahatmu tadi malam? enak?"
" Iya Dok, sangat enak hehehe...saking enaknya nyamuk nggak pergi-pergi dari saya."
" Kenapa?"
" Karena Racun Nyamuknya habis saya lupa beli." ucapnya terkekeh dan dr Kenan tertawa pelan.
" Kamu ini ada-ada aja Gus." ucapnya sembari melangkah menuju keruangan Ayah Kania.
Dr Keenan mengetuk pelan pintu ruangan itu dan langsung membukanya dengan hati-hati.
Kania yang kebetulan berada duduk disamping Ayahnya itu sambil berbicara menoleh kearah pintu, dan tersenyum manis dengan dr Keenan karena dia tahu siapa yang datang keruangan sang Ayah, dr Keenan pun membalas senyuman Kania terlihat sedikit malu-malu Kania terhadap dr Keenan karena dia merasakan desiran yang sangat indah didadanya, karena teringat dengan kejadian tadi malam yang membuat dirinya sangat terbang keawan dan menari-nari karena kali pertama sang Kania dicium kekasihnya dr Keenan yang sekarang ada dihadapannya itu.
Dr Keenan pun mendekati pak Ahmad dan memeriksa kembali keadaannya.
" Bagaimana sekarang pak kadaannya, apa yang masih bapak rasakan?" tanyanya sembari melirik sesaat kearah Kania, Kania yang dilirik jadi salah tingkah.
Kemudian dr Keenan berjalan kearah samping Kania dan tanpa sepengetahuan pak Ahmad dr Keenan memegang tangan kekasihnya itu, karena pak Ahmad sedang berbicara dengan Agus sesaat, namun dr Keenan tidak sadar kalau ibu Dewi memperhatikannya dari kasur lantai,saat itu posisi ibu Dewi masih rebahan di kasur tersebut,Awalnya dia tekejut dr Keenan memegang tangan anaknya tapi kemudian dia tersenyum.
Kania yang dipegang dr Keenan itu pun kemudian melepas tangan sang dokter dan sedikit menjauh, karena dia tidak ingin ada orang lain melihatnya, dr Keenan tersenyum dan kemudian menggaruk jidadnya yang tidak gatal, kemudian dipun menjelaskan kembali tentang kondisi pak Ahmad dan dia berpamitan berlalu dari ruangan tersebut.
Kania menghela nafasnya dengan pelan dan kembali duduk disamping sang Ayah dan terlihat sudah bersender diranjang rawatnya itu.
Kania kemudian tersadar kalau dibelakang dirinya ada sang ibu masih ada diruangan itu, diapun langsung teringat saat dr Keenan memegang tangannya itu. Kania langsung menoleh kearah ibunya itu, dia terkejut karena sang ibu sudah bangun dan duduk menyender di dinding tembok ruangan tersebut.
Bu Dewi tersenyum.....
" Ibu? sejak kapan ibu bangunnya?" tanya Kania.
" Sejak tadi Nak, kenapa?"
__ADS_1
" Nggak apa-apa Bu Kania cuma nanya aja kok." ucapnya sembari salah tingkah.
" Apakah ibu tahu kalau dr Keenan memegang ganganku tadi?" gumamnya dalam hatinya sambil memijat tangan sang Ayah.
Kemudian Bu Dewi membersihkan dirinya beberapa saat, setelah itu dia mendekati Anaknya itu.
" Kania, ibu mau tanya denganmu?"
" Hah? Nanya apa Bu..?" tanyanya terlihat gelisah.
" Kamu menyukai dr Keenan nak?"
" Dek!! " jantung Kania seakan berhenti mendengar pertanyaan ibunya itu.
Pak Ahmad menghela nafasnya dan dia langsung menatap sang istri
" Kenapa ibu bisa bertanya seperti itu?" tanya Pak Ahmad.
" Hehehe...." Bu Dewi hanya terkekeh....
" Kania, ibu suka dan mendukung kalau kamu ada hubungan dengan dokter tadi, disamping ganteng dia juga baik bertutur kata sangat sopan dan santun pada orang tua, bukan pada orang tua saja, dengan para anak-anak juga dia baik banget, ibu berharap punya mantu kaya dokter itu." ucap Bu Dewi sembari menepuk pundak sang Anak.
" Kamu dan dokter itu ada hubungan Nak?" tanya Bu Dewi lagi membuat Kania menoleh kearah sang ibu.
" Iya kan Nak?" ucapnya
Rania tersenyum...
Kemudian Ibu Dewi memeluk anaknya itu.
" Ibu mengerti, dan ibu sudah tahu dengan kamu diam berarti kalian sudah ada hubungan, ibu senang nak, ibu merestui hubungan kalian." ucapnya tersenyum dan pak Ahmad juga tersenyum.
Kania tersenyum dan memeluk erat sang ibu, dia merasa bahagia sekali karena sang ibu merestui hubungannya dengan dr Keenan.
Kemudian merekapun saling berbicara satu sama lainnya.
Dr Melati yang merasa penasaran dengan selembar kertas yang ada diruangan pimpinananya itu pun langsung memberanikan dirinya untuk memasuki ruangan pimpinan tersebut.
__ADS_1
setelah melihat keadaan aman diapun langsung memasuki ruangan itu dengan cepat dia mencari selembar kertas tersebut yang diletakkan didalam laci meja kerjanya pak Fadil.
Kebetulan saat itu pak Fadil ada keperluan diluar rumah sakit.
Kemudian Melati membaca lembar kertas tersebut dan betapa terkejutnya dia kalau surat itu adalah surat pengunduran diri dr Keenan dan surat pindah kerumah sakit pusat, dr Melati merasa marah dengan keputusan yang diambil dr Keenan.
" Bisa-bisanya si Keenan mengundurkan diri dari rumah sakit ini dan pindah kerumah sakit pusat! ini tidak bisa dibiarkan! sampai segitunya dia ingin menghindariku!" ucapnya kemudian dia meletakkan kembali surat itu dan langsung keluar duangan dan menuju kelantai bawah melangkah menuju ruangan dr Keenan.
Dokter Keenan yang berada diruangannya setelah memeriksa para pasiennya itupun membuka kembali laptopnya yang ada diatas meja, saat dia melihat email dari temannya sesama dokter yang ada di luar Negeri itupun langsung terkejut mendengar pintu ruangannya dibuka dengan sedikit kasar oleh dr Melati.
" Keenan!!" panggilnya
Dr Keenan langsung menatap kearah dr Melati
" Kenapa kamu mau mundur dari rumah sakit ini dan ingin pindah kerumah sakit pusat!"
Dr Keenan hanya menghela nafasnya dan berdiri lalu melangkah menuju kearah sofa kemudian dia menghentakkan tubuhnya disofa.
Dr Melati mengikutinya.
" Iya, aku memang mau mengundurkan diri dari sini, dan pindah kerumah sakit pusat."
" Atas dasar apa Ken? sampai kamu mau pindah segala?"
" Kamu bertanya ya Atas dasar apa?"
Dr Melati mengangguk.
" Aku ingin jauh dari kamu!"
" Apa Ken? Jauh dari aku? apa Maksudmu?"
" Maksud Aku,Aku tidak ingin melihat kamu lagi! karena kamu yang selalu mengganggu aku!! aku sudah tak nyaman berdampingan dalam satu kerjaan denganmu! dan aku sudah resah jadi rekan kerja kamu!" ucapnya sembari mengalihkan pandangannya dari dr Melati.
" Astaga Ken, sejahat itukah aku dimatamu?"
" Iya....gara-gara kamu semua isi rumah sakit ini sudah mengira aku dan kamu memiliki hubungan, padahal tidak! aku tidak mau lagi satu kerjaan denganmu! semoga kamu paham! lebih baik kamu keluar dari ruanganku sekarang!karena aku sibuk!" ucap dr Keenan langsung berdiri dan menuju kearah meja kerjanya kembali, sedangkan dr Melati hanya mendengus dengan kesal dan meninggalkan ruangan dr Keenan.
__ADS_1
saat dia tidak jauh dari ruangan dr Keenan dia melihat Kania berjalan menuju kearah kantin, diapun langsung mengikuti langkah Kania.