
#44 Gadis Alumni Sekolah🌹
Dr Melati yang dipindahkan ke rumah sakit merasa bahagia sekali, dan diapun langsung saja membenahi ruangannya dan dia merasa kebahagiaan tidak pernah jauh pergi darinya, Apalagi dia merasa tidak bisa dipisahkan dari dr Keenan.
Ambisinya ingin mendapatkan dokter Keenan sangat tinggi sekali, dan diapun tidak memikirkan bagaimana nanti kedepannya,saat dia merasa bahagia yang tiada taranya itu, ponselnya berbunyi dan langsung saja dijawabnya karena saat itu dia duduk sambil menmegang ponselnya.
" Ya Hallo..."
Dr Joddy yang menghubunginya itu pun terkejut mendengar suara dr Melati yang terlihat begitu sangat senangnya sekali.
" Apa nggak salah nih,aku hubungi ini? apakah ini nomer Melati beneran?" gumamnya sembari menatap layar ponselnya.
" Hallo Jod...kenapa nggak ada suara?"
" Oh iya, Mel, aku kira aku salah orang tadi, maaf ya..."
" It's oke, ada apa?"
" Aku ingin ketemu denganmu?"
" Ketemu? kayanya nggak bisa deh Jod."
" Kenapa?"
" Kayanya mulai sekarang kamu nggak bisa lagi ganggu aku,karena aku sudah jadi milik orang lain."
" Maksud kamu?"
" Aku dan Keenan sebentar lagi akan menikah."
" Hah?!"
" Hahaha...jangan terkejut gitu dong...biasa aja deh.." ucapnya dengan nada centilnya.
" Masa sih?"
" Beneran kok, aku aja sudah dipindahkan dengan Keenan satu rumah sakit dipusat,jadi kami selalu akan bersama, dan kamu tahukan bagaimana kerjanya disana?"
" Hah?! masa iya kalian berdua dijadikan satu dirumah sakit pusat? masa iya kamu dan Keenan mau pindah kesana? yang benar aja Mel...."
" Memang benar kok Jod, jangan kaget gitu dong, jadi mulai sekarang aku dan Keenan punya banyak waktu, aku sarankan padamu jangan ganggu aku lagi ya, aku pasti menolak juga kok dengan ucapanmu tempo dulu yang ingin menjadikan aku kekasih mu."
Terdengar dr Joddy menghela nafas panjang.
" Mel... Aku masih kurang yakin dengan ucapanmu itu."
" Kok kamu kurang yakin sih?"
" Melati....Aku bilang padamu, jangan terlalu berharap dengan Keenan, karena Keenan bukan untukmu, sadarlah Mel, masih ada aku yang akan selalu menantimu." ucapnya.
Terdengar dr Melati tertawa pelan.
__ADS_1
" Ah! sudahlah Jod, jangan terlalu berharap denganku, karena aku ini adalah calon sepupumu, sudah ya aku lagi sibuk nih mau beres-beres dulu." ucapnya seraya memutus sambungan bicaranya.
" Tapi Mel..." dr Joddy hanya bisa menarik nafasnya dengan pelan.
" Jody...Jady...ada-ada saja dia ini, cintanya nggak kesampai masih aja mengharapkan aku...." ucapnya tersenyum lucu sendiri.
" Apa benar sih,apa yang dikatakan Melati barusan? Aku merasa tidak yakin dengan ucapannya itu." ucapnya sembari meneguk minumannya tersebut sembari pikirannya berkecamuk.
Kemudian diapun menghubungi dr Keenan.
" Ya Jod..."
" Sekarang kamu ada dimana?"
" Baru pulang dari rumah sakit, kenapa?"
" Masih dijalan.?"
" Iya..."
" Temui aku ditempat nongkrong biasa ya, sekarang aku disini nih sendirian."
" Sendirian?"
" Iya..."
" Nggak sama Melati?"
" Baiklah, tunggu aku ya..."
Sambungan itu pun terputus dan dr Keenan melajukan mobilnya menuju kearah tempat nongkrongnya untuk bertemu dengan dr Joddy.
Selang beberapa menit mobil dr Keenan memasuki area parkir warung makan lesehan yang sering menjadi tempat nongkrong mereka berdua.
Dr Keenan turun dari mobilnya dan melangkah menuju kearah dalam.
Dia tersenyum dengan sahabat sekaligus sepupunya itu.
" Ada apa sih?" tanyanya sembari duduk dihadapan dr Joddy.
" Benar kamu dan Melati akan menikah?"
" Hah?! Menikah? Ya nggak lah! aku memang mau nikah tapi bukan dengannya, tapi dengan Kania,dapat kabar darimana kamu?"
" Sudah ku duga! Dia hanya mengada-ngada."
" Siapa?"
" Melati, Baru aja aku hubungi dia..." dr Joddy pun langsung menceritakan semuanya pada dr Keenan tentang dirinya yang mengutarakan cinta pada dr Melati sampai dengan mereka saling berbicara melalui ponsel pribadinya baru saja.
Dr Keenan menghela nafas panjangnya dan dia menatap kearah dr Joddy yang terlihat mengusap wajahnya tersebut setelah dia berbicara semuanya pada dr Keenan.
__ADS_1
" Jod...cerita dia itu benar, kalau dia sudah dipindahkan kerumah sakit pusat, dan dia tidak tahu kalau aku tidak jadi pindah kesana, dan tidak benarnya dia berkata itu tentang aku dan dia hendak menikah, karena dia itu terlalu terobsesi dengan cintanya yang tidak kesampaian, aku sih kasihan banget dengannya, tapi karena aku memang hanya menganggapnya teman tidak lebih dari itu,Cinta tidak bisa dipaksakan Jod.." ucapnya sembari menatap kearah dr Joddy yang menganggukkan kepalanya.
" Iya, aku juga kasihan padanya, aku takut nantinya dia akan menambah daftar penghuni rumah sakit jiwa, karena isi kepalanya yang bermasalah." ucap dr Joddy sembari dianggukkan dr Keenan.
Mereka berdua terdiam sesaat, Saat dr Joddy menatap kearah luar dia melihat seseorang yang dikenalnya memasuki rumah makan tersebut, dia menatap seorang wanita yang melangkah menuju kearah penjual makanan itu, dr Jaddy tak berkedip menatapnya sembari bersuara pelan hampir tak terdengar namun masih jelas didengar dr Keenan.
" Imelda..." ucapnya.
" Imelda? siapa Imelda?" ucap dr Keenan sembari mencari-cari seseorang yang disebutkan dr Joddy.
Dr Keenan menatap kembali dr Joddy yang memandangi seseorang yang berada didepannya itu yang sedang berbicara dengan pemilik warung tersebut.
" Heh Bro, siapa wanita itu? dan siapa Imelda?"
Dr Joddy terkejut dan tersenyum ditegurkan dr Keenan dia pun langsung menutupi rasa terkejutnya itu.
" Siapa Imelda?" tanya dr Keenan.
Dr Joddy tidak menjawab pertanyaan dr Keenan dia hanya tersenyum dan melirik wanita yang bernama Imelda itu yang duduk dimeja lain sambil memainkan ponselnya tanpa menengok kiri dan kanan tersebut.
" Keenan, kamu masih ingat tidak, anak kelas Bahasa kala itu yang cantik, anggun, pendiam dan tidak banyak bicara itu?"
" Masa kita sekolah?"
Dr Joddy mengangguk...
" Lupa aku, lagi pula kamu tahukan denganku jarang aku ngabsen teman sekolah, jangankan kelas lain, kelas kita sendiri aja aku sudah lupa..." ucapnya.
" Hadeh!..." ucapnya sembari menepuk jidadnya sendiri.
" Terus apa hubungannya Bro dengan kita masa sekolah?"
" Ya itu....wanita yang ada dibelakang kamu itulah wanita yang aku maksud dikelas bahasa itu yang namanya Imelda itu, disamping pintar, cantik lagi."
" Ya udah sosor gih cepatan, dari pada ngarepin yang nggak jelas kaya Melati, mending yang jelas-jelas aja." ucap dr Keenan tersenyum.
" Yah! jangan gitulah, karena akukan tidak tahu kalau dia sekarang masih sendiri atau sudah berdua." ucapnya sembari tersenyum.
" Hehehe...." ucapnya sembari menatap kearah dr Joddy.
" Ya udah, aku pulang duluan ya,karena Nenek pasti menunggu kedatanganku." ucapnya sembari berdiri dan dianggukkan dr Joddy, kemudian dr Keenan berlalu dari hadapan dr Joddy dan melintasi meja Imelda, saat Imelda menoleh kearah dr Keenan, dengan sopan dia hanya menganggukkan kepalanya dan kemudian menatap kembali kearah ponselnya, dr Joddy pun berdiri dan menghampiri Imelda dimejanya.
" Boleh duduk disini Mbak?"
Imelda terkejut dan menatap kearah dr Joddy, dia terdiam karena tidak menyangka akan dihampiri seorang lelaki tampan.
" Boleh? " tanya dr Joddy sembari tersenyum.
" Oh, Boleh Mas .." ucapnya sembari mempersilahkan dr Joddy duduk.
" Imelda kan?Anak Bahasa Alumni SMA Harapan kita?"
__ADS_1
Imelda terkejut dengan ucapan dr Joddy dia terperangah mendengar dr Joddy berucap seperti itu.