Merajut Benang-Benang Cinta

Merajut Benang-Benang Cinta
#33 Rasa Gugup


__ADS_3

#33 Rasa Gugup🥰


Setelah dr Keenan selesai melakukan operasi tersebut, karena seorang pasien yang sudah mengalami kecelakaan saat itu, dia pun kemudian keluar dari ruangan operasi dan berniat ingin membersihkan dirinya di toilet rumah sakit tersebut, dia lalu dicegah oleh Pak Fadil pimpinan Rumah Sakit tersebut.


" Dokter Keenan." panggilnya dokter Keenan pun kemudian menatap ke arah Pak Fadil sembari tersenyum, dia melepas sarung tangan yang ada di tangannya tersebut dan membuangnya ke bak sampah.


" Iya Pak Ada apa?"


" Ada yang ingin saya tanyakan denganmu."


" Bisa pak, tentang apa ya pak?"


" Dari tadi Saya tidak melihat dr Melati, ke mana dokter Melati?Apakah kamu melihatnya?"


Dokter Keenan menghela nafasnya dengan pelan dan melepaskannya dengan berat, Dia kemudian menyandarkan tubuhnya di dinding tembok rumah sakit tersebut.


" Pagi tadi memang bertemu sama saya, tapi setelah dia saya panggil ke ruangan saya dan menceritakan semuanya tentang kamu agar dia tidak mencampuradukkan tentang urusan rumah sakit dan pribadi, tapi sampai sekarang dia tidak ada di rumah sakit, pasiennya yang ada terbengkalai di bawah tanggung jawabnya, terpaksa saya alihkan ke dokter Sarah." ucapnya,sembari menatap dr Keenan.


" Iya pak, dia memang tadi menemui saya dan dia juga menemukan surat pengunduran diri saya itu dan dia menanyakannya kepada saya, setelah saya jelaskan semuanya kepadanya, Dia kemudian berlalu dari ruangan saya, saya tidak tahu dia ke mana, Setelah dia menemui keluarga pasien yang ada di ruangan anggrek."

__ADS_1


" Keluarga pasien yang ada di ruangan Anggrek? dan menemukan surat pengunduran diri apakah dia memasuki ruangan saya dan mencari tahu surat itu, tapi memang ada masalah apa dia dengan keluarga pasien itu?"


" Maafkan saya pak Fadil, Saya tidak tahu apakah dia memasuki ruangan bapak dan memang mencari tahu tentang surat tersebut karena dia mengetahui semuanya dan mengatakan kepada saya, dan keluarga pasien yang ada di ruangan Anggrek itu adalah kekasih saya."


" Ya Tuhan! kenapa dokter Melati seperti ini sih,sampai tidak konsisten sekali sih dengan urusan kerjanya, baru aja saya bilang kepadanya agar tidak mencampur adukkan urusan pribadi dan pekerjaan tapi nyatanya dia tidak mengindahkan omongan saya, saya harus bertindak tegas!" ucapnya sembari menahan sedikit amarah di wajahnya karena terlihat jelas di wajah dokter Fadil itu menyimpan rasa marah yang besar.


Dr Keenan langsung terkejut mendengar ucapan Pak Fadil, dia menatap ke arah Pak Fadil denga lekat.


" Maksud Bapak bertindak tegas dengan cara gimana?"


" Saya tidak akan mempertahankan dokter seperti itu di rumah sakit ini, saya akan memperjuangkan dokter yang memang mempunyai kreativitas dan tanggung jawab yang sangat tinggi di rumah sakit ini." ucapnya sembari berlalu dan menepuk pundak dokter Keenan dengan pelan sembari melangkah meninggalkan dr Keenan yang merasa heran dengan ucapan pak Fadil tersebut.


Dokter Keenan hanya menatap kepergian Pak Fadil tersebut Dia kemudian meletakkan tangannya di pinggangnya dan masih dengan posisinya berada menyadari tembok dinding rumah sakit itu, beberapa saat dia terdiam kemudian dia pun melangkah meninggalkan tempat itu dan menuju ke arah tujuan utamanya untuk membersihkan dirinya,selepas operasi tadi, beberapa saat dia berada di dalam toilet dan membersihkan tangannya kemudian dia bercermin di cermin toilet yang ada di ruangan tersebut, dia menatap wajahnya didepan cermin yang sudah tersedia.


" Aku tidak memahami sikap Melati akhir-akhir ini, Apakah aku harus tetap menghindarinya atau Aku akan terus berada di sampingnya untuk memberikan kekuatan padanya agar dia bisa berubah, achh! itu tidak mungkin aku lakukan, Aku tidak ingin menyakiti perasaan Kania, karena Kania adalah orang yang terbaik yang sudah Aku pilih menjadi pendamping hidupku, dalam waktu dekat ini aku akan mempersuntingnya menjadi istriku, setelah aku memperkenalkan Kania pada Nenek, aku akan meminta Nenek untuk melamar Kania dan menjadikan dia istriku karena aku tidak ingin berlama-lama berpacaran tanpa ada ikatan pernikahan, tapi aku ingin berpacaran setelah menikah." ucapnya sembari tersenyum dan mengusap wajahnya dengan pelan kemudian dia melihat jam yang melingkar di tangannya itu,waktu sudah menunjukkan pukul 03.00 sore dia pun kemudian bergegas untuk pulang ke rumah karena jadwal dia di rumah sakit sudah selesai, dia menggantung jasnya tersebut dan mengambil kontak mobilnya serta tas kerjanya, dia pun kemudian melangkah meninggalkan ruangannya menuju ke arah mobil pribadinya, beberapa saat kemudian mobil tersebut meninggalkan Rumah Sakit menuju ke arah kediamannya,dan tidak membutuhkan waktu lama mobil itu sudah memasuki halaman rumah pribadinya dia menuju teras depan di mana sang Nenek sedang bersantai dengan salah satu asisten rumahnya itu yang selalu menemani Nenek Maria, Bila sang Nenek sedang sendiri, dengan wajah bahagianya dia pun meraih tangan Neneknya Maria dan mencium punggung tangan Nenek Maria tersebut, Nenek Maria merasa heran melihat sang cucu itu, dan melihat wajahnya sangat terlihat gembira sekali.


" Masak apa Nenek?"


" Biasa masak kesukaanmu, memang ada apa?"

__ADS_1


" Bisa tidak masak lebih banyak lagi hari ini?"


" Memang kenapa?"


"Karena hari ini rencananya Keenan mau mengajak Kania menemui Nenek dan memperkenalkan Kania pada Nenek."


" Wow! benarkah Keenan?"


Dr Keenan mengangguk.


" Baiklah, kalau seperti itu, Ayo Mbak kita memasak, karena malam ini akan kedatangan calon menantu." ucapnya sembari tersenyum dan dr Keenan pun hanya tersenyum mendengar ucapan Neneknya itu, kemudian mereka bertiga masuk ke dalam rumah tersebut, Nenek Maria dan asisten rumah tangganya itu pun mulai sibuk di dapur untuk memasak menu menyambut calon mantu cucunya itu datang, sedangkan dr Keenan pun masuk ke dalam kamar pribadinya dan membersihkan dirinya ingin segera menjemput Kania di rumah sakit


Tepat jam 06.30 dr Keenan pun kemudian meninggalkan rumahnya berpamitan dengan Nenek Maria untuk menjemput Kania yang berada di rumah sakit, karena dr Keenan sudah menghubungi Kania melalui chat pribadinya untuk bersiap-siap karena dia sudah mau menjemput dirinya


Mobil pribadi dr Keenan melaju di jalan beraspal tanpa hambatan dan dia pun melewati jalur yang tidak menggunakan lampu lalu lintas agar mempermudah dia sampai ke rumah sakit untuk menjemput Kania.


Kania yang berada di ruangan Ayahnya itu pun, merasa gelisah kedua orang tuanya memperhatikan tingkah pola sang anak.


" Ada apa Kania?" tanya bu Dewi.

__ADS_1


Kania hanya tersenyum menjawab pertanyaan dari sang ibu.


" Kania, kamu nggak usah takut Nak, ibu yakin Neneknya dokter Keenan tidak akan sejahat seperti yang dilakukan oleh keluarganya Michael padamu waktu dulu." ucapnya sembari menepuk pundak pelan sang anak, Kania hanya menganggukkan kepalanya padahal di dalam hatinya merasa ada rasa kegugupan dirasakannya,karena dua kali sudah dia bertemu dengan keluarga sang kekasih, pertama keluarga Michael dan yang kedua ini adalah keluarganya dokter Keenan, tapi saat ingin bertemu dengan Nenek dr Keenan ini ada rasa kegugupan yang melandanya, degup jantungnya semakin kuat,terlihat pintu ruangan itu terbuka dengan pelan, jelas terlihat wajah dokter Keenan yang tersenyum menatap ke arah Kania dan Kania pun menatap ke arahnya dengan memberikan senyumannya, walaupun di hatinya semakin terasa gugupnya itu.


__ADS_2