
#34 Bertemu Nenek 🥰
Dr Keenan melangkah mendekati Kania dengan mengukir senyuman di wajahmu, Dia kemudian menyalami Ibu Dewi dan Pak Hamid yang sedang duduk di atas tempat tidur rawat inapnya itu.
Kania yang sedang duduk di lantai ubin keramik beralaskan kasur lantai yang ada diruangan Ayahnya itu pun langsung berdiri.
" Apakah kamu sudah siap?" Tanya Dokter Keenan, Kania menganggukkan kepalanya, kemudian dokter Keenan berpamitan dengan ibu Dewi dan Pak Hamid orang tua Kania, mereka kemudian berjalan beriringan keluar dari ruangan Anggrek Rumah Sakit tersebut, dr Keenan meraih tangan Kania, tapi ditepiskan Kania, dr Keenan heran, dia pun langsung menoleh ke arah Kania, dia menatap ke arah Kania dan melihat kedua tangan Kania di sembunyikannya di belakang badannya, Kania menengok kiri dan kanan, memperhatikan takut ada yang melihat saat dokter Keenan meraih tangannya barusan.
" Ada apa denganmu Kania?"
" Kita berjalannya biasa aja ya Dok, saya takut nanti banyak yang lihat."
Dr Keenan tersenyum,dia kemudian meletakkan tangannya di pinggang dan menggaruk jidatnya yang tidak gatal.
" Kania, jangan formal dong bicaranya, kita ini sudah menjadi sepasang kekasih, bukan antara keluarga pasien dan seorang dokter, Aku mau meraih tanganmu itu karena tidak ada salahnya, aku tidak bertugas lagi pada jam seperti ini, jadi buat apa lagi hubungan kita disembunyikan dari mereka, biarkan saja mereka tahu kalau aku dan kamu memiliki hubungan khusus,biar mereka semua menyebarkan di rumah sakit ini kalau sekarang Dokter Keenan memiliki seorang kekasih, Jadi apa yang kamu takutkan lagi? jangan takut Kania, kamu bersama denganku." ucapnya sembari tersenyum dan menatap lekat ke arah Kania.
Kania tersenyum malu-malu, tapi masih posisinya dengan tangan menyembunyikan di belakang badannya, lagi-lagi dr Keenan tersenyum.
" Baiklah, kalau mau kamu seperti itu, kalau kita sudah keluar dari rumah sakit ini jangan bicara formal lagi, okelah kalau kamu mau berbicara seperti itu memanggil aku dengan sebutan dokter." ucapnya.
Kania hanya menundukkan kepalanya, karena dia merasa malu dengan kekasihnya itu.
Mereka kemudian melangkah meninggalkan ruangan Anggrek di mana sang Ayah dirawat, mereka berdua beriringan berjalan menuju ke arah luar saat mereka melewati meja jaga di mana Agus dan yang lainnya berada, mereka hanya bisa menatap langkah dokter Keenan dan Kania yang melintas di hadapannya itu, kedua perawat teman Agus menggosip itu pun langsung menatap lekat ke arah Agus,mencari jawaban tentang dr Keenan yang sekarang mereka lihat, saat Agus mau berlalu dari meja itu pun mereka berdua langsung menangkap tangan kiri dan kanannya Agus, agar Agus tidak bisa lari, siapa lagi teman gosip seperjuangannya itu perawat Ani dan perawat Hesti yang ingin mengetahui ada hubungan apa antara dokter Keenan dan Kania.
__ADS_1
Setelah keluar dari rumah sakit tersebut mereka melangkah menuju ke arah parkiran di mana mobil dokter keenan terparkir dengan rapi, dokter Kenana pun tidak melewatkan kesempatan itu, dia langsung meraih tangan kekasihnya itu dan Kania pun hanya terdiam sembari tersenyum, dia membiarkan dokter Cintanya itu menggenggam tangannya sampai kearah mobilnya,dr Keenan pun membukakan pintu mobil tersebut dan mempersilahkan Kania masuk ke dalamnya beberapa saat kemudian mobil itupun meninggalkan Rumah Sakit menuju ke arah rumah pribadinya untuk bertemu dengan Nenek Maria.
Saat di dalam perjalanan ponsel dokter Kenan pun berbunyi dia lalu menjawab panggilan tersebut yang tak lain adalah dari dokter Joddy.
" Bro kamu di mana sekarang?"
" Aku lagi di jalan."
" Lama kita nggak ngumpul nih."
" Maaf Jod, aku nggak bisa kumpul-kumpul nih, aku lagi mau makan malam bersama dengan Nenek.'
" Makan malam sama Nenek? kamu kan sudah sering makan malam sama Nenek, sekali-kali dong kita ngumpul lagi,Aku lagi sendiri nih di tempat biasa.'
" Daripada kamu sendiri di tempat biasa, lebih baik kamu ke rumah aja gih, kita makan malam bareng."
" Oh ya sayang, sebelum kita sampai ke rumah menemui Nenek, kita berhenti dulu ya di minimarket di depan, ada yang ingin aku beli."
Kania hanya menganggukkan kepalanya, kemudian mobil berhenti di sebuah minimarket yang ada di pinggir jalan, mobil terparkir di tempat parkirnya minimarket yang sudah tersedia, mereka berdua pun turun saling bergandengan tangan, dr Keenan yang memang ingin membeli sesuatu itupun langsung mengambil di tempat yang sudah tersedia, beberapa saat kemudian mereka pun menuju ke arah kasir dan membayarnya, saat mereka mau keluar dari minimarket itu dia bertemu dengan Michael yang mau masuk ke dalam minimarket tersebut.
" Kania!" panggilnya seraya menatap ke arah Kania, kemudian ke arah tangan Kania yang digenggam oleh dokter Keenan,lalu dia pun menatap ke arah dokter Keenan, sang dokter hanya tersenyum dengan Michael, sedangkan Michael sinis dengan dokter Keenan, Kania melirik ke arah dokter Keenan sembari berkata.
" Sayang, kita pulang sekarang, mungkin sekarang kita sudah ditunggu." ucap Kania mengajak sang dokter sembari merangkul tangannya dengan mesra.
__ADS_1
Saat mereka mau melewati Michael, Michael pun langsung meraih tangan Kania, langsung ditepiskan Kania.
" Kania bisakah kita bicara sebentar?"
" Maaf Michael, tidak ada waktu untuk berbicara denganmu, karena aku ingin bertemu dengan keluarga calon suamiku ini " ucapnya sembari merangkul lebih erat tangan dokter Keenan, dan dr Keenan hanya tersenyum.
Michael lagi-lagi berwajah tidak bersahabat dengan tatapan sinisnya dia menatap ke arah dokter Keenan, dari ujung rambut sampai ke ujung kakinya sang dokter diperhatikan Michael.
" Kania, tolonglah aku ingin bicara sebentar denganmu." ucapnya sembari meraih tangan Kania.
Kemudian dokter Keenan pun menepis tangan Michael.
" Tolong jaga batasan Anda! Anda sudah mendengar kalau Kania mengatakan, kalau saya adalah calon suaminya, lebih baik Anda menyingkir, karena kami mau lewat." ucapnya santai berbicara dengan Michael, tapi Michael tidak menanggapi ucap dokter Keenan padanya itu.
" Tolong Kania, Aku ingin bicara sebentar denganmu, beri aku kesempatan untuk berbicara denganmu."
" Michael!sudah aku bilang padamu, Aku tidak mau bicara lagi denganmu!!"
Kania pun langsung menarik tangan dr Keenan dan mereka berdua berjalan tergesa-gesa menjauh dari Michael, beberapa saat kemudian mobil itupun meninggalkan minimarket tersebut menuju ke arah rumah dr Keenan, di dalam mobil hanya terdiam tidak ada suara sama sekali,dr Keenan hanya tersenyum, sesekali dia menoleh ke arah Kania, tidak memerlukan waktu lama mobil pun memasuki halaman rumahnya sang Dokter, mereka berdua turun dari mobil dan melangkah menuju ke arah dalam di mana Nenek Maria sudah menunggu mereka di ruang tengah rumah tersebut, melihat cucunya datang itupun Nenek Maria langsung berdiri dan melangkah mendekati sang cucu, dia langsung menatap ke arahnya Kania, Kania meraih tangan Nenek Maria dan mencium punggung tangan Nenek Maria tersebut.
" Ya Tuhan, cantik sekali calon mantuku." ucapnya.
Kania langsung menoleh ke arah dokter Keenan,sang dokter hanya menganggukkan kepalanya, terlihat Kania malu-malu dan Nenek Maria pun langsung meraih tangan Kania membawanya menuju ke ruang makan.
__ADS_1
" Nenek masa cuma Kania aja sih yang dibawa ke ruang makan, kok Keenan dibiarin di sini sendirian." protesnya.
" Hehehe,,,, udah kamu sendirian aja di situ, Nenek mau makan sama cucu Nenek yang baru sambil bercerita berdua saja." ucapnya sembari terkekeh, Kania hanya tersenyum saja,dr Keenan tertawa pelan sembari melihat langkah kedua wanita yang sangat dia sayangi itu, lalu kemudian dia pun menyusul Neneknya dan Kania menuju ke ruang makan.