Merajut Benang-Benang Cinta

Merajut Benang-Benang Cinta
#37 Mengungkapkan Keinginan


__ADS_3

#37 Mengungkapkan Keinginan.😘


" Gus kamu harus menceritakan semuanya pada kami." ucap Perawat Ani.


" Kan sudah aku ceritakan tadi..." ucap Agus dengan cueknya.


" Kamu tidak lihat apa, itu tangannya dokter Keenan tuh, menggenggam erat tangan Mbak Kania, berarti mereka sudah resmi menjadi sepasang kekasih." Ucap perawat Hesti sembari menatap ke arah Agus.


" Iya nih Gus, masa kamu nggak cerita detail sih tentang mereka, aku kan jadi patah hati nih, lihat dokter kesayangan dan tertampan di rumah sakit ini sudah mendapatkan pendamping hidupnya, Aduh jadi bunuh diri deh aku di pohon cabe." ucap perawat Ani sembari menatap ke arah Agus juga dan mengekspresikan wajahnya seakan-akan mendapatkan kekecewaan yang sangat besar.


Mereka tertawa pelan,mendengar ucapan perawat Ani.


Agus pun langsung mendorong jidad perawat Ani dengan pelan.


" Dasar jidatmu lebar! kalau kakakku itu jatuh cinta sama kamu aku nggak mau punya kakak ipar kayak kamu, lebih baik Mbak Kania yang sesuai dengan kakakku itu." ucap Agus sembari terkekeh diikuti kedua perawat tersebut pun ikut terkekeh mendengar ucapan Agus.


" Eh! tapi ngomong-ngomong aku setuju kok kalau dokter Keenan menjalin cinta dengan Mbak Kania, secara gitu loh Mbak Kania kan cantik, keibuan, sabar dan ramah lagi, aku aja sering disapanya sebelum dia menjalin cinta dengan dokter Keenan, daripada dengan si itu noh..!" ucapnya sembari tersenyum dianggukan perawat Ani.


" Benar juga sih, aku juga setuju, daripada dokter Keenan jadian sama si dokter itu tuh, bukannya menjadi bahagia, tapi tekanan batin didapat, dr Keenan yang seharusnya membedah orang yang sakit jadinya dokter Keenan nanti membedah dirinya sendiri, gara-gara kelakuan dokter Melati." sambung perawat Ani.


" Perkataan kalian itu memang benar,aku juga sebenarnya tidak setuju kalau dokter Keenan itu jatuh cinta dan menjalin hubungan dengan dokter Melati, karena dokter Melati itu bukannya membuat dokter Keenan bahagia, tapi menambah penderitaan bagi dokter Keenan, dia minta diperhatikan oleh dokter Keenan tapi dia tidak bisa memperhatikan dokter Keenan, baik itu makannya baik itu kesehatannya, seharusnya kalau dia ingin mengambil hati dokter Keenan dan menambah rasa suka dokter Keenan padanya, dia itu harus memiliki nilai lebih, bukannya mengumbar gosip sana-sini mengatakan yang tidak penting." sambung Agus.


Dianggukan oleh mereka berdua.

__ADS_1


" Yah! intinya semoga mereka cepat menikah aja, biar tidak ada diganggu oleh dokter Melati lagi, tapi kali ini kalau dokter Melati mengganggu dokter Keenan dan Mbak Kania, aku juga akan menegur dokter Melati, walaupun sebenarnya dokter Melati itu harus dihormati seperti dokter-dokter lainnya, tapi sayangnya tingkah dan perilakunya tidak bisa untuk dihormati, bahkan gelar seorang dokter aja yang sudah didapatnya jauh-jauh keluar dari tanah air tidak dihargainya sama sekali,bagaimana dia ingin menghargai orang lain? sedangkan dirinya aja tidak bisa dia hargai,kalau aku menilainya dia itu sepertinya memaksakan kehendaknya jadi kehendak dia itu harus dituruti semua, kayaknya dokter Melati itu anaknya manja deh." ucap perawat Ani.


" Memang benar sih, apa yang dikatakan si Ani, tapi hati-hati juga kalau berbicara, masalahnya dokter Melati dia kan seperti jelangkung, kadang-kadang sudah berada di depan atau di belakang kita, Iihh... serem!" sambung perawat Hesti tertawa pelan.


" Ya cocok memang dia itu seperti jelangkung, tapi mending jelangkung beneran bisa diundang dan pulang tidak diantar, tapi kalau jelangkung jadi-jadian, kalau dia diundang harus dijemput pulang juga harus diantar." sambung Agus terkekeh.


Mereka bertiga pun kemudian tertawa sambil menikmati gorengan yang sudah dibeli oleh mereka sambil menjalankan piket malam mereka di rumah sakit tersebut.


Kania membuka pelan pintu ruangan sang Ayah, terlihat sang Ibu sudah tertidur berselimutkan selimut yang sudah tersedia,sedangkan sang Ayah masih bangun dia tidak bisa tidur kalau sang anak belum dilihatnya, dia sengaja menunggu Kania pulang,dia tersenyum melihat putrinya sudah datang, dokter Keenan pun melangkah masuk ke dalam dan berpamitan kepada Pak Hamid, pak Hamid pun menganggukan kepalanya sembari tersenyum dan berucap untuk dokter Keenan hati-hati di jalan sampai pulang dengan selamat ke rumah pribadinya, dokter Keenan pun kemudian menganggukan kepalanya dan meninggalkan ruangan pak Hamid menuju ke arah mobilnya, saat dia melewati meja jaga kembali Dia menggoda ketiga orang yang sedang menikmati gorengan dan sambil bercanda di meja jaga tersebut.


Dokter Keenan kemudian meninggalkan Rumah Sakit dengan perasaan bahagia,dia pun melajukan kuda besinya menuju ke rumah pribadinya di mana sang Nenek masih menunggu dia sampai di rumah.


Sesampainya dirumah dr Keenan bergegas menemui sang Nenek diruang Tv, karena Nenek Maria menyalakan Tv sambil menunggu sang cucu kembali kerumah.


" Sudah kamu antar sampai ruangan Ayahnya?"


Dr Keenan mengangguk.


" Nenek ingin sekali bertemu dengan keluarga Kania, terutama kedua orang tuanya, untuk meminta Kania secara resmi untuk mu." ucap Nenek Maria sembari tersenyum.


" Besok aja Nek ketemunya, Kania juga sudah setuju kalau besok Nenek melamar dia pada orang tuanya "


" Benarkah? kok dia tidak bicara sama Nenek tadi?"

__ADS_1


" Katanya malu, dia sudah tidak sabar ingin nikah sama Keenan."


" Masa sih? bukan Kania kali, tapi kamu yang sudah tidak sabar ingin cepat-cepat menikah dengannya, hayo ngaku...." goda sang Nenek sembari tersenyum.


Dr Keenan tersenyum....kemudian dia menganggukkan kepalanya sembari tersenyum tersembunyi.


" Baiklah Ken, Nenek besok akan kerumah sakit dimana Ayah Kania dirawat dan langsung mengungkapkan keinginan Nenek untuk meminta Kania menjadi istrimu."


" Benarkah Nek..." ucapnya terlihat bahagia sekali.


Nenek Maria menganggukkan kepalanya, dr Keenan merasa bahagia sekali, dan setelah mereka berbicara sesaat lalu mereka melangkah menuju kekamar mereka masing-masing untuk mengistirahatkan tubuh mereka.


*****


Keesokan harinya tepat jam delapan pagi,dr Keenan membawa Nenek Maria kerumah sakit untuk bertemu kedua orang tua Kania.


Saat berada dirumah sakit, dr Keenan mempersilahkan Nenek Maria menunggunya diruang kerjanya, karena dia mengelilingi pasiennya terlebih dahulu, dan terakhir ruangan pak Hamid, saat memeriksa ke ruangan Pak Hamid, dr Keenan langsung mengajak sang Nenek.


Dr Keenan membuka perlahan pintu ruangan itu, dan terlihat diruangan tersebut ada dua orang yang jarang dilihat dr Keenan selain kedua orang tua Kania dan Kania sendiri, walaupun mereka berdua sering berkunjung tapi dr Keenan tidak terlalu mengenal mereka, siapa lagi kalau bukan Yoga dan Caca.


Walaupun ada mereka berdua tidak membuat dr Keenan untuk membatalkan keinginannya dan Nenek Maria untuk melamar Kania, karena pembicaraan itu hanya diketahui pihak keluarga saja.


Saat melihat Nenek Maria memasuki ruangan sang Ayah, Kania langsung berdiri dari duduknya dan mendekati Nenek Maria dengan mberikan senyumannya itu pada Nenek Maria.

__ADS_1


__ADS_2