Merajut Benang-Benang Cinta

Merajut Benang-Benang Cinta
#31 Penjelasan Lagi


__ADS_3

#31 penjelasan Lagi😊


Dokter Melati yang sudah sampai di depan rumahnya itu pun langsung membayar taksi yang sudah digunakannya itu, kemudian dia melangkah menuju ke arah rumahnya di mana, di teras depan kedua orang tuanya sedang duduk bersantai, mereka memperhatikan anak gadisnya itu kemudian Bu Eni pun menegurnya sembari berdiri mendekati sang anak yang hanya bisa menatap kedua orang tuanya itu.


" Sayang, kamu kenapa? kenapa wajahmu seperti itu, begitu sembab, matamu merah, kamu habis menangis?"


Dokter Melati langsung memeluk sang Mamah, Bu Eni merasa heran dengan sikap sang anak, Begitu juga dengan Pak Ferry sang Ayah, mereka pun kemudian mengajak dr Melati masuk ke dalam rumahnya tersebut dan membawanya duduk di ruang tengah rumahnya itu.


" Katakan sama Mamah, Ada apa? Kenapa kamu pulang tanpa menggunakan kendaraan kamu sendiri, mobil kamu dimana? dan Kenapa wajah kamu sampai sebab seperti ini, kamu menangis Nak? ada masalah apa kamu di rumah sakit,bilang sama Mamah."


" Iya Nak, ada apa?" tanya sang Ayah.


Melati terus saja menangis kesesugukan.


Aku tidak sanggup untuk berbicara pada orangtuaku ini, kalau seandainya aku berbicara dengan mereka, otomatis Mamah pasti akan marah dengan Keenan." gumamnya dalam hati sembari masih menangis, dia saat ini hanya diam saja, saat mamanya bertanya masalah yang telah menderanya itu.


" Sayang, kenapa kamu bisa menangis, cerita sama Mama, aku ini mama kamu, kamu harus cerita jangan sampai kamu memendam masalah kamu sendirian, karena kamu masih ada mama dan Papah yang siap menemani kamu dan membela kamu, selagi kamu itu benar kamu jangan takut kalau seandainya kamu itu tetap benar."


" Maaf mah, mungkin Melati tidak bisa bicara dengan Mama saat ini, ini adalah masalah Melati sendiri, tolong Mah biarkan Melati untuk sendiri, Melati tidak ingin mengatakan semuanya saat ini pada Mama dan Papah." ucapnya sembari berdiri dan melepaskan pelukannya dari sang Mama, dia melangkah meninggalkan kedua orang tuanya itu menuju ke lantai atas di mana kamarnya berada.


" Ada apa sebenarnya sih dengan Melati? akhir-akhir ini sikapnya berubah."


" Mana papa tahu Mah." Ucap pak Ferry sembari menatap langkah sang anak, kemudian Bu Eni pun mengambil ponselnya dia pun menghubungi dokter Keenan.


" Siapa yang akan kamu hubungi?"

__ADS_1


" Kenan, Aku ingin bertanya dengannya, ada masalah apa dia sama Melati, mereka kan satu kerjaan, jadi otomatis keenan pasti tahu masalah apa yang dihadapi Melati saat ini."


Pak Ferry hanya menganggukkan kepalanya saja, beberapa saat kemudian panggilan yang menuju ke dokter Keenan pun tersambung.


" Iya tante ada apa?"


" Kenan, Tante mau bertanya denganmu."


" Ya Tante, soal apa ya?"


" Melati tadi saat pulang dia tidak menggunakan kendaraannya dan terlihat wajahnya sembab matanya merah dia langsung memeluk tante dan menangis di pangkuan tante, memang ada masalah apa di Rumah Sakit? apakah kalian bertengkar?"


Dokter Keenan hanya menghalang nafasnya dengan pelan.


" Ada apa Ken?"


" Masalahnya apa? tolonglah Ken, kamu bicara yang jelas dengan tante."


" Kalau Keenan sudah bicara sama tante,nantinya terserah tante mau marah dengan Kenan atau tidak, itu adalah hak Tante, Tapi ini semua keputusan dari Keenan."


" Keputusan darimu? memang salah Melati Apa? besar banget ya salahnya denganmu?"


Hening! sesaat tidak ada sepatah kata pun di antara mereka.


" Kenan, tante tahu selama ini Melati memang menyukai kamu, sangat, sangat dan sangat menyukai kamu, Tapi selama ini kamu tidak pernah menyakiti Melati kan? kalau seandainya kamu menyakiti Melati,tante mau tahu, masalahnya apa sampai kalian berdua bertengkar? dan salah Melati itu di mana.? jelaskan sama tante Ken"

__ADS_1


" Maafkan Keenan tante, sebenarnya sejak dulu perlakuan Melati terhadap Keenan sudah keterlaluan."


" Maksud kamu keterlaluan bagaimana?"


" Melati menganggap hubungan kami selama ini adalah sepasang kekasih, sebenarnya Keenan menganggap Melati itu hanya sebatas teman saja, Keenan sudah menganggap Melati seperti adik Keenan sendiri, Keenan juga menganggap tante dan om adalah orang tua Keenan sendiri."


Kemudian dokter Keenan pun menceritakan semuanya pada Bu Eni melalui ponsel pribadinya itu, Bu Eni pun terkejut dengan cerita dr Keenan, karena dia tidak menyangka kalau putrinya seperti itu perbuatannya selama dia bekerja bersama dengan dokter Keenan, sampai akhir nya cerita pun selesai, dokter Keenan hanya menghela nafasnya dengan pelan.


" Maafkan Keenan tante, Keenan gagal menjaga Melati dan merubah sikap Melati agar tidak terlalu egois, karena Melati sudah dikendalikan oleh sikap egoisnya."


Terdengar helaan nafas dari Bu Eni.


" Iya Keenan, tante mengerti, terima kasih selama ini kamu sudah menjaga Melati,semenjak jauh dari kami, sebagai orang tuanya,kami tidak marah, Tante juga tidak mendukung sikap Melati seperti itu, tante akan bicara dengan Melati, nantinya, Maaf ya Nak, Tante sudah mengganggu kamu.


" Ya Tante, nggak apa-apa, kebetulan Keenan juga sudah selesai kerjaannya." ucapnya. Kemudian mereka pun saling menyudahi pembicaraan mereka itu.


Dokter Keenan meletakkan ponselnya di atas meja kerjanya dia menghela nafasnya dan menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi kerjanya itu sembari menata langit-langit ruangannya, sedangkan di rumah dokter Melati, Bu Eni menarik nafasnya dengan berat dan menatap ke arah suaminya.


" Memang ada masalah apa Melati dan Keenan?"


Kemudian Bu Eni pun menjelaskan kembali pada suaminya tentang sikap dr Melati terhadap dr Keenan, terdengar helaan nafas yang sangat berat dari Pak Ferry, karena dia tidak menyangka Putri semata wayangnya berbuat seperti itu.


" Keenan menceritakan semuanya pada Mamah, ternyata selama ini Melati sangat egois, melati tidak memikirkan perasaan orang lain kehendak Melati harus selalu dituruti, sebenarnya Mamah malu pada Keenan, Mama mengira hubungan mereka baik-baik saja, ternyata Melati yang menghancurkannya."


Pak Ferry lagi-lagi menghela nafasnya, Dia hanya bisa terdiam karena dia tidak bisa merubah anak semata wayangnya itu menjadi pribadi yang lebih baik dan menghilangkan sikap egoisnya itu, mereka berdua pun hanya terdiam, Melati yang keluar dari kamarnya itu memperhatikan kedua orang tuanya, dia pun sudah mendengar kalau Mamahnya itu menghubungi dr Keenan.

__ADS_1


" Mamaj pasti sudah tahu semua, karena dia sudah menghubungi Keenan, dan Keenan pasti berbicara semuanya, menceritakan semuanya pada Mamah, Ya Tuhan Kenapa ini terjadi denganku, kenapa aku mesti berada di dunia ini dengan orang-orang yang tidak bisa memihak kepadaku, Apakah aku salah selama ini menginginkan Keenan menjadi pendamping hidupku, Apakah aku salah mengenal Keenan lebih jauh lagi, kalau seandainya aku salah, kenapa aku dipertemukan dengan Keenan, semua orang jahat denganku.!!" ucapnya sembari melangkah Kembali menuju ke dalam kamarnya dan menutup pintu kamarnya itu,dia pun kemudian merebahkan tubuhnya dengan cara menelungkupkan wajahnya ke bantal yang ada di kamarnya itu dia pun menangis ke sesunggukannya karena sakit hati yang dia rasakan sekarang ini, sedangkan dokter Keenan keluar dari ruangannya dan menuju ke ruangan Anggrek di mana Pak Hamid dirawat.


__ADS_2