Merajut Benang-Benang Cinta

Merajut Benang-Benang Cinta
# 49 Gerak Cepat


__ADS_3

#49 Gerak Cepat🌹


Keesokan paginya tepat jam 08.00 pagi setelah dokter Joddy menampakan dirinya di tempat dia bekerja beberapa saat kemudian dia pun meninggalkan rumah sakit di mana Dia bekerja selama ini, dia melajukan mobilnya menuju ke arah rumah sakit di mana dokter Keenan bekerja, dengan senyuman bahagianya Dia meyakinkan dirinya agar bisa berbicara secara langsung dengan Imelda tentang isi hatinya selama ini, karena dia sudah memikirkannya dengan keras dan matang dia mantap memilih Imelda sebagai pendamping hidupnya, karena dia merasakan berada di samping Imelda dia merasa nyaman, dia juga merasa yakin kalau Imelda adalah pilihan yang tepat untuk dirinya.


Beberapa saat kemudian mobil itu memasuki halaman parkir Rumah Sakit tersebut, dokter Joddy memarkirkan mobil pribadinya itu dengan rapi dengan senyuman khasnya dia pun keluar dari mobil tersebut, dia melangkah dengan langkah pasti menuju koridor rumah sakit tersebut, tepat di depan pintu ruangan ibunya Imelda yang sedang dirawat padka operasi kemaren.


Dia menghela nafasnya dengan panjang kemudian Dia mengetuk dua kali pintu tersebut dan langsung membukanya, dia melihat Imelda yang tersenyum,Imelda pun menutup sebuah Alquran kecil yang baru saja dibacanya, dia pun kemudian melepaskan alat sholat yang masih menempel di tubuhnya tersebut karena dia baru saja melaksanakan salat sunat Dhuha, dokter Joddy tertegun melihat Imelda tersebut, dia merasa bangga dengan dirinya yang menetapkan pilihan hatinya pada Imelda, di samping Imelda cantik dan berbakti pada orang tuanya terlihat juga Imelda taat beribadah.


Setelah selesai merapikan alat salat tersebut, Imelda kemudian bertanya pada dokter Joddy yang masih berdiri di depan pintu ruangan ibunya itu.


" Masuklah Mas, ngapain Mas berdiri di situ?" tanya Imelda


Dr Joddy tersenyum, dia menganggukkan kepalanya kemudian dia melangkah menuju ke arah dimana Imelda berdiri di samping tempat tidur ibunya itu, ibunya Imelda tersenyum melihat dokter Joddy yang datang menjenguknya.


" Bagaimana Bu, sekarang keadaannya?"


" Alhamdulillah Nak Joddy sampai saat ini keadaan ibu baik-baik saja, semoga Ibu cepat pulih dan bisa pulang ke rumah kembali." ucapnya dianggukan dokter Joddy sembari tersenyum.


Imelda melihat dr Joddy yang berpakaian sangat rapi Dia kemudian bertanya dengan dr Joddy.


" Mas Joddy mau ke mana? kok rapi sekali sih pakaiannya, Tidak seperti biasanya.?" tanya Imelda karena dia tidak mengetahui sampai saat ini kalau dokter Joddy adalah berprofesi sebagai seorang dokter dan dia juga saat mengenal dokter Joddy beberapa hari tidak pernah dia melihat pakaian dokter Joddy berpakaian serapi itu.


Dokter Joddy tersenyum, dia melihat ke arah pakaiannya.

__ADS_1


" Memang ada yang salah dengan pakaian ini.?"


" Nggak ada yang salah sih, cuma tidak seperti biasanya aja." ucap Imelda sembari tersenyum.


Dokter Joddy tersenyum dia menghela nafasnya dengan pelan dan melepaskannya dengan panjang.


" Aku jujur sekarang padamu, kalau aku adalah seorang dokter,maafkan aku karena aku tidak jujur padamu."


Imelda hanya tersenyum mendengar ucapan dr Joddy.


" Kenapa Mas Joddy menyembunyikan pekerjaannya? itu kan bukan pekerjaan dilarang Mas..." ucapnya.


Dr Joddy tersenyum mendengar ucapan Imelda.


" Ya Nak Joddy, mau berbicara apa?"


Dokter Joddy menoleh ke arah Imelda, Imelda menatap lekat ke arah dokter Joddy, karena dia merasa heran hari ini dokter Joddy bersikap aneh padanya dan ibunya, ada rasa yang tidak menentu dipikiran Imelda, karena dia memperhatikan wajah dokter Joddy yang menyembunyikan sesuatu.


" Bagaimana kalau dia akan mengatakan kalau dia tidak akan pernah lagi menemuiku, apakah dia mau menikah? Astaga! kenapa aku berpikiran seperti itu, aku harus sadar dia orang kaya aku hanya orang biasa, bisa dibilang tidak mampu walaupun aku bekerja di sebuah perusahaan yang bonavit yang ada di kota ini, tapi bukan sebagai karyawan tetap, tapi aku hanya seorang OB di perusahaan itu." Imelda tidak mengalihkan pandangannya pada dokter Joddy.


" Mas mau bicara apa? permintaan apa yang harus kami berikan? kalau kami bisa kami akan memberikan permintaan Mas itu."


" Saya ingin Imelda berhenti bekerja Bu." ucapnya sontak Imelda terkejut, Begitu juga dengan Bu Fatma dia menatap lekat ke arah dokter Joddy, dokter Joddy tersenyum menambah rasa keheranan dari Imelda dan ibunya itu.

__ADS_1


" Maksud kamu mas, Imelda berhenti bekerja? kalau Imel berhenti bekerja bagaimana dengan kehidupan kami Mas,Imel merasa nyaman bekerja di perusahaan itu, walaupun Imel hanya sebagai OB."


Ibu Fatma hanya terdiam dia tidak bisa berkata apa-apa lagi.


" Kalian jangan salah sangka dulu, bukan maksudku untuk berbicara seperti ini, aku hanya ingin kamu berada di rumah dan mengurus ibu, kebutuhan kamu aku akan mencukupinya."


" Maksud kamu Mas?"


" Di depan Ibu, aku mau melamarmu sebagai istriku, maukah Ibu menerima lamaran seorang laki-laki ini yang berdiri di hadapan Ibu ini, meminta anak ibu untuk menjadi pendamping laki-laki yang ada di hadapan Ibu ini untuk selamanya." ucap dokter Joddy membuat Imelda terkejut antara sedih senang menjadi satu di dalam otaknya, Ibu Tuti pun tersenyum, refleks dia menganggukkan kepalanya.


" Ibu setuju, Ibu menerima lamaran kamu, tapi ini kembali lagi pada Imelda, Apakah dia mau menerima kamu sebagai calon suaminya."


Dokter Joddy pun kemudian melangkah menuju ke arah Imelda yang berada di samping kanan sang ibu, Dia kemudian merogoh saku jas yang dipakainya tersebut, dia pun kemudian mengeluarkan sebuah cincin berlian dan langsung meraih tangan Imelda, namun belum disematkannya di jari manis tersebut, dia menatap Imelda dengan tatapan penuh kemesraan dan kehangatan.


" Imelda, maukah kamu menjadi pendamping hidupku? maukah kamu menjadi tulang rusukku untuk selama-lamanya." ucapnya sembari tetap menatap Imelda, Imelda kemudian menoleh ke arah ibunya, ibunya hanya tersenyum saja kemudian Imelda menatap ke arah dokter Joddy.


" Tapi Mas, kita baru kenal beberapa hari, aku takut nantinya kamu akan kecewa kalau memilihku, di samping itu kehidupan kita juga berbeda, kamu dari keluarga yang mampu dan aku dari keluarga yang tidak mampu, Aku tidak ingin suatu saat nantinya ketidakmampuanku ini menjadi dasar menghancurkan segala-galanya, apalagi aku belum pernah mengenal kedua orang tuamu." dokter Joddy hanya tersenyum.


" Kamu jangan khawatir, ketidakmampuan dirimu itulah yang membuat aku kuat untuk tetap memilihmu, karena kamu berbeda dari wanita yang lain, kamu sangat spesial di hatiku, tapi tidak pakai telur ya...hehehe..." ucapnya sembari terkekeh Imelda pun tersenyum malu-malu.


" Bagaimana? Apakah kamu mau menerima aku? kita akan menjalani hidup kita bersama-sama,perkenalan kit beberapa hari ini akan menjadi sejarah dalam hidup rumah tangga kita nanti, benang-benang yang berterbangan di sana-sini akan kita rajut bersama menjadi sebuah impian yang indah, dan menjadi sebuah mimpi keluarga yang sangat bahagia."


Imelda pun menganggukkan kepalanya tidak terasa tetesan air matanya pun keluar dari bening bola matanya tersebut, Dr Joddy pun langsung menyematkan cincin yang sudah dipersiapkannya untuk Imelda dijari manisnya Imelda, dr joddy tidak malu-malu melamar Imelda di hadapan ibunya itu, rumah sakit itu bersejarah untuk dua orang dokter sekaligus, walaupun beda tempat bekerja dan sama-sama memiliki rasa cinta yang terukir di rumah sakit tersebut.

__ADS_1


__ADS_2