
" Ceritalah padaku Kania ada apa?"
" Tidak ada, lupakan saja, Oh ya Apa yang kamu bawa aku udah laper nih." ucapnya sembari mengalihkan pertanyaan Caca.
" Oh ini, aku bawa makan siang untuk kita berdua, Aku sengaja membawanya untuk kita makan bersama." ucap Caca sembari tersenyum dan mengambil barang bawaannya itu kemudian mereka berdua pun makan bersama.
Setelah selesai rapat antar dokter selesai, saat mereka ingin meninggalkan ruangan itu, dokter Fadil selaku pimpinan dari rumah sakit itu pun langsung bersuara.
" Jangan pergi dulu, saya sudah memesan banyak makanan agar kita makan siang bersama di sini." ucapnya.
Mereka pun kembali duduk dan mengurungkan untuk meninggalkan ruangan itu, karena pimpinan mereka sendiri yang mengundang mereka untuk makan bersama.
Mereka kemudian saling berbicara satu sama lain, dokter Melati dan dokter lainnya pun berbicara satu sama lainnya tidak ada keanehan di dokter Melati, karena dia terlihat begitu bahagia dan santainya menikmati hari ini, dokter Keenan menatap ke arah dokter Melati, dia tidak menyangka dengan sikap dokter Melati terhadap Kania, saat dokter Keenan menatap ke arah dokter Melati, dokter Fatah bersuara di tengah-tengah semua dokter yang ada di ruangan itu.
" Kapan nih dr Kenan melamar dokter Melati? Kalian sudah lama bersama, jangan lama-lama nanti keburu diambil orang tuh dr Melatinya." ucapnya membuat dokter Keenan terkejut dan menatap ke arah dokter Fatah, dokter Melati tersenyum dan terlihat di wajahnya bahagia mendengar dokter Fatah berbicara seperti itu, kemudian dokter Fatah menatap ke arah dokter Keenan, lalu beralih ke arah dokter Melati, dokter Keenan hanya terdiam dia tidak menjawab pertanyaan dari dokter Fatah.
" Iya nih, kalian itu berdua cocok satunya cantik dan satunya ganteng, saya setuju sekali kalau kalian berdua itu menikah, karena kalian berdua sama-sama saling melengkapi." ujar Dokter Erna sembari menatap ke arah dokter Melati.
__ADS_1
" Ya doakan aja, semoga sampai ke pelaminan." ucap dr Melati sembari tersenyum.
" Semua rumah sakit ini sudah tahu dengan hubungan kalian berdua, Awalnya aku mendengarnya merasa tidak yakin, kalau kalian berdua itu mempunyai hubungan khusus, tapi melihat ke bersamaan kalian berdua itu yang meyakinkan kalau kalian berdua memang sudah diciptakan untuk saling melengkapi satu sama lain." sambung dokter Fadil.
Dr Keenan pun langsung berdiri dari duduknya membuat mereka semua menatap heran ke arahnya.
" Maaf! dokter Fatah, saya ingin menegaskan, jangan sekali-kali berbicara seperti itu lagi, mengatakan kapan saya melamar dokter Melati, jujur saya dan dokter Melati itu tidak ada sama sekali hubungan khusus, saya dan dia hanya sebatas teman biasa dan tidak ada rasa cinta padanya, karena saya sudah menyukai orang lain, tapi bukan dia." ucap dokter Keenan seraya menatap mereka semua silih berganti.
" Memang penilaian kalian saya dan dia terlihat saling melengkapi, tapi itu karena saat pekerjaan saja, kami berdua sering berbagi tentang masalah pekerjaan di rumah sakit ini, karena kami memang sama-sama satu kuliah waktu itu, dan mungkin ditakdirkan satu tempat kerja juga, tapi tidak satu hati." ucapnya lagi membuat dokter Melati terkejut dan menatap ke arah dokter Keenan.
" Maaf Pak Fadil, saya tidak bisa makan bersama di sini, karena ada pekerjaan yang lebih penting lagi yang akan saya kerjakan di ruangan saya, dan lagi saya juga sudah ada janji dengan pasien di ruang mawar, untuk menjelaskan pada keluarganya tentang kondisi pasien pasca operasi kemarin." ucapnya sembari menangkupkan kedua tangannya di dada memohon maaf kepada Pak Fadil selaku pimpinan Rumah Sakit tersebut.
Dokter Keenan pun kemudian meninggalkan ruangan itu melangkah menuju ke arah lift, dokter Melati menatap kepergian dokter Keenan dia pun kemudian berdiri.
" Maaf Pak Fadil, Saya juga tidak bisa makan bersama, saya permisi." ucapnya sembari melangkah meninggalkan ruangan tersebut, menuju ke arah lift, dia masih melihat dokter Keenan yang menunggu Lift terbuka, kemudian dia tergesa-gesa menuju ke arah dokter Keenan berdiri, dokter Keenan hanya melirik sesaat ke arah dokter Melati, kemudian dia melangkah menghindari dokter Melati untuk mencari lift yang lain agar bisa turun ke lantai bawah, dokter Melati pun melihat tingkah dokter Keenan itu pun langsung memanggilnya.
" Keenan!!"
__ADS_1
Dokter Keenan pun menghentikan langkahnya, dokter Melati bergegas mendekati dokter Keenan, dia meraih tangan dokter Keenan, tapi dengan cepat dokter Keenan menepisnya dengan tidak terlalu kasar.
" Sebaiknya kamu jaga batas-batasan kamu sekarang, karena aku sudah memiliki kekasih, aku tidak ingin menyakiti hati kekasihku, asal kamu tahu Kania itu adalah kekasihku." ucapnya sembari hendak melangkah meninggalkan dokter Melati namun lagi-lagi dr Melati menghentikan langkah dokter Keenan sembari meraih kembali tangan dokter Keenan, dokter Keenan pun tetap menepiskan tangan dokter Melati.
" Kenan, bisakah kita bicara jangan seperti kekanak-kanakan kaya gini."
Dr Keenan pun langsung menatap ke arah dokter Melati.
" Kamu bilang aku yang kekanak-kanakan, kamu tidak sadar dengan sikap kamu selama ini, buat apa kamu menemui Kania dan mengajaknya bertemu di lantai atap, bahkan kamu mengatakan dengan Kania kalau kita berdua sudah ada hubungan khusus sejak lama dan aku adalah calon suamimu, ini sudah kesekian kalinya kamu berbuat seperti ini, kamu juga mengancam asistenku agar menyebarkan berita kalau aku dan kamu memiliki hubungan khusus, kamu itu keterlaluan! kamu terlalu egois! egois kamu sudah bersarang di otak dan mengalahkan akal sehat kamu!" ucapnya sembari menoleh ke arah dokter Melati.
" Salahkah aku bersikap seperti itu Kenan, Aku ingin kamu menyayangi aku, kenapa kamu berikan hati kamu ke dia, ini sudah dua kalinya kamu tidak memberikan aku kesempatan itu, saat itu kamu bersama dengan Dira, kamu juga tidak memberikan kesempatan padaku, sekarang ini kamu tidak memberikan juga kesempatan itu padaku, Dan Kamu memilih Kania sebagai belahan jiwa kamu, yang salah siapa Kenan? Yang salah itu kamu!! telah membiarkan hati ini tersakiti oleh kamu!"
" Sadarlah Melati, kamu itu seorang dokter, kamu itu seharusnya memberi contoh yang baik untuk dokter-dokter muda yang lainnya, bukan seperti ini caranya, kamu itu lulusan luar negeri, tunjukkan kalau kamu itu mempunyai akal pikiran yang luar biasa, tapi bukan seperti ini caranya memaksakan orang lain harus jatuh cinta padamu, aku sudah menegaskan padamu, kalau cinta itu tidak bisa untuk dipaksakan dan kamu juga tidak seharusnya menuruti selalu keinginan kamu yang tidak masuk akal itu." ucapnya sembari meninggalkan dokter Melati berdiri sendiri tidak bisa berbicara lagi saat dokter Keenan mengatakan semuanya padanya.
Dia hanya bisa menatap langkah dokter Keenan menuju ruangan lift dan hilang bersama pintu lift yang tertutup.
" Ach!!! Kenapa ini bisa terjadi denganku! kamu memang keterlaluan Ken!" ucapnya sembari masuk ke dalam lift setelah pintu lift yang lain terbuka dia pun kemudian turun ke lantai bawah untuk menuju ke ruangannya.
__ADS_1