
#46 Cerita Ibu Fatma🌹
Mobil dr Joddy berhenti disebuah rumah sederhana namun terlihat asri dengan beberapa bunga tertata rapi di teras rumah tersebut menambah ke sejukan rumah itu yang tak lain adalah rumah Imelda, saat Imelda hendak turun dia menawarkan pada dr Joddy untuk mampir kerumahnya.
" Mampir dulu Mas?"
Dr Joddy tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Dr Joddy berkeinginan untuk mengenal lebih jauh lagi keluarga Imelda.
Mereka berdua melangkah menuju ke arah pintu utama rumah Imelda, Imelda mengetuk pintu rumah tersebut sembari memanggil sang Ibu, beberapa saat kemudian pintu pun terbuka terlihat seorang wanita paruh baya sedang duduk di atas kursi roda, dia tersenyum melihat sang anak sudah datang, dia pun terlihat terkejut karena anaknya itu bersama dengan seorang laki-laki yang baru saja dilihatnya, namun Bu Fatma menyembunyikan rasa terkejutnya itu sembari mempersilahkan anaknya tersebut dan tamu anaknya itu untuk masuk ke dalam rumah mereka.
" Mas Joddy ini Ibu saya."
Dokter Joddy kemudian mengulurkan tangannya pada sang ibu.
" Saya Joddy Bu, temannya Imelda."
' Iya Nak Joddy, ibu adalah ibu kandungnya Imelda, panggil saja Ibu Fatma." ucapnya sembari tersenyum.
" Silakan duduk Mas, tunggu sebentar Imel akan bikinkan minum dulu "ucapnya sembari meninggalkan dokter Joddy dan sang ibu di ruang tamu rumahnya.
Dr Joddy menganggukan kepalanya, Bu Fatma mempersilakan dokter Joddy untuk duduk di sofa yang ada di ruangan tamu tersebut.
" Berapa lama kenal dengan Imelda Nak?" tanya Bu Fatma sembari tersenyum.
" Baru aja Bu, Imelda dan saya sama-sama teman sekolah dan kami baru bertemu hari ini."
__ADS_1
" Teman sekolah Imelda rupanya." ucapkan sembari tersenyum dianggukan oleh dokter Joddy.
" Beginilah rumah Imelda apa adanya Nak."
Dianggukan dokter Joddy sembari tersenyum.
" Jujur,awalnya Ibu terkejut melihat kedatangan kamu ke rumah ini, karena selama ini tidak ada teman Imelda laki-laki yang datang ke rumah ini, hanya pertama kalinya nak Joddy lah yang ke rumah ini."
Dr Joddy terkejut, dia tidak menyangka kalau selama ini Imelda tidak pernah membawa seorang laki-laki pun ke rumahnya dan mengenalkannya kepada ibunya tersebut.
" Jadi siapa yang sering ke sini Ibu, kalau saya boleh tahu.?"
" Yang sering ke sini teman wanitanya satu sekolah dengannya juga, dialah yang sering menemani Imelda di rumah dan Dia juga sering mengajak Imelda jalan-jalan namun Imelda selalu menolaknya."
" Kenapa bisa Imelda menolaknya Bu? ada apa? padahal kan temannya satu sekolah satu kelas lagi yang mengajaknya untuk jalan-jalan lagipulakan Imelda perlu refreshing agar melepaskan kelelahannya selama dia bekerja."
" Ibu, sekarang ibu tidak usah takut lagi ataupun Ibu merasa khawatir tentang Imelda."ucap dr Joddy sembari tersenyum manis pada Bu Fatma.
" Maksudnya Nak Joddy Ibu kurang mengerti."
" Karena anak Pak RT itu sudah saya beri pelajaran dan saya juga sudah menemui orang tuanya untuk mengatakan jangan sampai lagi anaknya itu mengganggu Imelda, baik di saat Imelda bekerja, ataupun pulang bekerja, karena saya tidak memberikan lagi toleran dengannya kalau seandainya dia masih mengganggu Imelda."terang dokter Joddy, terlihat wajah Bu Fatma terkejut dia merasa tidak percaya dengan ucapan dokter Joddy padanya itu.
" Benarkah Nak, benarkah ucapan kamu itu."ucapnya seakan tidak percaya dengan ucapan dokter Joddy tersebut.
" Benar ibu, baru aja saya tadi dari tempat Pak RT bersama dengan Imelda langsung."
" Iya Ibu, Mas Joddy sudah menemui Pak RT dan menjelaskan semuanya pada Pak RT dan si Robi itu sudah diberi teguran oleh Mas Joddy, Jadi sekarang ibu nggak usah khawatir lagi tentang Imelda saat berangkat bekerja ataupun saat pulang bekerja yang penting Ibu menjaga kesehatan ibu di rumah, kalau ada rezekinya Imelda akan membawa Ibu berobat lagi, Imelda yakin Ibu pasti akan sembuh."ucapnya sembari mengusap pundak sang ibu dengan pelan dianggukan oleh Bu Fatma sembari memegang tangan anaknya tersebut.
__ADS_1
" Silakan diminum Mas airnya, Maaf ya Mas cuma adanya air teh aja." ucap Imelda sembari memberikan segelas teh manis buatannya itu pada dokter Joddy.
" Terima kasih ya, Ini juga sudah lebih dari cukup." ucapnya mengambil gelas teh di tangan Imelda sembari tersenyum, Imelda kemudian duduk di samping sang ibu.
" Oh ya Mel, bolehkah Aku bertanya dengan kamu, mungkin pertanyaan ku ini menyinggung perasaan kamu, tapi ku harap kamu jangan marah padaku."
" Tentang apa Mas, silakan aja bertanya selagi Imel bisa menjawabnya, akan Imel jawab."ucapnya sembari tersenyum dan menatap ke arah dokter Joddy.
" Kamu tadi kan bilang akan membawa berobat ibu kamu memang selama ini Ibu kamu tidak berobat? padahal kan kamu bekerja di sebuah perusahaan swasta yang terkenal di kota ini, mohon maaf kenapa kamu tidak segera membawa ibumu berobat?" Tanya Dokter Joddy sembari menangkupkan kedua tangannya di dada memohon maaf dengan pertanyaannya pada Imelda, dia berharap Imelda tidak marah padanya, ternyata perkiranya memang benar, bahwa Imelda tidak sedikitpun menampakan rasa marah dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh dokter Joddy padanya, Imelda hanya tersenyum menyambut pertanyaan dari dokter Joddy membuat dr Joddy merasa heran, dia pun kemudian menatap lekat ke arah Imelda.
" Ibu memang sering berobat dan ibu juga berobat jalan tapi pengobatan itu terputus karena kendala biaya, Imelda memang bekerja di perusahaan swasta yang terkenal di kota ini, tapi Imelda bukan sebagai karyawan tetap di situ, tapi melainkan hanya sebagai OB di kantor tersebut, jadi gaji Imelda tidak seberapa, jika ada uang lebih Imel bisa membawa ibu untuk berobat, Tapi kalau uangnya hanya cukup untuk keperluan sehari-hari terpaksa pengobatan Ibu tertunda." ucapnya sembari tersenyum dia tidak malu-malu mengatakannya kepada dokter Joddy walaupun dokter Joddy baru bertemu dengannya.
Terdengar dokter Joddy menghela nafasnya dengan panjang.
" Sebenarnya ibu sakit apa..?"tanyanya.
" Ibu mengalami patah tulang kedua kaki ibu saat jatuh dari motor saat pulang dari pasar delapan bulan yang lalu."
" Tidak dioperasi?"
Imelda menggelengkan kepalanya sembari berucap.
" Tidak Mas, karena biaya operasi sangat besar, Imelda belum mampu untuk membawa Ibu operasi, kalau biayanya sudah terkumpul Imelda akan membawa ibu operasi karena Imelda yakin Ibu pasti bisa berjalan kembali." ucapnya dengan senyuman di wajahnya tidak ada beban saat dia berbicara seperti itu di hadapan dokter Jodi.
Dr Joddy menganggukkan kepalanya saat Imelda berbicara seperti itu didalam benak dokter Jodi langsung mengingat dokter Keenan dia pun kemudian tersenyum membalas senyuman Imelda sembari pergumam di dalam hatinya.
" Setelah dari sini aku akan menemui Keenan dan meminta bantuannya untuk menyelesaikan masalah Imelda."
__ADS_1
Mereka pun kembali berbicara dengan topik yang lain, Setelah beberapa lama dokter Joddy berada di rumah Imelda, diapun kemudian pamit dengan Imelda dan ibunya, namun sebelum pamit dokter Joddy meminta Imelda besok pagi menunggunya, karena dokter Joddy berniat ingin mengantarkan Imelda berangkat bekerja dan menjemput Imelda untuk pulang bekerja. Imelda hanya menganggukkan kepalanya dan memberikan senyum termanisnya untuk dokter Joddy, setelah berpamitan dokter Joddy meninggalkan rumah Imelda menuju ke arah rumah dokter Keenan.