
Mobil yang dikendarai oleh dokter Keenan itu pun memasuki sebuah Resto yang terkenal di kotanya tersebut, mereka keluar dari mobil tapi Kania tidak langsung melangkah membuat dokter Keenan merasa heran, dia pun kemudian menegurkan Kania dan mendekati Kania yang masih berdiri di samping pintu mobil yang tetap terbuka.
" Ada apa Kania? kenapa kamu terdiam di situ, kita sudah sampai." ucapnya sembari menatap Kania dengan heran.
Kania hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari dr Keenan itu. Dia pun kemudian menengok ke kiri dan ke kanan lagi seakan-akan tengokkan kiri dan kanannya itu adalah kebiasaan dia yang harus dia lakukan setelah ia mengenal dr Kenan dan mendapatkan ancaman dari dr melati, seolah-olah menjadi trauma tersendiri di hidupnya.
" Kania kita ini ada di luar rumah sakit dan kita juga berada di sebuah restoran terkenal yang ada di kota ini, mereka tidak akan melihat kita di sini dan saat kita berada di dalam pun tidak akan menjadi gosip bagi mereka, percayalah padaku." ucap dr Keenan sembari meraih tangan Kania, Kania lagi-lagi tersenyum kemudian dia pun hanya pasrah dipegang tangannya oleh dr Keenan dan dibawanya menuju ke arah dalam, Mereka pun kemudian memilih tempat yang agak sedikit penerangannya tidak terlalu terang dan terlihat juga suasananya sangat romantis. Terlihat suasananya mendukung untuk dr Keenan mengatakan sesuatu yang sangat berharga bagi dirinya pada Kania, dr Keenan mantap memilih Kania sebagai wanita yang terbaik di hatinya, walaupun sebenarnya dia baru saja putus beberapa hari yang lalu, awalnya dr Keenan ingin menutup pintu hatinya rapat-rapat dan dia akan fokus dengan pekerjaannya, Tapi sayangnya kehadiran Kania yang begitu cepat di hari berakhirnya hubungannya dengan Dira itu pun telah membuka kunci hatinya kembali yang belum sempat dikuncinya tersebut dan sekarang Kania lah pemilik kunci hatinya itu dr Keenan tersenyum pada Kania, Kania menjadi salah tingkah karena dr Keenan selalu memandang Kania.
Pelayan Resto kemudian datang untuk mencatat pesanan mereka, setelah mereka berdua memesan makan malam mereka, Kania lagi-lagi salah tingkah karena dr Kenan selalu saja menatap dia dengan tatapan teduh yang membuat getaran di hati Kania tidak menentu, ditambah lagi debaran jantungnya yang tidak bersahabat dengannya, karena melihat posisi dr Keenan yang selalu menatap ke arahnya, dia pun kemudian memberanikan dirinya untuk menanyakan perihal apa yang ingin dibicarakan padanya.
" Maaf dok, Ada apa? sehingga kita harus bicara berdua saja." ucapnya sembari memainkan ponselnya yang ada di tangannya itu, Kania harus berperang dengan perasaan gugupnya itu tapi dia berusaha menyembunyikan kegugupannya itu di hadapan dr Kenan.
Dr Keenan tersenyum, senyum yang terukir di sudut bibirnya sangat manis dan menambah ketampanan dan kedewasaan yang ada di wajah dr keenan, saat melihat senyuman itu Kania pun tidak tahan hatinya terasa berbunga-bunga, jantungnya semakin berdegup dengan keras dr Keenan langsung meraih tangan Kania, namun Kania tidak menarik tangannya sama sekali atau menepiskan tangan dr Keenan dari tangannya, walaupun sebenarnya dia merasa terkejut dengan gerakan romantis yang diberikan dokter Keenan padanya.
" Kamu pasti merasakan debaran jantung kamu yang sangat kuat, dan tidak bersahabat? Kania bukan kamu saja yang merasakan itu, tapi aku juga, walaupun aku seorang dokter tapi aku tidak bisa mengendalikan jantungku sendiri saat berdebar dengan cepat seperti saat ini berhadapan denganmu." ucapnya sembari tersenyum dengan menggenggam tangan Kania, Kania menatap ke arahnya tidak ada suara sama sekali dari Kania, dokter Keenan hanya tersenyum saja, lagi-lagi Kania merasakan hatinya berbunga-bunga, karena selalu mendapatkan senyuman dari lelaki yang ada di depannya itu, Kania merasa dia menatap dokter Keenan dengan puas tidak lagi curi-curi pandang seperti saat dia berada di rumah sakit.
Dr Keenan kemudian melepaskan pegangan tangannya dari tangan Kania, karena kedatangan pelayan Resto yang telah membawakan pesanan mereka, mereka berdua tersenyum dengan pelayan Resto tersebut, setelah menyajikan hidangan di atas meja makan tersebut, mereka berdua pun kemudian menikmati makan malamnya itu.
Terlihat Sebuah mobil memasuki halaman Resto dan memarkirkan mobilnya tersebut di samping mobil dr Keenan, saat mobil sudah terparkir wanita yang berada di dalam mobil bersama dengan calon suaminya itu pun melihat ke arah mobil dr Keenan.
" Keenan, Apakah dia berada di sini ?" gumamnya sembari menatap lekat ke arah mobil mantan kekasihnya itu yang sudah diputuskannya beberapa hari yang lalu
" Ayo kita turun sayang." ucap Raditya sembari tersenyum.
Kemudian Dira menoleh ke arah calon suaminya itu.
" Kenapa kamu menatap ke arahku? kamu kan yang memilih Resto ini untuk kita makan malam berdua." ucapnya sembari tersenyum dan menyentuh pipi Dira dengan lembut.
" Aku berubah pikiran, bagaimana kalau kita mencari Resto yang lebih baik lagi selain ini " ucap Dira sambil tersenyum pada Raditya
Raditya hanya tersenyum dan menengok melalui kaca mobil depannya dan melihat menu yang sudah tertera di depan Resto itu, kemudian dia menoleh kembali ke arah Dira.
__ADS_1
" Kayaknya aku suka di resto ini deh, terlihat sekali kalau makanan yang tersedia sangat enak, aku rasa di sini aja nggak usah mencari yang lain." ucapnya sembari turun dari mobil mau tidak mau Dira pun mengikuti ucapan dari calon suaminya itu.
Sebelum masuk dia pun menyapu ruangan Resto tersebut dengan pandangan matanya mencari di mana dr Keenan berada, matanya pun tertuju dengan dua pasangan yang tidak jauh dari sudut ruangan itu, dia pun terkejut melihat dr Keenan berada di sebuah kursi yang sangat tertata dengan redup cahaya yang romantis bersama dengan seorang wanita.
" Keenan, dengan siapa dia?" gumamnya hampir tidak terdengar namun terdengar oleh calon suaminya sendiri.
" Ada apa? Apa yang kamu bilang tadi? kamu mencari siapa atau kamu mau mesan makanan apa, lebih baik kita duduk dulu." ucapnya langsung meraih tangan calon istrinya itu menuju ke arah tempat duduk dan kemudian dia pun langsung memanggil pelayan Resto yang kebetulan memang ingin menemui mereka.
Dalam pikiran Dira pun berkecamuk.
" Begitu mudahnya Keenan mencari penggantiku, semudah itu Keenan mendapatkan seorang wanita untuk menempati hatinya, padahal baru saja putus denganku, kenapa hatiku merasa sakit melihat Keenan bersama dengan wanita lain?" gumam batin Dira namun dia tidak mengetahui wanita yang bersama dengan Kenan adalah wanita yang tadi siang dia lihat dan juga bertemu serta berbicara dengannya.
" Kamu mau pesan apa sayang?" tawar calon suaminya itu padanya, tapi Dira tidak menghiraukan suara Raditya, dia masih larut dalam pikirannya sendiri tentang Keenan.
" Dira sayang, kamu mesan apa?" diulang kembali oleh Raditya karena dia melihat wajah calon istrinya itu sedang memikirkan sesuatu, karena teguran itu membuyarkan lamunan Dira, dia pun kemudian tersenyum kearah Raditya.
" Oh ya, aku terserah aja." ucapnya singkat dianggukan oleh Raditya, kemudian dia pun berbicara dengan pelayan Resto itu beberapa saat kemudian pelayan Resto pun meninggalkan mereka dan menyiapkan pesanan dari mereka.
Setelah makan, Raditya pun pamit kebelakang, dan saat itupun digunakan Dira menemui dr Keenan yang baru saja selesai makan.
" Hay Keenan, apa kabar." Ucap Dira sembari duduk disamping Keenan.
" Baik.." ucap Kenan terkejut dan langsung berdiri kemudian duduk disamping Kania, dan reflek memegang tangan Kania.
Kania terkejut begitu juga dengan Dira mereka saling tatap dan Kania pun akhirnya tersenyum.
Dira membalas senyum Kania tapi dihatinua bergumam.
" Inikan wanita yang ada dirumah sakit itu? Ada hubungan apa dia dengan Keenan?" Gumamnya sembari menatap kearah Rania, Dira tidak memperhatikan kalau tangan Keenan menggenggam tangan Kania yang berada diatas meja.
" Bagaimana kabar Nenek?"
__ADS_1
" Baik." Ucap dr Keenan singkat sesaat dia menatap kearah Kania.
" Oh ya, kenalkan ini Kania kekasih ku." Ucapnya sembari tersenyum pada Kania, sedangkan Kania terkejut dengan ucapan dr Keenan dan dia hanya terdiam sembari tersenyum manis.
" Iya, aku sudah kenal dengan wanitamu ini."
" Dimana?" Tanya dr Keenan.
" Iya, kami sudah saling kenal dirumah sakit diruangan Ayah."
" Apakah kamu tahu kalau aku ini mantan kekasih Keenan?" Ucapnya tersenyum.
Dengan polosnya Kania menggeleng.
" Keenan, kamu jahat sekali sih, kenala kamu nggak cerita dengan kekasih kamu kalau kita pernah punya hubungan yang sangat romantis dan hari-hari kita lalui setiap hari bersama, kasihan lho nanti kekasih kamu itu tahunya dengan orang lain, Aku dan Keenan menjalin cinta selama tiga tahun lamanya, kamu pasti tahu apa yang kami lakukan selama itu." Ucapnya tersenyum penuh kemenangan sudah mengatakan semuanya pada Kania.
Kania mengangguk sembari menyunggingkan senyum di kedua sudut bibirnya.
" Dira, jangan lagi kamu katakan apa yang sudah dilewati antara kita berdua, karena itu sudah berlalu!!" Ucapnya kemudian berdiri dan meraih tangan Kania meninggalkan tempat tersebut setelah dia menyelesaikan pembayaraannya, Mobil dr Keenan meninggalkan Resto tersebut, Kania terdiam tidak ada sedikitpin suara diantara mereka didalam Mobil.
" Sayang? Kenapa kamu disini?" Tanya Raditya pada Dira merasa heran.
Dira tersenyum kemudian berdiri dari duduknya.
" Aku tadi ketemu teman lama, dan kami sempat bicara, tapi karena panggilan mendadak mereka sudah berlalu." Ucap Dira.
Raditya mengangguk dan kemudian mereka lalu meninggalkan Resto tersebut.
Dira merasa senang bisa membuat wajah Kania berubah sedih, tapi tidak dengan hatinya, dihatinya terasa sakit saat dr Keenan menggenggam tangan Kania.
" Hatiku terasa sesak dan sakit melihat Keenan bersama wanita lain." Gumamnya dalam hati sembari menatap kearah depan.
__ADS_1