Merajut Benang-Benang Cinta

Merajut Benang-Benang Cinta
#50 Hari Pernikahan


__ADS_3

#50 Hari pernikahan🌹


Hari yang ditunggu pun sudah tiba mereka semua pun bersiap-siap terutama Kania yang merasa deg-degan karena sebentar lagi akan menyandang sebagai Nyonya Keenan prabu Jaya, di mana hari-harinya akan ditemani oleh dokter Keenan dan dia juga akan berperan sebagai seorang istri yang selalu melayani kebutuhan dan keperluan suaminya tersebut nantinya,rasa gugupnya melanda sampai dia tidak menyadari kalau sang Ibu berbicara padanya.


" Kania sudah waktunya kita berangkat, kenapa kamu masih duduk Kania?"


Kania terdiam, dia tidak menghiraukan ucapan dari sang Ibu, kemudian Ibu Dewi pun menyentuh pundak anaknya tersebut.


Kania pun terkejut dia langsung menoleh ke arah sang ibu, Bu Dewi tersenyum sembari mengusap pundak sang anak sembari berkata.


" Kamu nggak usah gugup Nak, ini adalah hari bahagiamu, wajar kegugupan melanda kamu, tapi tidak begitu juga kali,sehingga ibu kamu cuekin seperti ini." ucap Bu Dewi sembari tersenyum.


Kania tersenyum Dia kemudian berdiri dari duduknya dan langsung merangkul ibunya itu.


" Maafkan Kania Bu, Kania emang benar-benar gugup banget, Kania tidak menyangka aja akhirnya Kania mendapatkan jodoh yang terbaik bagi Kania, ini semua karena doa yang Ibu panjatkan untuk anak Ibu ini." ucapnya sembari mencium pipi kiri dan kanan sang ibu.


Bu Dewi pun kemudian menangkupkan kedua tangannya di wajah Kania sembari tersenyum bahagia.


" Ibu sudah sampai di sini menjaga dan merawat kamu, setelah itu tanggung jawab semuanya ditanggung oleh suami kamu, Ibu berharap rumah tangga kamu akan membawakan kebahagiaan dan ketenangan di hatimu, jadilah istri yang terbaik untuk suamimu, jagalah kehormatan suamimu, karena baju seorang suami itu ada pada istrinya." ucap sang Ibu sembari tersenyum, dianggukan oleh Kania.


Pak Hamid dan Yoga serta Caca pun kemudian menemui mereka.


" Sekarang kita berangkat,udah waktunya." ucap pak Hamid.


Mereka kemudian memasuki mobil jemputan yang diutus oleh dokter Keenan, di dalam perjalanan tidak ada suara sama sekali, mereka larut dalam keheningan kebahagiaan yang mereka rasakan tersebut, beberapa saat kemudian mobil itu pun berhenti di sebuah gedung di mana pelaksanaan pernikahan sebentar lagi akan di mulai.


Mereka keluar menuju ke arah ruangan di mana sudah ditunggu untuk para perias pengantin wanita, beberapa saat mereka mendandani pengantin pria dan wanita kemudian dokter Keenan didampingi oleh dokter Joddy menuju ke arah di mana penghulu yang akan menikahkan mereka sudah berada di tempatnya.

__ADS_1


Acara akad nikah pun dimulai dengan tarikan nafas sekali dokter Keenan mengucapkan ijab kabul tersebut dengan lantang, tidak ada kesalahan sama sekali, semua saksi yang ada di kedua belah pihak pun mengatakan pernikahan tersebut Sah! Kania yang berada di dalam kamar tersebut mendengarkan ijab kabul itupun merasa terharu, Dia meneteskan air matanya Caca menghapus air mata tersebut sembari berkata.


" Jangan menangis, karena ini adalah hari kebahagiaanmu,, Selamat ya karena kamu sudah menjadi seorang istri dari laki-laki yang kamu cintai." ucapnya sembari tersenyum Kania menganggukkan kepalanya, kemudian Kania dan Caca keluar dari ruangan rias tersebut menuju ke arah di mana dokter Keenan menunggunya, Kania pun disandingkan dengan dokter Keenan.


Dr Keenan tersenyum bahagia, dia menatap lekat ke arah sang istri yang beberapa detik tadi sudah menjadi istri sahnya itu, dia kemudian meraih tangan Kania dan menyematkan sebuah cincin pernikahan mereka berdua, Kania kemudian meraih tangan suaminya itu dia mencium punggung tangannya dan dr Keenan pun mencium kening istrinya tersebut dengan resapan kemesraan dan kebahagiaan.


Acara demi acara pun sudah mereka lewati, sampai akhirnya acara itu pun selesai, mereka kemudian berganti pakaian, setelah itu mereka meninggalkan gedung tersebut yang hanya tersisa pihak EO-nya saja.


Dokter melati baru mengetahui kalau dokter Keenan menikah dengan Kania tepat sore harinya,di saat wakil pimpinan rumah sakit pusat mengatakan kalau pernikahan dokter Keenan sedang digelar, dokter Melati mendengar itu pun langsung mendekati mereka yang sedang berbicara.


" Apakah tidak salah aku mendengar Kalau dokter Keenan menikah hari ini?" tanya dr Melati pada mereka.


" Oh iya benar, dokter Keenan memang menikah hari ini, kami mendapatkan undangannya, Tapi sayangnya kami tidak bisa hadir dikarenakan banyak pekerjaan di sini, jadi yang mewakili hanya pimpinan rumah sakit ini saja yang datang ke sana."


Dokter Melati pun terkejut, dia tidak menyangka dengan kebenaran kabar tersebut.


" Dokter Melati, kenapa anda meninggalkan rumah sakit? padahal pekerjaan Anda masih belum selesai."


Dokter Melati tidak peduli dengan ucapan wanita tersebut, kemudian dia terus melangkah menuju ke arah parkiran mobilnya, beberapa saat kemudian dengan kecepatan tinggi dokter Melati melajukan mobilnya menuju ke arah rumah dokter Joddy, Tapi sayangnya dokter Joddy tidak ada ditempat, dia kemudian melanjutkan kembali menuju ke rumah dokter Keenan, tapi sayangnya dia juga tidak menemukan dokter Keenan berada di rumahnya itu.


" Di mana mereka? Kenapa ini bisa terjadi? Kenapa mereka tidak memberitahu diriku!!" ucapnya sembari memukul stir mobilnya dengan kuat.


Kemudian dia pun menghubungi dokter Joddy berhubung ponsel dokter Joddy berada di dalam tasnya Imelda, karena dokter Jodi posisinya sedang menyetir kendaraannya untuk mengantarkan Imelda ke rumah sakit kembali.


" Mas ponselmu berbunyi." ucapnya.


" Tolong jawabkan untukku." ucap dr Joddy, dokter Joddy hanya menoleh sesaat karena keadaan jalanan sedikit ramai, dengan kendaraan berlalu lalang, dokter Joddy juga tidak bertanya siapa pemanggilnya, kemudian telepon dari dokter Melati pun dijawab oleh Imelda,

__ADS_1


" Halo selamat sore.." sapa Imelda.


Dokter Melati menatap ke arah layar ponselnya.


" Siapa wanita ini, Apa ini benar nomor Joddy apa bukan sih?" Ucapnya.


" Halo..." ucap Imelda lagi.


" Ya halo, ini siapa ya, Kenapa ponselnya Joddy ada sama kamu? Kamu siapanya Joddy?' ucapnya bertanya dengan nada keras membuat Imelda terkejut, kemudian dia menatap ke layar ponsel dokter Joddy membuat dokter Joddy heran, dia pun kemudian menghentikan laju kendaraannya di pinggir jalan yang terlihat agak sepi dari kendaraan yang hilir mudik.


" Dari siapa sih?" tanyanya.


" Dokter Melati." jawab Imelda polos, karena dia tidak tahu tentang Melati yang menghubungi dokter Joddy, dokter Joddy sesaat menoleh ke wajah Imelda yang terlihat berubah setelah mendapat panggilan di ponselnya.


Dokter Joddy kemudian menjawab panggilan Melati.


" Ada apa Mel ? "


" Siapa wanita yang menjawab panggilanku! ada hubungan apa kamu dengan dia hah!! Kenapa kamu tidak bicara kalau kamu mempunyai seorang wanita!! seharusnya kamu bicara dong sama aku!!" ucap dr Melati.


" Heh Mel... Kamu ini bicara apa sih? Nggak ada angin nggak ada hujan kamu marah-marah seperti itu, memang apa urusan kamu kalau aku mau jalan sama siapa aja, asal kamu tahu Dia adalah kekasihku! calon istriku!Apa masalah dengan kamu hah?!" ucap dokter Joddy mendengar ucapan dokter Joddy seperti itu Melati langsung memutus sambungan bicaranya, dia langsung melempar ponselnya ke samping jok mobil sebelah kirinya tersebut, dia berteriak di dalam mobilnya itu sembari memukul-mukul setir yang dia pegang.


" Sayang, kamu Jangan marah ya." ucapnya sembari meraih tangan Imelda.


Imelda menoleh ke arah dokter Jaddy sembari tersenyum.


" Dia adalah temanku namanya Melati..." Kemudian dokter Joddy pun menceritakan siapa Melati sebenarnya sampai selesai Imelda mendengarkan cerita Dokter Jodi tersebut sembari menganggukkan kepalanya, dia pun kemudian tersenyum pada calon suaminya itu, mereka kemudian melajukan kembali mobilnya menuju ke arah rumah sakit dimana Ibunya masih dirawat.

__ADS_1


__ADS_2