Merajut Benang-Benang Cinta

Merajut Benang-Benang Cinta
#30 Mencari Simpati


__ADS_3

#30 Mencari Simpati 😱


" Pak Dokter, saya merasa sedih sekali karena pak dokter ingin pergi dari rumah sakit ini, hanya karena dr Melati yang harus dihindari." ucap Agus sembari menunduk, jelas sekali wajahnya terlihat sedih karena dokter Keenan yang sudah dianggapnya sebagai saudaranya itu akan pergi dari Rumah Sakit tempatnya bekerja itu.


" Agus, Maafkan saya karena ini adalah keputusan bulat saya untuk tidak lagi bekerja disini." ucapnya sembari tersenyum.


" Iya Pak, saya akan hormati keputusan bapak, karena ini mungkin yang terbaik bagi bapak, semoga ditempat yang baru bapak lebih happy dan lebih baik lagi jauh dari dr Melati." ucapnya sembari tersenyum.


" Nah gitu dong senyum, kalau senyum kan terlihat ganteng juga kan." ucap dr Keenan sembari tersenyum dan kemudian berdiri dari duduknya dan langsung mengajak agus untuk kembali bekerja, Agus pun mengikuti langkah pak dokternya itu untuk melakukan pekerjaan kembali.


Disebuah Kedai minuman dua orang yang sedang bicara saling berhadapan sambil menikmati minuman yang sudah dipesannya itu.


" Melati,Aku mohon padamu, jangan lagi kamu ganggu Keenan, karena kamu akan cape sendiri dengan sikap Keenan padamu." ucap dr Joddy sembari menatap kearah dr Melati yang sedang mengaduk minumannya itu, dia menatap sesaat pada dr Joddy kemudian dia tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Terlihat dr Joddy merasa senang karena dr Melati mendengarkan ucapannya itu.


" Aku akan berhenti mengejarnya dan aku juga tidak akan pernah peduli lagi padanya."


" Sip,. itu yang aku harapkan darimu, aku tidak ingin kamu tersakiti dengan perasaan kamu sendiri, aku senang padamu karena kamu sudah menyadarinya." ucap dr Joddy sembari meraih tangan dr Melati dan menggenggamnya, dr Melati terkejut dan menatap wajah dr Joddy.


" Melati, sejak lama aku sudah menaruh hati denganmu, tapi kamu tidak sedikitpun menoleh padaku, maafkan aku Mel, mungkin saat ini sebetulnya tidak tepat untuk aku mengatakannya padamu, tapi hati ini sudah tidak bisa lagi menyimpannya, maafkan aku Mel, karena sejujurnya aku sangat mencintaimu." ucap dr Joddy mengungkapkan isi hatinya pada dr Melati, dan dr Melati hanya terdiam seraya menatap lekat kearah dr Joddy.


Kemudian dr Melati tertawa pelan dan menutup mulutnya dengan salah satu tangannya tersebut.


" Joddy, apa-apaan kamu Jod, kamu jangan bercanda Ach! Nggak lucu tau!" ucapnya masih tersenyum.


" Mel, aku tidak bercanda, aku sungguhan sangat mencintaimu."

__ADS_1


Dr Melati pun terdiam, dan menundukkan kepalanya.


" Apakah kamu mau menjadi kekasihku?"


" Jaddy, Aku belum bisa menjawab pertanyaan mu, beri aku waktu untuk memikirkannya." ucapnya sembari menarik tangannya dari genggaman tangan dr Joddy.


Terlihat dr Joddy tersenyum, dan dia menghela nafasnya dengan pelan dan menyandarkan tubuhnya disandaran kursinya itu.


" Maafkan aku ya Jod, aku belum bisa memberikan jawaban apa-apa padamu." ucapnya lagi. Dr Joddy hanya tersenyum dan mengangguk kemudian dia dan dr Melati pun melanjutkan minumnya dan saling terdiam.


Setelah dari kedai itu, dr Melati tidak ingin diantar pulang oleh dr Joddy, dia memesan taksi online dan dr Joddy kembali kerumah sakit dimana dia bekerja.


Dr Melati mengatakan pada pak sopir taksi agar menuju kesebuah alamat, yang ternyata itu adalah alamat rumah dr Keenan. Beberapa saat kemudian mobil tersebut sampai didepan rumah dr Keenan, dimana saat itu Nenek Maria sedang bertanam bunga disamping rumahnya dimana ada sebuah taman kecil yang memang dibuat Nenek Maria untuk dirinya bersantai, karena Nenek Maria sangat senang menanam bunga.


Saat melihat dr Melati datang, dia tampak senang, Nenek Maria memang sudah mengenal dr Melati karena dr Melati adalah teman sang cucu.


" Hallo juga Nak, tumben nih ingat Nenek..." ucapnya sembari memeluk dr Melati.


" Kangen aja sama Nenek, maklum Nek, Melati sangat sibuk banget jadi tidak ada waktu nemui Nenek."


" Oh gitu ya, ya udah ayo kita duduk didalam."


" Nggak usah Nek, disini aja lebih enak, teduh dan nyaman." ucapnya tersenyum dan Nenek Maria pun langsung duduk kembali.


" Kenapa wajah kamu sedih?"


" Begini Nek,Ada yang ingin Mel ceritakan pada Nenek."

__ADS_1


" Soal apa Nak?"


" Soal Keenan Nek."


" Soal Keenan? memang ada apa dengan Keenan?"


Melatipun menangis sembari menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


" Ada apa Mel?"


" Keenan sudah marah dengan Melati dan dia menghindari Melati karena ada wanita lain, dia juga rela keluar dari rumah sakit dan ingin pindah kerumah sakit pusat hanya ingin menghindari Melati Nek, ini semua karena gara-gara Wanita itu." ucapnya sembari menatap sendu wajah sang Nenek.


Nenek Maria hanya tersenyum saja, karena dia tahu apa yang dimaksudkan dr Melati padanya itu, dr Melati ingin mendapatkan dukungan dari Nenek Maria agar membenci Kania, tapi sayang dr Melati terlambat menceritakannya pada sang Nenek, karena dr Keenan sudah terlebih dahulu menceritakan prilaku dr Melati pada sang Nenek jauh sebelum dr Keenan menjalin hubungan dengan Kania, saat itu dr Keenan menceritakan semua tentang kelakuan dr Melati yang sudah dianggap dr Keenan keterlaluan, saat dia bersama dengan Dira, dr Melati selalu meneror Dira dengan perkataan yang selalu menyakitkan, saat itu dr Keenan ingin menegur dr Melati tapi sayang Dira menahannya, tapi saat ini dr Keenan sudah mengambil tindakkan yang tepat, karena dia tidak ingin sang kekasih mendapatkan kejahatan dr Melati seperti saat dia bersama Dira.


" Wanita? Keenan tidak pernah bicara soal wanita itu pada Nenek."


" Iya Nek, dia sangat sayang banget dengan wanita itu, sampai-sampai Melati tidak pernah dianggap lagi sebagai temannya."


" Melati,Maafkanlah Keenan, karena dia mungkin hanya ingin kamu bisa bekerja dengan tenang, kamu wanita yang sangat cantik, masih banyak lelaki yang diluar sana lebih mapan lagi dari Keenan yang sangat mengharapkan kamu, jangan kejar laki-laki yang sudah tidak suka lagi denganmu, Nenek akan menanyakannya pada Keenan, walaupun kamu tidak jadi pasangan Keenan setidaknya kalian masih bisa berhubungan baik lagi sabagai sahabat dan teman yang baik." ucap Nenek Maria sembari tersenyum dan mencoba menenangkan Melati agar tidak terlalu mengharapkan cucunya itu yang sudah memiliki pasangan hidupnya sendiri dan pasti sangat disayanginya.


Mendengar ucapan Nenek Maria itu membuat hati Melati terasa dongkol dan diapun langsung mengusap air matanya dan langsung berdiri.


" Oh iya Nek, Melati lupa kalau Melati ada pekerjaan mendadak hari ini, Melati permisi dulu ya Nek." ucapnya sembari berpamitan dengan Nenek Maria dan dia pun melangkah meninggalkan Nenek Maria seorang diri, Nenek Maria hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah dr Melati itu.


" Haduhh, gimana cucuku mau suka dengannya, sikapnya aja seperti itu." ucap Nenek Maria tersenyum dan kemudian melanjutkan kembali kegiatannya menanam bunga kesukaannya itu.


Dr Melati pun menaiki taksi yang kebetulan lewat didepan rumah dr Keenan, wajahnya yang terlihat dongkol sedikit mengumpat dalam hatinya.

__ADS_1


" Iishh...! mau minta simpati dan perlindungan pada Nenek tua itu malah dapat ceramahnya! menyebalkan sekali!!" ucapnya dalam hati dan menyuruh sopir taksi itu menuju kealamat rumahnya sendiri.


__ADS_2