Merajut Benang-Benang Cinta

Merajut Benang-Benang Cinta
#26 Surat Pengunduran Diri


__ADS_3

Keesokan paginya tepat jam 08.00 pagi dokter Keenan sudah datang ke Rumah Sakit tersebut, Dia kemudian melangkah menuju ke lantai atas dia langsung menemui pimpinan rumah sakit tersebut.


" Tok tok tok " dr Kenan mengetuk pintu ruangan Pak Fadil selaku pimpinan Rumah Sakit, terdengar suara dari dalam mempersilahkan dia masuk


" Masuk "


Dr Kenan membuka pintu ruangan itu, kemudian dia masuk ke dalamnya sembari tersenyum, Begitu juga dengan Pak Fadil dia tersenyum melihat kedatangan dokter Keenan.


Dr Keenan kemudian duduk di depan Pak Fadil.


" Ada apa dr Keenan, sehingga pagi-pagi sekali kamu menemui saya."


" Begini Pak, Ada yang ingin saya bicarakan dengan bapak."


" Soal apa?"


" Saya ingin mengundurkan diri dari rumah sakit ini dan ingin mengajukan pindah tugas ke rumah sakit pusat." Ucapnya sembari menyerahkan sebuah surat pengunduran dirinya dan surat pindah tugas kerumah sakit pusat.


" Kamu mau mengundurkan diri dari rumah sakit ini ? atas dasar apa? kamu ingin mengundurkan diri kamu Dr Ken? Kamu mengerjakan pekerjaan kamu sangat baik, apakah tentang gaji yang Kamu terima tidak sesuai dengan keinginan kamu?Atau ada masalah lain?"


" Bukan itu Pak masalahnya."


" Terus masalahnya apa? kamu tega meninggalkan pasien di bawah tanggung jawab kamu sekarang? kalau kamu pindah ke rumah sakit pusat, bagaimana pasien kamu?" Ucapnya terasa berat dia melepaskan dr Keenan.


Dr Keenan menghela nafasnya dan menyandarkan tubuhnya dikursi, Dia kemudian tersenyum.

__ADS_1


" Saya tidak ingin sebenarnya pindah dari rumah sakit ini pak, tapi karena ada yang ingin saya hindari, yang mengharuskan saya untuk pindah dari rumah sakit ini, karena kalau saya masih berada di rumah sakit ini tidak akan pernah berjalan dengan mulus pekerjaan saya Pak." ucapnya sembari tersenyum Pak Fadil pun menganggukan kepalanya.


" Pasti ini masalah dokter Melati?"


Dr Kenan mengganggukan kepalanya.


" Saya tahu dengan sikap dokter Melati Pak, daripada nanti terjadi yang tidak-tidak lebih baik saya yang mengundurkan diri dari rumah sakit ini pak, dan semuanya sudah saya pikirkan matang-matang."


" Dokter Keenan kalau cuma masalah dokter Melati, nanti saya yang akan bicara dengan dia, sebenarnya saya tidak ingin kamu keluar dari rumah sakit ini, karena kamu adalah dokter yang terbaik di rumah sakit ini, segudang prestasi serta penilaian para pasien pun sangat memuaskan, untuk rumah sakit ini, saya berharap dengan kamu supaya kamu membatalkan keinginan kamu untuk keluar dari rumah sakit ini." Ucap pak Fadil sembari mengambil ponselnya dan mengirim chat pada seseorang.


Dr Keenan menghela nafasnya lagi, dia terdiam dengan ucapan dari kepala pimpinan Rumah Sakit tersebut, sebenarnya diakuinya dia memang tidak ingin keluar dari rumah sakit ini, karena dia sudah sangat senang berada di rumah sakit tersebut. Tapi karena ulah dr Melati yang membuat dia tidak merasa nyaman lagi berada di rumah sakit itu dan salah satunya dia harus mengalah untuk keluar dari rumah sakit yang sudah lama menemani dia dalam bekerja.


" Saat ini maafkan saya dokter Keenan, Karena saya belum bisa melepas kamu untuk keluar dari rumah sakit ini, saya akan bicara dengan dokter Melati."


" Tidak usah Pak, itu suratnya sudah saya buat bapak tanda tangan aja saya juga sudah bertekad untuk keluar dari rumah sakit ini Pak, Maafkan saya, saya tetap ingin keluar dari rumah sakit ini dan ingin pindah ke rumah sakit pusat."


Dr Keenan langsung menepis tangan dokter Melati dari tangannya, saat dia hendak meninggalkan dokter Melati lagi-lagi dokter Melati meraih tangannya.


" Cukup Keenan, kamu bersikap ini kepadaku, aku minta maaf Keenan atas segala yang pernah aku perbuat padamu, jujur aku terasa tersiksa dengan sikap kamu seperti ini."


Dr Keenan kemudian menoleh ke arah dokter Melati sembari berucap.


" Aku sudah memaafkan kamu jauh sebelum kamu meminta maaf padaku, tapi aku memang sengaja untuk mencuekin kamu ataupun tidak menghiraukan kamu karena ini demi kebaikan kamu juga, dan kebaikan ku, kamu sudah dewasa seharusnya bisa menilai sendiri kesalahan apa yang telah membuat kamu egois, kita juga sudah sama-sama dewasa dan kita bisa memilih pasangan hidup kita masing-masing, berulang kali aku mengatakan padamu kalau aku hanya menganggap kamu teman, tapi kamu tidak menerima dengan kata-kata itu." ucap dr Keenan sembari menatap ke arah dokter Melati, dokter Melati pun tersenyum.


" Baiklah, aku mengakui salah atas perbuatanku selama ini padamu, aku memang kekanak-kanakan tapi aku berharap padamu sekarang jangan kau mencuekin ataupun tidak menghiraukan aku, Aku ingin kamu seperti dulu denganku." ucapnya sembari tersenyum manis pada dokter Keenan, dokter Keenan tidak terlalu menghiraukan senyuman dokter Melati padanya itu.

__ADS_1


" Maaf, aku masih banyak kerjaan, aku harus menyelesaikannya dulu." ucapnya kemudian meninggalkan dokter Melati yang hanya berdiri mematung menatap kepergian dokter Keenan dari hadapannya itu, dia pun kemudian mendengus dengan kesal dan melangkah kembali menuju ke ruangan Pak Fadil Dia mengetuk pintu ruangan tersebut dan terdengar suara dari dalam menyuruhnya masuk dia pun kemudian masuk menemui pak Fadil, dia duduk di depan Pak Fadil sembari memberikan senyumannya kepada sang pimpinan tersebut.


" Maaf pak ada apa bapak memanggil saya,tadi saya ketemu Keenan di luar, ada keperluan apa dia menemui bapak? "


" Dia tidak ada keperluan apa-apa, cuma ada yang ingin dibicarakannya saja tentang pasien yang ditanganinya."


Dr Melati melirik sebuah surat yang ada di depan Pak Fadil, Pak Fadil kemudian mengambil surat itu dan memasukkannya ke dalam laci meja kerjanya itu.


" Oh ya Melati Ada yang ingin saya bicarakan denganmu."


" Soal apa pak?"


" Saya minta tolong denganmu ke sampingkanlah urusan pribadimu saat kamu berada di dalam pekerjaan kamu, karena saya tidak ingin lagi ada keluhan-keluhan dari pasien yang di bawah tanggung jawab kamu mengeluh tentang dirimu yang tidak konsisten dalam memperlakukan mereka."


" Saya selalu memperlakukan pasien dengan semampu saya, Saya juga tidak menyamakan urusan pribadi saya dengan urusan pekerjaan saya."


" Baiklah kalau itu ucapan kamu, saya akan memegang ucapan itu, saya selaku pimpinan di sini mengharapkan kamu harus profesional dalam bekerja, karena ini adalah tanggung jawab kamu sebagai seorang dokter menyelamatkan dan menyembuhkan pasien yang sedang sakit, utamakan kesembuhan keselamatan bagi para pasien bukan mementingkan urusan pribadi dan mencampuradukkannya dengan pekerjaan."


" Baiklah Pak." ucapnya.


Pak Fadil mengangguk.


" Kalau tidak ada lagi yang dibicarakan saya akan keluar dan melaksanakan pekerjaan saya."


" Silahkana! hanya itu yang saya bicarakan denganmu! silakan kamu lanjutkan pekerjaanmu kembali." ucapnya sembari menatap ke arah dokter Melati dan dokter Melati pun kemudian berlalu dari hadapan Pak Fadil dia keluar dengan muka cemberutnya.

__ADS_1


" Ini pasti Keenan yang berbicara semuanya dengan Pak Fadil, tapi tidak mungkin juga Keenan yang berbicara, karena aku tahu Keenan selalu menutupi kesalahanku, tapi surat apa itu tadi, sepertinya surat pengunduran diri, jangan-jangan Kenan mengundurkan diri lagi, kalau seandainya dia mengundurkan diri rasanya aku tidak bersemangat lagi untuk bekerja." Gumamnya sembari melangkah menuju ke arah lift dan turun ke lantai bawah.


__ADS_2