Merajut Benang-Benang Cinta

Merajut Benang-Benang Cinta
#09 Saling Bertanya


__ADS_3

" Kania, temani aku makan dulu ya sebentar, karena laper banget nih.." pinta Caca pada Kania.


" Baiklah, Aku ngikut aja..."


Kemudian motor Caca berbelok arah menuju kewarung makan yang ada dipinggir jalan ibu kota tersebut.


Setelah mereka barada didalam warung tersebut Caca memesan dua porsi lalapan lele goreng kesukaan mereka berdua.


Sambil menunggu makanan mereka dibuat Caca bertanya pada Kania.


" Kania..." panggilnya, Kania menoleh ke arah Caca.


" Ada apa Ca?"


" Ada hubungan apa kamu dengan dokter yang memeriksa Om Hamid tadi?"


Kania terkejut dengan pertanyaan Caca padanya, Dia kemudian menoleh ke arah lain sembari tersenyum.


" Hei...! Aku bertanya denganmu kenapa kamu memalingkan wajahmu, aku berada di samping kamu bukan di samping situ." ucap Caca sembari terkekeh karena dia mengetahui kalau Kania yang merasa malu dengan pertanyaannya itu.


" Apakah kamu ada rasa dengan dokter itu?"


Kania menoleh ke arah Caca dan menggelengkan kepalanya sembari tersenyum, tapi Caca tahu dari wajah Kania terlihat kebohongan.


" Kamu jangan bohong denganku, kamu berteman denganku kan udah lama masa kamu nggak mau cerita sih, ntar keburu aku aja yang ngambil dokter itu."


" Udah ambil aja!" ucap Kania sembari merengut Caca pun terkekeh melihat raut wajah Kania yang mengekspresikan cemberutnya itu.


Kania menghela nafasnya dengan pelan sembari memainkan ponselnya tersebut.


" Ayo dong cerita Kania, aku cuma bercanda aja kok tadi, tapi aku sudah memergoki kamu dan dokter itu saling bertatap mata terlihat di antara kalian berdua menyimpan sesuatu yang tidak bisa kalian berdua ungkapkan."

__ADS_1


Kania menatap lagi ke arah Caca.


" Beneran lho ini, aku melihat tatapan dokter itu melihat dirimu seakan-akan gimana gitu, ada perasaan yang tidak bisa diungkapkannya untukmu." ucap Caca lagi sembari tersenyum.


Lagi-lagi Kania menghela nafasnya dan melepaskannya seakan-akan tanpa beban yang ada di hatinya.


" Entahlah...Aku juga tidak tahu apakah aku menyukai dokter itu atau tidak, Tapi setahu aku dan desas-desus yang aku dengar antara pembicaraan para perawat yang ada di situ dia sudah memiliki hubungan khusus dengan seorang dokter wanita setahu aku sih seperti itu."


" Masa sih, Tapi sebenarnya siapa sih nama dokter itu?"


" Dokter Keenan.."


" Hah? dr Keenan, dokter yang aku baca namanya di pintu ruangannya itu yang saat itu kamu berhenti di depannya dan menatap ke arah dalam ruangannya "


Kania hanya menganggukkan kepalanya, terlihat gambaran di wajahnya rasa kesedihan yang menghampirinya.


" Hei... Nona! jangan bersedih gitu dong, kamu masih bisa mendapatkan dokter Keenan itu sebelum ada title suami." kata Caca memberi semangat pada sahabatnya itu.


" Nah itu namanya rasa cinta Kania, tapi kalian berdua belum menyadarinya, Tapi percayalah kalau Dewi Fortuna sudah melepaskan busur panahnya kalian pun akan menjadi satu dengan ikatan cinta." ucap Caca tersenyum pada Kania.


Kania hanya tersenyum...


" Eh ngomong-ngomong gimana kabar Om ganteng yang ada di rumah kamu itu."


" Om Yoga maksud kamu?"


Caca mengangguk.


" Tumben kamu nanyain Om Yoga."


" Kamu baru nyadar Aku nanyain Om kamu, kan sejak dari dulu aku nanyain Om kamu itu, tapi kamu selalu bilang ada di rumah, kadang bilang lagi kerja, selalu aja gitu ucapnya." protesnya sembari menepuk meja dengan pelan.

__ADS_1


" Memang kenapa kamu nih akhir-akhir ini kamu nanyain Om Yoga mulu."


" Ya senang aja." ucapnya sembari tersenyum malu-malu.


" Berarti itu namanya rasa cinta!" ucap Kania membalas perkataan dari Caca, mereka berdua pun sama-sama tertawa pelan. Beberapa saat kemudian pesanan mereka pun sudah selesai, pemilik warung itu pun memberikan makan malam mereka berdua.


Kania dan Caca pun menikmati pesanan mereka Lele goreng yang nikmat, Mereka pun kemudian menyantap makanan tersebut, sesekali mereka tertawa dengan lelucon yang dibuat mereka sendiri, walaupun hati Kania berkecamuk tentang perkataan Caca padanya tadi, tapi dia berusaha untuk tersenyum dia harus menyimpan dan mengubur dalam-dalam tentang perasaannya dengan dokter Keenan yang terasa baginya sudah membuat hatinya bergetar saat melihatnya, karena jauh harapan baginya untuk mendapatkan cinta dokter itu walaupun sebenarnya setiap bertemu dan berpandangan mata debar jantungnya tidak bisa bersahabat dengan dirinya, tapi dia menganggapnya itu hanyalah hal yang biasa, Karena dia baru melihat dan bertemu dengan seorang dokter yang tampan seperti dokter Keenan.


Setelah selesai mereka menikmati makanan yang sudah mereka beli dari warung makan favorit Caca itu, mereka pun kemudian menuju ke arah rumah Kania, beberapa saat kemudian Kania sampai di depan rumahnya tersebut, setelah berpamitan dengan Kania Caca pun meninggalkan Kania di depan rumahnya.


Saat Kania hendak membuka pintu pagar rumahnya itu Om Yoga saudara dari ibunya itu keluar dari dalam pagar rumah Kania.


" Lho Kania, kamu sudah pulang? padahal Aku mau jemput kamu loh." ucap Om Yoga.


" Kania pulang lebih dulu Om, karena kata ibu biar Ibu dulu yang nunggu Ayah di rumah sakit, setelah Kania membersihkan diri baru Kania berangkat ke rumah sakit menggantikan Ibu, agar ibu bisa istirahat di rumah." ucapnya.


" Ya udah kalau seperti itu Aku nunggu kamu aja, sekalian Aku antar kamu ke rumah sakit setelah itu baru Aku membawa ibumu pulang ke rumah." ucapnya.


Yoga Darlis adalah adik kandung dari ibu Dewi ibunya Kania, yang masih berstatus lajang, Yoga memang tinggal satu rumah dengan keluarga Kania, dia bekerja di sebuah perusahaan terkenal yang ada di kotanya itu.


" Oh ya Kania kamu diantar siapa tadi?" tanya Yoga


" Diantar Caca.."


" Terus kenapa Caca nggak disuruh masuk.?"


" Dia ingin cepat pulang, karena dia udah lama diluar rumah, setelah pulang kerja tadi langsung ikut Kania ke rumah sakit menjenguk Ayah, tapi ngomong-ngomong kenapa semangat sekali sih Om nanyain Caca." Ucap Kania sembari tersenyum.


" Oh enggak cuma sekedar nanya aja." ucap Yoga sembari duduk di depan teras rumahnya dan membiarkan Kania masuk ke dalam untuk segera membersihkan badannya dan langsung berangkat ke rumah sakit untuk menggantikan sang ibu yang menjaga ayahnya tersebut.


Yoga hanya tersenyum saja sang keponakan menanyakan tentang dirinya yang selalu menanyakan tentang Caca, Yoga memang berpenampilan sangat menarik dengan poster tinggi badan yang diidam-idamkan oleh para wanita saat melihat dirinya itu, kalau dilihat dari postur tubuhnya itu dia masih jauh dari sebutan Om hanya Kania lah yang memanggilnya Om,itupun kalau berada di dalam rumahnya dan di sekitar keluarganya, sedangkan kalau berada di luar Kania tidak diperbolehkannya untuk memanggil dirinya dengan sebutan Om, karena Kania sangat akrab dengan saudara ibunya itu, dia pun mengiyakan saja perintah dari Yoga.

__ADS_1


__ADS_2