
#40 Percaya Gosip 😁
Mobil dr Keenan pun langsung meninggalkan rumah sakit dan dr Melati melanjutkan langkahnya menuju ruangan pak Fadil.
Terdengar suara ketukan dipintu ruangan pak Fadil dan terdengar suara mempersilahkan si pengetuk untuk masuk.
Dr melati membuka pintu dengan sedikit cepat dan langsung melangkah menuju kearah depan meja dr Fadil.
Sebelum dipersilahkan duduk dr melati langsung bersuara.
" Ada apa bapak menyuruh saya menemui Bapak?"
Dr Fadil menatap dr Melati dan diapun hanya menghela nafasnya dengan pelan.
" Silahkan duduk, ada yang ingin saya bicarakan denganmu!"
Dr Melati mendengus dengan kesal secara perlahan dengan mengalihkan pandangannya kearah lain dan menghentakkan tubuhnya dengan sedikit emosi membuat dr Fadil hanya bisa menarik nafasnya dengan berat karena melihat sikap dr melati yang tidak ada berubahnya.
" Ada surat dari rumah sakit pusat agar kamu bertugas ke disana!"
" Apa? saya dimutasikan kerumah sakit pusat?"
" Iya.,." ucap dr Fadil seraya memberikan surat tersebut pada dr Melati, dia menerimanya dan membukanya untuk membaca isinya.
__ADS_1
Sehari setelah dr Fadil menerima surat pengunduran diri dr Keenan dan permintaan pemindahan tugas kerumah sakit pusat, dr Fadil langsung menemui pimpinan rumah sakit pusat dan menceritakan semuanya padanya dan dengan anggukkan pimpinan rumah sakit pusat memberikan surat pemindahan dr Melati kerumah sakit tersebut, sebetulnya banyak para dokter dan para perawat pasti akan mengeluh jika dipindah tugaskan dirumah sakit pusat, dikarenakan tidak ada yang pernah santai seperti dirumah sakit yang dipimpin oleh dr Fadil itu, karena rumah sakit pusat sangat ketat dengan peraturannya, mengutamakan keselamatan pasiennya dan tidak ada tentang urusan kekasih karena disana sudah ada perjanjian mereka yaitu mengutamakan pekerjaan dari pada urusan pribadi.
Sesaat dr Malati terdiam, setelah membaca surat pemindahan tersebut, kemudian dia teringat akan dr Keenan yang akan mengabdikan dirinya di rumah sakit pusat.
" Bukankah Keenan akan pindah tugas disana juga? aku kan pastinya bertemu kembali dengannya, dasar emang jodoh tidak akan kemana, aku dan Keenan pasti akan bersama kembali." gumamnya mengungkir senyum disudut bibirnya itu.
Dr Fadil merasa heran, dia kemudian berpikiran.
" Kenapa dr melati tersenyum Apakah dia mengalami defresi dan mengakibatkan dia langsung menjadi stress dan terganggu jaringan otaknya?" ucapnya dalam hati, karena saat dia melihat dr melati tersenyum setelah membaca surat keputusan itu.
Dokter Melati melihat ke arah dokter Fadil,lagi-lagi dia tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
" Maafkan saya, tapi ini sudah keputusan dari rumah sakit yang menentukannya, saya sebagai pimpinan hanya bisa mengiyakan saja." ucap dr Fadil.
" Kapan saya pindah ke rumah sakit pusat?" tanyanya pada Pak Fadil.
" Kapan kamu siap, mereka selalu menunggu kedatangan kamu."
" Sekarang juga saya siap, tapi sebelumnya saya mau bertanya dulu kepada bapak, benarkah isu di luar sana yang telah beredar."
" Isu beredar? tentang apa.?" tanya dr Fadil merasa heran.
" Kalau dokter Keenan sudah Bapak setujui pindah ke rumah sakit pusat.?"
__ADS_1
Pak Fadil pun terkejut dengan ucapan dokter Melati, dia pun kemudian menghela nafasnya dengan pelan dan menyandarkan tubuhnya di sandaran kursinya.
" Benarkah sudah di setujui tentang pemindahan dokter Keenan ke rumah sakit pusat pak?"
Tidak ada jawaban dari Pak Fadil tentang pertanyaan dokter Melati padanya.
" Saya sudah dapat mengiranya karena dengan diamnya bapak itu berarti memang benar dokter Keenan sudah dipindahkan ke rumah sakit pusat, mungkin hari ini adalah hari terakhirnya untuk bekerja di sini, baiklah kalau seperti itu Bapak terima kasih sudah menyarankan saya untuk pindah ke rumah sakit pusat, mungkin saya dan dokter Keenan tidak bisa terpisahkan walaupun banyak kendala di antara kami, ujung-ujungnya kami pun tetap akan bersama di rumah sakit yang sama."
Mendengar ucapan dokter Melati itupun dokter Fadil langsung tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
" Baiklah kalau seperti itu, kalau kamu memang sudah menyetujuinya, kamu segeralah berangkat ke rumah sakit pusat."
" Terima kasih Pak, saya akan segera berangkat ke rumah sakit pusat dan sekarang saya akan menyerahkan semuanya pada dokter yang lain untuk menangani pasien-pasien yang ada di bawah tanggung jawab saya, saya akan segera berangkat ke rumah sakit pusat." ucapnya sembari tersenyum, terlihat di wajahnya sangat bahagia, Dia kemudian dengan tergesa-gesa melangkah meninggalkan ruangan dokter Fadil sembari tersenyum sembringah menuju ke arah ruangannya, saat dia melewati ruangan dokter Keenan dia pun kemudian membuka pintu ruangan itu secara perlahan,tidak ada dokter Keenan di dalamnya dia pun kemudian masuk ke dalam ruangan itu hanya terlihat dua orang laki-laki yang ada di ruangan dokter Keenan siapa lagi kalau bukan Agus dan rekannya, dokter Melati pun kemudian mendekati mereka berdua.
" Apa yang kalian lakukan di dalam ruangan dokter Keenan? Kenapa semua peralatan dokter Keenan kalian benahi seperti itu dan membuatnya ke dalam sebuah kardus, memang mau dibawa kemana? tanya dr Melati pada Agus sang asisten dokter Keenan.
Agus tersenyum.
" Dr Keenan pindah ke Ru..." belum selesai Agus menjelaskan pada dr Melati, dia pun langsung tersenyum dan menepuk pundak Agus sembari berkata dengan wajah sembringahnya.
" Saya tahu dr Keenan mau pindah kemana, nggak usah kamu lanjutkan penjelasan kamu itu, tapi saya sudah mengetahuinya dia mau pindah ke mana, lebih baik kalian berkonsentrasi memindahkan semua barang dokter Keenan jangan sampai ada yang tertinggal di ruangan ini." ucapnya sembari mengumbar senyumnya di wajahnya ke arah kedua perawat tersebut, kemudian dia pun berlalu dari hadapan Agus dan rekannya itu, Agus menatap ke arah rekannya dan mereka berdua saling pandang lalu kemudian mereka pun berdua mengekspresikan dengan bahasa tubuh mereka itu dengan cara mengangkat kedua bahu mereka masing-masing,sembari mencibir ke arah dokter Melati yang sudah meninggalkan ruangan dokter Keenan.
" Kesambet apa ya dokter Melati Kenapa dia terlihat bahagia mendengar kalau dokter Keenan pindah, belum dijelaskan juga pindahnya mau ke mana, padahal pindahnya cuma pindah ruangan aja, ke tempat yang baru yang bangunannya sudah selesai direnovasi." ucap Agus sembari dianggukan oleh rekannya itu kemudian mereka pun melanjutkan kembali pekerjaannya untuk memindah ruangan tersebut.
__ADS_1
Dr Keenan yang sudah sampai di rumahnya itu pun tidak langsung kembali ke rumah sakit,karena ada yang ingin dibicarakannya kembali dengan sang Nenek, tentang pernikahan yang akan segera dilaksanakan itu, dokter Keenan kemudian memarkirkan mobilnya di halaman rumah pribadinya itu, mereka berdua pun turun dari mobil dan melangkah menuju ke arah dalam rumah kediaman dokter Keenan.